MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 09 Desember 2013 09:00
Padang Luway Miliki Dua Tipe Habitat

PROKAL.CO, v style="text-align: justify;"> SENDAWAR - Kawasan Cagar Alam Padang Luway memiliki luas sekitar 5 ribu hektare. Potensi kawasan secara umum memiliki dua tipe habitat alami, yakni hutan hujan tropis dataran rendah dan hutan kerangas.
Hutan hujan tropis dataran rendah adalah tipe habitat yang dominan di cagar alam ini. Sebagian besar luas kawasan Padang Luway terdiri dari tipe ini. “Sedangkan hutan kerangas terdapat dalam spot-spot dengan luasan yang relatif kecil dan hidup di areal berpasir putih,” ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Resort Kutai Barat Sumarsono.
Ia belum lama ini meninjau Cagar Alam Padang Luway bersama Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Cagar Alam Padang Luway itu berada di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat. Masyarakat setempat menamakan areal semacam ini kersik.
Ada tiga areal kersik di cagar alam ini. Yakni, kersik serai, kersik mencege, dan kersik luway. Di kawasan ini pula terdapat jenis tumbuhan (flora) yang mempunyai nilai konservasi dan keindahan tinggi. Yaitu anggrek hitam (coelogyne pandurata lindl). Selain itu, jenis anggrek lainnya. “Menurut Eksplorasi Kebun Raya Bogor pada 2012 mencatat keberadaan 47 jenis anggrek di cagar alam ini seperti, anggrek kantong semar, tebu, merpati, anyaman, bulu rindu, dan lainnya,” rincinya.
Sementara, fauna atau satwa yang hidup dan dilindungi di kawasan ini seperti, owa-owa, rusa/payau, kijang, kancil/planduk, burung rangkong/enggang, dan berbagai jenis burung madu, murai batu, kacer, dan lainnya. Pemanfaatan kawasan ini sesuai dengan UU nomor 41/1999 tentang Kehutanan, UU nomor 5/1990 tentang Konservasi dan PP nomor 28/2011.
“Kawasan Cagar Alam Padang Luway hanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan peningkatan konservasi, penyerapan karbon, serta pemanfaatan plasma nutfah untuk menunjang budi daya,” tegasnya.
Didinus, Kepala Resort Cagar Alam Padang Luway mengatakan, cagar alam ini secara administrasi terletak di tiga kecamatan yakni, Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kampung Empas, Kecamatan Melak dan Kampung Kelay, Kecamatan Damai. Dari Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim, cagar alam ini berjarak sekitar 350 kilometer. Dapat dijangkau melalui darat, sungai, dan udara. ”Melalui jalur darat ditempuh waktu sekitar 7-10 jam, sungai dengan menggunakan kapal motor sekitar 17 jam, dan transportasi udara sekitar 45 menit,” jelasnya.
Sejarah pengelolaan cagar alam ini, pada awalnya memiliki luas sekitar 15 hektare. Atas usul residen bagian selatan dan timur Kalimantan, 27 September 1934, nomor 3397/L/E, kawasan ini pernah dijadikan monumen alam. Kemudian ditetapkan Sultan Kutai pada 11 Oktober 1934 sebagai cagar alam.
Alasan dijadikan kawasan ini sebagai monumen alam, karena menyimpan anggrek hitam yang sangat melimpah. Kemudian, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar alam pada 1957 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian (Mentan) nomor 110/Um/1957 tanggal 14 Juni 1957 dan SK penunjukan Gubernur Kaltim Nomor 85/T.H-Kehut/1967 tanggal 15 Juni 1967 dengan luasan sekitar 1000 hektare. Selanjutnya, ditetapkan melalui SK, Mentan Nomor 792/Kpts/Um/10/1982 tanggal 29 Oktober 1982 dengan luasan menjadi sekitar 5 ribu hektare.
Ditata batas tahun 1985 dengan total panjang batas sekitar 33,400 kilometer dengan realisasi panjang tata batas sekitar 33,400 kilometer, rekonstruksi tata batas dilakukan pada 2003.
Menurut Didinus, dasar penetapan sebagai cagar alam adalah karena di kawasan ini terdapat anggrek yang langka dan terkenal yakni anggrek hitam. Dalam melindungi dan melestarikan anggrek hitam beserta habitatnya, Cagar Alam Padang Luway sebagai kawasan konservasi yang dikelola oleh BKSD Kaltim di bawah naungan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan. (hms6/kri/k9)
 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:26

107 Kades Dilantik, Ada Mantan Wartawan hingga Prajurit TNI

Bupati Kukar Edi Damansyah resmi melantik 107 kepala desa di…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:25

Peternak Lokal Semakin Terpinggirkan, Terpaksa Banting Harga

SANGATTA–Usaha peternakan telur lokal di Sangatta Utara, yang binaan Kodim…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Ini Dibalik Makna Ikon Buaya Badas, Binatang yang Jadi Khas Pilkada Serentak di Kutim

Mendengar nama Sangatta, yang terlintas adalah buaya yang ganas. Buaya…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:22

Jalan Rawan Itu Sekadar Diperbaiki

Dianggap membahayakan pengguna jalan, dua ruas jalan sedang dalam penanganan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:46

Ketua KPU Kaltim Minta KPU Kutim Kurangi Kunker ke Luar Daerah

SANGATTA–Meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim diminta lebih…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:43

Halo Pemerintah dan PLN..!! 75 Kampung yang Belum Teraliri Listrik Nih..!!

Masih banyak kampung di Kubar belum terlayani listrik dari PLN.…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:39

Pernikahan Dibatalkan Gara-Gara Uang Panai Tak Sesuai, Pria Ini Sebar Video Syur ke Keluarga Calonnya

TANA PASER - Niat MM (29) melangsungkan pernikahannya dengan sang…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:35

Stok Beras di Kansilog Tanah Grogot Masih Aman Untuk Akhir Tahun

TANA PASER - Pasokan kebutuhan pangan di Kabupaten Paser dan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:33

Program Pisew di Desa Lori, Bangun Dermaga Ikan

TANA PASER - Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR…

Kamis, 05 Desember 2019 23:10

Wabup Desak Pusat Perbaiki Trans Kalimantan

SENDAWAR - Harapan besar masyarakat terkena imbas pembangunan Ibu Kota…

Party Matias Conti

Pantang Keluhkan Jadwal Padat

Perlu Striker Haus Gol

Menang Besar di Ultah Ambrizal

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Raih Penghargaan di Vietnam

Tegas..!! Empat Pemerkosa Ditembak Mati

Kantong Organik, Solusi Larangan Plastik di Pasar

Dua Tahun, Lebih 10 ASN Terlibat Narkoba

Banyak Pihak Dukung Pencopotan Dirut Garuda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.