PROKAL.CO,
OLEH: AGUS MUSTOFA
SELURUH interaksi keseharian kita membutuhkan energi. Baik yang bersifat internal di dalam badan fisik dan jiwa kita, maupun yang bersifat eksternal berupa interaksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Semuanya membutuhkan energi agar bisa berdinamika ke arah lebih baik atau sebaliknya menjadi lebih buruk.
Otak membutuhkan energi, jantung membutuhkan energi, paru-paru, liver, pencernaan, kelenjar-kelenjar, jaringan tubuh, sampai triliunan sel semuanya berdinamika dengan menyerap atau memancarkan energi. Jika energi kehidupan di tubuh kita habis, maka tubuh sebagai wadah kehidupan itupun rusak dan kemudian disebut meninggal. Lantas, triliunan sel-sel tubuhnya pun bakal terurai.
Jiwa kita juga butuh energi. Tidak seperti energi badan yang bisa diukur secara fisikal, energi jiwa lebih abstrak dan
unpredictable, sehingga masih membu