MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

PRO BISNIS

Senin, 09 Mei 2022 11:30
Sektor Kuliner Kecipratan Rezeki Idul Fitri
RAMAI LAGI: Kunjungan ke kafe dan restoran selama libur Lebaran ini meningkat. Apkrindo Jatim berharap tren itu akan terus berlanjut sampai mendekati normal.

Kinerja kafe dan restoran meningkat selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Di Jawa Timur (Jatim), tingkat kunjungan ke tempat kuliner naik 30 persen. Tren itu menggairahkan industri kuliner tanah air. Para pengusaha kuliner berharap tren tersebut bisa terus berlanjut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono mengakui adanya lonjakan jumlah pengunjung. Khususnya sejak H-14 Lebaran. Sebab, masyarakat mulai percaya diri untuk sekadar makan bersama teman atau rekan kerja. ”Saat itu ramai-ramainya buka bersama. Ditambah izin operasional yang bisa sampai 100 persen,” ungkapnya kepada Jawa Pos  (6/5).

Itulah berkah tersendiri bagi para pengusaha kuliner Jatim. Apalagi, selama dua tahun terakhir, mereka benar-benar harus mengandalkan berjualan secara daring. Sebab, pemerintah masih sangat membatasi mobilitas masyarakat. Selama pandemi, 60 persen penjualan kafe dan restoran berasal dari pesanan digital.

Kendati meningkat, menurut Tjahjono, tren itu belum bisa mengembalikan portofolio bisnis seperti sebelum pandemi. Selama kebijakan PPKM diterapkan, kinerja industri kuliner terpangkas setengah. ”Saat gelombang Omicron awal tahun ini, kinerja kami kembali turun di bawah 50 persen,” jelasnya.

Dia menjelaskan, lonjakan selama Lebaran meningkatkan kinerja industri kuliner Jatim sampai ke angka 80 persen jika dibandingkan dengan kinerja 2019 alias sebelum pandemi.

Sementara itu, Innico Sjahandi menyatakan bahwa kinerja bakery pun menggeliat. Pengusaha roti itu menyebut momen Lebaran sebagai salah satu faktor yang mendongkrak penjualan. Terutama kue kering.

Selama pandemi, memang pemesanan parsel secara unit makin meningkat. Sebab, masyarakat tidak bisa mudik. Kini, meski jumlah parsel sedikit menurun, nilai per parselnya jauh meningkat. ”Yang biasa belanja parsel Rp 500 ribu kini bisa beli Rp 1 juta. Jadi, secara total, kinerja kami meningkat,” paparnya. (bil/c14/hep)


BACA JUGA

Jumat, 13 Mei 2022 13:49

Tekanan Pandemi ke Dunia Kerja Menurun

Jumlah pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang. Pada…

Jumat, 13 Mei 2022 13:48

Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil

BALIKPAPAN - Daya beli masyarakat sempat lesu dampak dari merebaknya…

Jumat, 13 Mei 2022 13:47

Hunian Kamar Hotel Pulih seperti sebelum Pandemi

SAMARINDA – Okupansi hotel berbintang di Kaltim pada Maret 2022…

Jumat, 13 Mei 2022 13:45

Jajaki Pembangunan Pelabuhan di Seputar IKN

BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap pelaku usaha di…

Selasa, 10 Mei 2022 11:57

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di…

Senin, 09 Mei 2022 23:52

Dayang Donna Kembali Maju Pimpin Kadin Kaltim 

SAMARINDA – Dayang Donna Faroek, siap memimpin kembali Kamar Dagang…

Senin, 09 Mei 2022 11:30

Sektor Kuliner Kecipratan Rezeki Idul Fitri

Kinerja kafe dan restoran meningkat selama periode Ramadan dan Idul…

Senin, 09 Mei 2022 11:28
Kriteria Industri Pangan Terkendala Penyimpanan

Siap Serap Lebih Banyak Jagung Lokal

JAKARTA – Produksi jagung dalam negeri hampir bisa memenuhi kebutuhan…

Sabtu, 07 Mei 2022 20:53

Harga Daging di Samarinda Masih Mahal

SAMARINDA–Harga kebutuhan bahan pokok di Samarinda masih tinggi. Ya, sejak…

Jumat, 06 Mei 2022 16:39

Larangan CPO Tak Signifikan Pengaruhi Investasi

JAKARTA - Larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers