MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

NASIONAL

Jumat, 06 Mei 2022 16:24
Pilpres 2024, PPP-PKS Prioritas Kader, Namun Terbuka Opsi Lain

JAKARTA – Penentuan kandidat untuk Pilpres 2024 direspons berbeda oleh setiap partai. Jika Partai Nasdem tahun ini bersiap merekomendasikan satu nama capres, sikap berbeda diambil Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, partainya tak ingin terburu-buru dalam urusan capres. Partai Kakbah itu juga belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai mana dan mendukung siapa. Menurut Arsul, masih ada waktu untuk melakukan pertimbangan.

’’Kami sedang membangun chemistry dulu melalui pembicaraan-pembicaraan dengan partai lain,’’ ujarnya saat dihubungi kemarin (5/5). Komunikasi antarpartai, kata Arsul, dilakukan atas inisiatif PPP maupun ajakan dari parpol lain.

Komunikasi tersebut, lanjut dia, penting untuk membicarakan platform koalisi. Yakni, detail kerja sama yang akan dibangun jika sepakat maju bersama. Sejauh ini, pembicaraan itu masih dalam tahap awal. ’’PPP tidak akan buru-buru bicara soal sosok yang dilirik untuk diusung, baik sebagai capres maupun cawapres, sampai koalisinya terbentuk dulu,’’ imbuhnya.

Arsul menegaskan, PPP akan berupaya menawarkan kader. Yakni, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa sebagai cawapres. Namun, hal itu bukan harga mati. Sebab, PPP berkomitmen membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tokoh nonparpol untuk menjadi capres atau cawapres. ’’Seperti Anies (Anies Baswedan), RK (Ridwan Kamil), Khofifah (Khofifah Indar Parawansa), Erick Thohir, dan lain-lain,’’ tegasnya.

Senada, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan, posisi PKS tahun ini belum akan sejauh Partai Nasdem. PKS masih berfokus pada penguatan kader di internal sembari membangun komunikasi dengan partai lain. ’’Berkomunikasi dengan semua pihak,’’ imbuhnya.

Sesuai keputusan majelis syura, PKS mengangkat Habib Salim Segaf Al-Jufri sebagai satu tokoh nasional dalam bursa pilpres. Namun, Mardani menegaskan, hal itu bukan harga mati. ’’Tidak ada syarat itu. Kecuali sama-sama mencintai negeri dan tulus bekerja untuk rakyat,’’ tegasnya. (far/c18/bay)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers