MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

UTAMA

Senin, 09 Mei 2022 12:21
Memadati Samarinda-Balikpapan di Momen Idulfitri, Sesaki Mal hingga Serbu Lokasi Wisata
Suasana pantai Manggar Balikpapan saat libur lebaran. FUAD M

Momen Lebaran dimanfaatkan sejumlah warga di Kaltim untuk berlibur. Terutama Samarinda dan Balikpapan yang punya magnet. “Pertukaran” penduduk kedua daerah itu bikin “sesak” dua kota. Belum lagi warga dari daerah sekitar berbondong-bondong datang.

 

Minggu  (8/5) diprediksi menjadi puncak arus balik Idulfitri 1443 H. Nuansa silaturahmi dan berkumpul bersama sanak dan kolega masih kental hingga Sabtu (7/5). Memanfaatkan momen libur cuti bersama. Selebihnya, masih banyak keluarga yang memutuskan mendatangi tempat wisata.

Sandi salah satunya, warga asal Samarinda. Bersama keluarganya yang terdiri dari istri dan dua anak memutuskan berlibur ke Balikpapan. Setelah puas dua hari berkunjung ke tempat keluarga dan tetangga saat Idulfitri, Jumat (6/5) dia pun berangkat ke Balikpapan. Tujuannya pergi berlibur ke pantai.

“Kalau besok (Sabtu) atau Minggu pasti padat. Jadi berangkat hari ini (kemarin) saja,” ucap pegawai swasta itu, saat baru keluar dari Gerbang Tol Karang Joang, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam).

Kata dia, bepergian melalui Tol Balsam membantu perjalanannya lebih singkat. Kurang dari dua jam. Dari arah Karang Joang, dirinya lebih dulu akan mengunjungi mal di Kota Minyak. Setelah itu pergi ke Pantai Segara Sari, Manggar. Trip itu hanya dilaksanakan hingga sore. Setelah itu langsung pulang ke Kota Tepian. Kembali melalui Tol Balsam lewat Gerbang Tol Manggar. “Biar bisa istirahat dan jalan-jalan lagi di Samarinda sebelum masuk kerja Senin (9/5) nanti,” terangnya.

Pantauan awak media di Gerbang Tol Karang Joang tiga hari lalu, kondisinya tidak padat. Arus kendaraan roda empat dan truk lancar keluar masuk gerbang tol. Tidak ada penumpukan maupun antrean panjang. Sementara kepadatan hanya terjadi sebelum Gerbang Tol Manggar. Lantaran banyak kendaraan menuju pantai-pantai di kawasan Balikpapan Timur tersebut.

Direktur Teknik PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) Nanang Siswanto yang dihubungi Kaltim Post menjelaskan, pihaknya sejak awal sudah melakukan langkah-langkah dalam momen arus mudik dan balik. Prediksi dilakukan hampir sama dengan momen liburan lainnya.

Di mana saat pagi, arus kendaraan disebut lebih ramai menuju Balikpapan. Sementara pada sore lebih ramai ke arah Samarinda. “Jadi prediksi di sini hampir sama, karena proyeksinya lalu lintas liburan, bukan arus mudik dan balik,” sebut Nanang.

Data di lapangan, pemantauan volume lalu lintas dari 29 April mencapai 8.678 kendaraan. Angka itu kemudian sempat turun 1 Mei. Kemudian melonjak pada 3 Mei sebanyak 15.275 kendaraan. Dan pada 4 Mei arus lalu lintas (lalin) mencapai 18.332 kendaraan. Rata-rata transaksi harian sekitar 5.500 kendaraan. Namun, terjadi penurunan kendaraan pada 5-6 Mei. “Jika melihat volume kendaraan, lebih banyak yang menuju Balikpapan,” imbuhnya.

Terkait potensi kemacetan khususnya di jalur masuk Gerbang Tol Manggar, PT KBS telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasinya. Baik dengan rekayasa lalin maupun pengaturan waktu traffic light. Dari Kilometer 0 tol sampai depan gerbang tol, sehingga kepadatan di Jalan Mulawarman bisa diminimalisasi.

“Untuk rekayasa ini kendaraan dari arah Kota Balikpapan yang mengarah ke wisata Pantai Lamaru dan Manggar akan dimasukkan ke tol dan berputar di depan GT (Gerbang Tol) Manggar,” ujarnya.

Dalam momen arus mudik dan balik, Nanang menjelaskan upaya PT JBS memudahkan pengguna tol. Antara lain dengan mendirikan empat posko pelayanan. Yakni di Manggar, Rest Area Kilometer 36A, Rest Area Kilometer 36B, dan Palaran di Samarinda.

Di setiap posko ada mobil ambulans dan tim medis yang standby. Selain itu, JBS sudah bekerja sama dengan sejumlah RSUD terdekat dalam penanganan tindakan darurat. Antara lain, RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, Kutai Kartanegara. “Alhamdulillah, di Rest Area Kilometer 36A sekarang juga sudah berdiri SPBU,” tambahnya.

Untuk kecelakaan di Tol Balsam hingga kemarin masih minim. Sejak arus mudik dan balik, baru terjadi satu insiden pada Senin (2/5) sekitar pukul 06.40 Wita. Kecelakaan itu disebabkan human error. Karena saat itu cuaca sedang cerah. “Penyebabnya sopir mengantuk jadi kendaraan keluar lajur (ROW). Korbannya satu orang luka ringan,” ujarnya.

Untuk itu, Nanang berpesan kepada pengguna Tol Balsam untuk lebih berhati-hati. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak. Sedangkan sopir tidak lelah atau mengantuk. Pastikan saldo e-toll cukup. Top-up pun bisa dilakukan di rest area. Jika mengantuk dan lelah, agar istirahat di Rest Area Kilometer 36A (arah Samarinda), Rest Area Kilometer 37B (arah Balikpapan). Paling penting lagi, patuhi peraturan lalu lintas.

“Keselamatan paling utama. Karena keluarga menanti kita di rumah dalam keadaan sehat dan selamat,” pesannya. Di sisi lain, pantauan awak media di jalur konvensional, Jalan Soekarno-Hatta (Balikpapan–Samarinda), kondisi arus lalu lintas pada Jumat (6/5) ramai lancar. Kepadatan hanya terjadi di sejumlah persimpangan.

PERMUDAH AKSES PARIWISATA

Momen libur Idulfitri banyak dimanfaatkan dengan berkunjung ke tempat wisata. Namun, dengan meningkatnya harga tiket pesawat, banyak masyarakat yang lebih memilih mendatangi lokasi wisata terdekat. Dengan kondisi jalan dan akses yang mudah, Samarinda dan Balikpapan menjadi tujuan utama wisatawan khususnya lokal untuk berlibur.

Penggiat pariwisata yang juga pengusaha asal Balikpapan, Gatot Koco menyebut ada perubahan pola wisata sejak pemerintah melonggarkan aturan yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Di mana, kini wisata di alam terbuka menjadi lebih populer. Selain lebih aman dalam menjaga protokol kesehatan, wisata di alam terbuka memberikan kenyamanan dan terapi tersendiri di tengah hiruk pikuk perkotaan. “Itu sebabnya berkunjung ke pantai dan menjelajah alam banyak dilakukan masyarakat saat ini,” ujar Gatot.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan periode 2012-2014 itu mengatakan, momen tingginya arus wisatawan ke Kaltim, khususnya Balikpapan dan Samarinda harus dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah setempat. Pasalnya, hingga kini dia melihat masih terdapat sejumlah aturan dan kebijakan yang dinilai tidak mendukung majunya wisata di Kaltim.

“Saya kasih contoh soal aturan minuman beralkohol khususnya bir. Saya berharap pemerintah bisa lebih longgar dalam hal ini,” ucapnya.

Banyak masukan kepada dirinya soal aturan minum bir di kawasan terbuka khususnya di lokasi wisata alam. Yang menghalangi wisatawan untuk lebih menikmati waktu bersantai mereka. Apalagi bagi turis mancanegara yang memiliki kebiasaan tersebut. Jadi Gatot menginginkan pemerintah mampu sedikit bijak dalam persoalan tersebut.

“Sekarang pemerintah ingin daerahnya seperti Bali. Tetapi untuk hal yang menjadi kebiasaan turis masih dibatasi,” sebutnya.

Gatot menginginkan pemerintah memerhatikan akses menuju lokasi wisata. Karena akses khususnya jalan adalah elemen penting maju dan mundurnya pariwisata di Kaltim. Beruntung Samarinda dan Balikpapan sudah terhubung melalui Tol Balsam. Sementara wilayah lain seperti ke Berau yang terkenal dengan banyaknya wisata alam masih sulit dijangkau karena kondisi jalannya.

“Wisata alam begitu populer sejak pandemi. Namun banyak yang urung menuju ke lokasi tersebut karena terkendala jalan. Juga jangan sampai jalan baru mulus kalau ada pejabat yang datang. Ini kan ironis,” sebutnya.

Baginya berlibur tidak harus jauh dan mahal. Terpenting bisa bersama keluarga atau kolega dan menikmati nuansa dan pemandangan alam sudah cukup. Masih banyak lokasi wisata alam di Benua Etam yang disebut belum tersentuh tangan pemerintah. Padahal sangat berpotensi mendatangkan pendapatan daerah lebih lagi meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Terbaru seperti Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) yang belakangan ramai dikunjungi. “Semua orang penasaran seperti apa sih wilayah yang akan jadi IKN itu. Jadi tidak kaget begitu liburan seperti saat ini, mereka ingin tahu dan merasakan wilayah yang nanti jadi ibu kota,” jelasnya.

Sayangnya, sejumlah persoalan masih mengemuka. Seperti persoalan sampah yang sempat viral. Di mana pengunjung dianggap mengotori Titik Nol IKN. Padahal menurutnya, itu efek ketidaksiapan pemerintah setempat untuk mengakomodasi pengunjung. Seperti menyiapkan bak sampah dan petugas yang mengawasi. “Kalau disediakan bak sampah dan ada papan larangan di sana, saya yakin pengunjung akan sadar,” ujarnya.

Gatot juga minta kepada pemerintah segera menegaskan soal status Titik Nol IKN. Apakah terbuka secara umum atau tidak. Dan sampai kapan masyarakat boleh berkunjung ke sana. Jika memang terbuka untuk umum, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan masuk. Pun ke depan pengunjung tidak ditolak masuk lantaran ditutup sepihak.

“Pasti ke depan ada pembangunan yang tidak boleh diganggu. Itu harus dipastikan dan diumumkan oleh pemerintah seperti apa Titik Nol IKN ini, di tengah banyaknya kunjungan masyarakat,” katanya.

Persoalan sampah di lokasi wisata sebenarnya lebih berangkat dari kesadaran masyarakat. Karena itu pemerintah harus mampu meningkatkan kesadaran tersebut. Seperti di Singapura, yang menekankan pada sanksi. Hingga berujung pada patuhnya warga di sana. Untuk cakupan yang lebih kecil, kelompok dan organisasi yang ada juga harus mampu menciptakan budaya tidak membuang sampah sembarangan.

“Di klub kami, off-roader Balikpapan punya aturan. Anggota yang terbukti buang sampah sembarangan kena denda Rp 500 ribu,” tegas ketua Indonesian Offroad Federation (IOF) Balikpapan itu.

Kaltim baginya memiliki magnet kuat sebagai destinasi wisata. Khususnya sejak ditetapkannya IKN Nusantara. Semua mata bahkan internasional menuju Kaltim. Hal itu baginya haru diimbangi dengan aksesibilitas yang memadai dan kebijakan yang mampu menunjang kenyamanan wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.

“Momen IKN harus dimaksimalkan. Peran pemerintah sangat sentral di sini. Karena yang saya lihat masih kurang sosialisasinya. Manfaatkan semua platform seperti media sosial untuk mendukung kemajuan wisata Kaltim,” bebernya.

OKUPANSI MAL MEMBAIK

Tidak hanya lokasi wisata pantai yang ramai diburu pengunjung. Mal-mal di Kaltim turut merasakan berkah dari libur panjang dan Lebaran tahun ini. Bahkan diperkirakan kondisinya lebih baik dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama. 

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menuturkan, masih menunggu data dari seluruh pengelola mal. Dari yang dia lihat, situasi pengunjung mal layaknya mengulang kembali momen libur pada Desember 2021, saat perayaan Natal dan tahun baru.

Di mana parkiran penuh, hingga pengunjung memenuhi spot maupun asyik berbelanja di tenant-tenant mal. “Pada April 2022 lalu saja, data kunjungan menunjukkan lebih tinggi dibandingkan April 2019 yang merupakan kondisi normal sebelum pandemi,” ungkap Aries. 

“Untuk Mei 2022 kami masih belum akumulasikan. Tapi, dalam sehari sejak hari kedua Lebaran pengunjung yang datang ke mal itu mencapai 12-15 ribu orang. Alhamdulillah, kabar dari teman-teman hotel maupun lokasi wisata lain penuh,” timpalnya.

Peningkatan kunjungan, selain karena libur bersama dan pelonggaran kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), juga ditengarai pemberian tunjangan hari raya (THR). Jadi daya beli cukup meningkat. Dengan begitu, memengaruhi transaksi yang cukup baik di berbagai mal ataupun pusat perbelanjaan lainnya.

Daya beli tersebut diharapkan terus membaik dan terjaga, agar perekonomian segera pulih. Tidak hanya di outlet kuliner, fashion maupun produk lain, Aries juga mengatakan pihak pengelola bioskop turut terdampak selama masa libur Lebaran. Peningkatan transaksi kisaran 25-30 persen.

“Di CGV Plaza Balikpapan saja ramai sampai full booked. Apalagi ada tayang film KKN Desa Penari, sehingga lebih menarik minat pengunjung,” tuturnya. 

Untuk Plaza Balikpapan, dia menyebut jam operasional masih belum berubah. Mulai pukul 11.00–22.00 Wita. Adapun untuk pengunjung di seaside venue pada Senin-Jumat bisa datang pada pukul 14.00–22.00 Wita. Sedangkan Sabtu-Minggu hingga pukul 23.00 Wita.

Bagi pengunjung yang hendak berbelanja di Farmer’s buka lebih awal pukul 09.00 Wita, dan Hypermart pukul 10.00 Wita. Aries mengingatkan bagi pengunjung agar jangan sampai melupakan sampai 8 Mei nanti, Plaza Balikpapan masih memberikan diskon up to 80 persen dan belanja berhadiah.

“Selama Mei, program acara tetap dilakukan. Nantinya, secara rutin di Plaza Balikpapan penampilan budaya Kaltim agar bisa jadi ikon. Kami ingin memberikan nuansa berbeda. Meski sebagai pusat perbelanjaan modern tapi muatan lokal tetap diangkat. Sekaligus melestarikan budaya lokal,” imbuhnya.   

Ditambah lagi dengan penambahan pendatang setelah arus mudik yang diperkirakan mencapai 6 ribu orang akan memberi impact terhadap pusat perbelanjaan di Kaltim. Sehingga, gambaran dari jumlah kunjungan di mal-mal belum terbaca sepenuhnya.

Diharapkan pengelola mal sudah siap dan terus melakukan inovasi untuk memberikan sesuatu yang baru kepada pengunjung. Seperti halnya yang dilakukan pengelola Balikpapan SuperBlock (BSB) yang menambah fasilitas Pantai BSB.

Terutama masih santernya rencana perpindahan ibu kota negara (IKN) di Kaltim menjadi peluang besar bila dimaksimalkan. Agar kunjungan tidak hanya berhenti meningkat seusai libur Lebaran berakhir.

PENERBANGAN

Sementara itu, tidak adanya larangan mudik Lebaran tahun ini membuat jumlah penumpang pesawat mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 30 persen. Namun, persentase itu dinilai belum mengembalikan jumlah penumpang sebelum pandemi.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda Agung Pracayanto menduga, masih terbatasnya jumlah armada yang beroperasi imbas efisiensi saat Covid-19 jadi salah satu penyebab. Padahal, peminat orang ingin bepergian cukup tinggi.

Dikatakan sejak 17 April atau memasuki pekan ketiga Ramadan, terjadi peningkatan traffic penumpang. Sebagai perbandingan pada dua pekan awal Ramadan, jumlah penumpang rata-rata harian sekitar 1.525 orang, baik datang maupun berangkat. Namun sejak memasuki dua pekan terakhir Ramadan, jumlah penumpang rata-rata harian meningkat sekitar 30 persen, yaitu hampir 2 ribu orang per hari (datang dan berangkat). Itu tergambar dari antrean masuk terminal yang mulai terlihat padat.

Namun memang, tahun ini jumlah penumpang belum sebanyak sebelum pandemi. Itu bukan disebabkan rendahnya orang mudik, namun terbatasnya armada yang tersedia akibat Covid-19. Seperti diketahui, saat Covid-19, sejumlah maskapai mengurangi pesawat untuk efisiensi. “Jadi, peningkatan yang terjadi sekarang, angkanya belum menyamai sebelum pandemi,” terangnya, Kamis (5/5).

Jumlah penumpang rata-rata harian pada masa angkutan Lebaran tahun 2022 di Bandara APT Pranoto akan berada sekitar 2.500-2.800 orang per hari. Meski meningkat, jumlah rata-rata harian itu masih di bawah rata-rata harian tahun 2019 yang mencapai 3.500-4.000 orang per hari. Itu disebabkan, rata-rata pesawat hanya 18 movement, hanya ada satu extra flight. Sehingga, peningkatan saat libur mudik belum meningkat signifikan.

“Ketersediaan pesawatnya saja belum kembali seperti sebelum pandemi. Sehingga, belum mengembalikan jumlah penumpang seperti sebelum pandemi,” ungkapnya.

Jumlah pesawat sebelum pandemi di Indonesia mencapai 500 unit. Sekarang hanya sekitar 300. Jadi, masih banyak kapasitas yang hilang. Mungkin, pelan-pelan maskapai bisa mengembalikan keadaan seperti sebelum pandemi. Artinya, demand yang tinggi saat libur Lebaran tahun ini tidak disertai supply yang memadai. Dengan begitu, membuat peningkatannya tidak signifikan. (rom/k16)

Peliput: M RIDHUAN [email protected]NOFFIYATUL CHALIMAH [email protected]

 

 


BACA JUGA

Selasa, 17 Mei 2022 21:16

Polisi Olah TKP Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, 7 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

BALIKPAPAN-Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya, hari ini…

Selasa, 17 Mei 2022 10:22
Objek Perkara seputar Suap dan Perizinan, Target Sidang Akhir Mei

Berkas Rampung, AGM Segera Diadili

Abdul Gafur Mas’ud dan empat orang lainnya, disangka berkomplot dalam…

Selasa, 17 Mei 2022 10:21

Ketegaran para Persit Melepas Suami Bertugas ke Papua

KRI Tanjung Kambani 971 berlayar membawa 450 prajurit Yonif Raider…

Selasa, 17 Mei 2022 10:19
Peneliti INDEF Klaim Pembahasan Sembunyi-Sembunyi

Partisipasi Publik Minim di Pemindahan IKN

BALIKPAPAN-Minimnya partisipasi publik dalam rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN)…

Selasa, 17 Mei 2022 10:06
“Agar Industri juga Mengandung Sentuhan Budaya dan Kemanusiaan”

Pelukis dan Penyair di Pabrik Pupuk

Bagaimana para pelukis dan penyair merespons dinamika industri yang berlangsung…

Senin, 16 Mei 2022 19:50

CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Rudi Mas'ud Imbau Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang 

SAMARINDA – Anggota komisi III DPR-RI, Rudi Mas’ud menghimbau Pemerintah…

Senin, 16 Mei 2022 19:22

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Samarinda, Bikin Longsor dan Pohon Tumbang 

SAMARINDA - Hujan deras disertai angin kencang membuat kota Samarinda…

Senin, 16 Mei 2022 12:18

Pemerintah Siapkan Sumber Listrik untuk IKN, Siap Pakai Tahun Ini

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus dikebut pengerjaannya. Salah…

Minggu, 15 Mei 2022 12:37
Sidang Pemeriksaan Terdakwa Penyuap AGM dan Pejabat PPU (2)

Segel 211 Hektare Lahan di Kecamatan Sepaku Diserahkan ke Bupati

Namanya membahana sepanjang bergulirnya perkara suap yang menyeret Bupati nonaktif…

Minggu, 15 Mei 2022 12:12
Bayan Pastikan Bantuan Pendidikan ke Kampus di Jawa Inisiatif Pribadi

“Walaupun Pribadi, Kasihlah ke Kaltim”

Rakyat Kaltim sebagai penduduk yang menerima dampak langsung dari aktivitas…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers