MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

KOLOM PEMBACA

Jumat, 13 Mei 2022 10:59
Penjelasan Unknown Hepatitis yang Menyerang Anak

Potensi Ancaman dan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan

Ferry Fadzlul Rahman

Dosen Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penyakit hepatitis akut sebagai kejadian luar biasa (KLB) setelah wabah misterius ini menjangkiti 169 anak di 12 negara. Kasus hepatitis akut parah pada anak-anak usia di bawah 16 tahun di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang dan Israel, dengan Inggris melaporkan jumlah kasus terbesar.

Pada 21 April 2022, setidaknya 169 kasus telah dilaporkan, dengan sekitar 10 persen membutuhkan transplantasi hati dan setidaknya satu kematian telah dilaporkan hingga saat ini. Indonesia juga melaporkan tiga anak meninggal dunia diduga karena penyakit ini.

Penyebab

Dugaan menurut laporan sementara WHO, penyebab terjadinya kasus hepatitis akut yang menyebar di beberapa negara adalah virus jenis Adenovirus telah terdeteksi dalam setidaknya 74 kasus. Selain itu, dugaan virus Covid-19 varian SARS-CoV-2 ditemukan 20 kasus.

Sebenarnya Adenovirus adalah patogen umum yang tergolong infeksi self-limited yaitu infeksi yang dapat sembuh sendiri. Biasanya berupa penyakit pada sistem pernapasan, tetapi tergantung pada jenisnya, juga dapat menyebabkan penyakit lain seperti gastroenteritis (radang lambung atau usus), konjungtivitis (mata merah muda), dan sistitis (infeksi kandung kemih).

Gejala
Gejala WHO telah menjelaskan definisi kasus probable hepatitis akut. Anak yang terindikasi terkena penyakit hati tersebut bukan disebabkan virus hepatitis A-E. Adapun pemeriksaan laboratorium harus menunjukkan peningkatan enzim hati. Gejala penyakit ini adalah mual serta muntah, diare, hingga ikterus (kuning di kulit dan mata). Sebanyak 58% pasien juga memiliki gejala berupa tinja berwarna pucat dan 29% mengalami demam.

Pencegahan

Untuk memperkecil kemungkinan tertular hepatitis akut ini, saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan beberapa imbauan, agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati, mencegah infeksi dengan mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh. Lalu membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker dan menjaga jarak. Deteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Potensi masalah jika hepatitis tidak ditangani

Indonesia dalam laporan Kementerian Kesehatan 2014 merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B, terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Myanmar.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 bahwa jumlah orang yang didiagnosis hepatitis di fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan gejala-gejala yang ada menunjukkan peningkatan dua kali lipat apabila dibandingkan dari data tahun 2007 dan 2013.

Kondisi ini, menurut laporan Kemenkes, akan berpotensi menjadi masalah di masa yang akan datang apabila tidak segera dilakukan upaya-upaya yang serius. Kini, dengan kemunculan kasus hepatitis akut di Indonesia, pemaparan Riskesdas beberapa tahun lalu itu menjadi relevan.

Berkaca dengan kasus di Indonesia ini berarti ada banyak kasus yang mungkin belum teridentifikasi ataupun belum ada akses pengobatan karena gejalanya seperti mual, demam, hingga gangguan pencernaan, diare dan gangguan pernapasan, mungkin belum diwaspadai oleh masyarakat Indonesia.

Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan

Wabah ini terbilang masih misterius lantaran penyebabnya belum diketahui secara pasti. Kemenkes melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetiology).

Surat edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya.

Ini menyusul ditetapkannya hepatitis akut sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh WHO. Selain itu, seluruh tenaga kesehatan diwajibkan untuk selalu berkoordinasi dengan dokter spesialis anak untuk menindaklanjuti dan mengawasi dengan ketat penyakit ini, serta melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat. (luc/k16)


 


BACA JUGA

Selasa, 17 Mei 2022 11:10

Majalah Dinding, Literasi Sederhana

Rusmini ASN SD Negeri 006 Samarinda Ulu    Kelas 1…

Selasa, 17 Mei 2022 11:09

Indonesia Menggambar: Deklarasi Hari Menggambar Nasional

Sriningsih Hutomo MEI menjadi bulan penuh warna dan guratan emosi…

Selasa, 17 Mei 2022 11:07

Menyorot Kinerja Keuangan Daerah, Serta Aplikasinya terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Ferdy Sukmadianto ASN Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltim     Kinerja…

Jumat, 13 Mei 2022 10:59

Seleksi KOSN 2022 Bertahap

Haspul Anwar SD 003 Samarinda Utara   Kompetisi Olahraga Siswa…

Jumat, 13 Mei 2022 10:59

Penjelasan Unknown Hepatitis yang Menyerang Anak

Ferry Fadzlul Rahman Dosen Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur…

Selasa, 10 Mei 2022 10:42

Menanti Gebrakan Tim Transisi

Oleh: Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan     ALHAMDULILLAH…

Senin, 09 Mei 2022 21:49

Rektor ITK, Dari Sebuah Jarak

Oleh : Imran Duse   "Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya, …

Jumat, 06 Mei 2022 16:57

Kesadaran Pasca-Ramadan

Oleh : Bambang Iswanto    Seiring dengan masuknya 1 Syawal,…

Jumat, 06 Mei 2022 13:29

"Manusia Gurun" dan Pendidikan Nasional Kita

Oleh : Imran Duse*   DI PENGUJUNG Ramadan lalu, tatkala…

Minggu, 01 Mei 2022 19:46

Prahara Rektor ITK

Catatan Rizal Effendi   CUITAN Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers