MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

UTAMA

Senin, 18 April 2022 10:19
Berkah Menjalani Puasa Penderita Hemofilia, Minim Pendarahan saat Ramadan
BERBAGI INFORMASI: Jumaidah (kiri) saat berbincang dengan awak Kaltim Post di kediamannya di Balikpapan, Jumat (16/4). Sebagai penderita hemofilia, menjalankan ibadah puasa justru tak pernah sakit.

Ramadan jadi berkah tersendiri bagi penderita hemofilia. Menjalani puasa bukan halangan. Pengobatan tetap jalan.

 

DI rumah sederhana di ujung gang sempit, belasan orang berkumpul. Di rumah milik Jumaidah di RT 40, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Jumat (15/4) sore. Mereka hendak melaksanakan buka puasa bersama. Kegiatan rutin selama Ramadan yang dilakukan Komunitas Hemofilia Mandiri Balikpapan.

“Tahun ini anggota kami bertambah dua orang. Semua jadi 16 orang,” kata Jumaidah, sekretaris komunitas.

Karena termasuk penyakit langka, jumlah penderita hemofilia memang tidak banyak. Pada 2020 lalu, di seluruh Indonesia tercatat ada 2 ribuan penderita hemofilia A. Sementara di Kaltim, belum ada data resmi. Kebanyakan kasusnya baru diketahui setelah dirawat di rumah sakit akibat pendarahan. “Yang terbaru masih bayi mengalami pendarahan di kepalanya. Kini dirawat di RSKD (RSUD Kanujoso Djatiwibowo) Balikpapan,” kata Jumaidah.

Perempuan berjilbab itu memiliki dua putra. Dua-duanya penderita hemofilia A. Yang tertua, Syaed Muhammad Arkan kini berusia 12 tahun. Sementara adiknya, Muhammad Osama Novanda berusia 2 tahun. Sekilas, keduanya tampak sehat. Bahkan Novanda lincah bermain di luar rumah di antara motor yang terparkir. “Kuncinya sih rutin ya suntiknya. Sama kalau Arkan itu selama puasa dia tidak pernah kambuh,” ujar Jumaidah.

Kata dia, hemofilia tak menjadi halangan berpuasa selama Ramadan. Bahkan selama berpuasa, sangat kecil kemungkinan terjadi pendarahan. Itu yang sudah dibuktikan Jumaidah selama enam tahun. Sejak kelas 1 SD, pertama kali dirinya mengajarkan Arkan berpuasa di Ramadan. “Sudah saya buktikan ke Arkan. Pokoknya selama puasa dia tak pernah sakit,” ungkapnya.

Namun, berbeda kasus bagi penderita yang memiliki penyakit lain. Misalnya mag. Karena ada kasus, saat berpuasa, mag kambuh dan mengakibatkan pembengkakan serta pendarahan.

Jadi, bagi dirinya, setiap penderita memiliki pengalaman dan cara tersendiri menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Karena setiap mereka yang memiliki hemofilia itu tidak sama. Seperti dosis obat rutin saja berbeda. Tingkat keparahan kalau pendarahan. Sampai ketahanan orangnya kalau kambuh. “Ada yang tahan baru suntik kalau udah pendarahan hebat. Ditahan meski sendinya membiru. Saking kuatnya,” sebutnya.

Kebanyakan penderita hemofilia juga tidak pantang untuk mengonsumsi asupan tertentu. Pun selama Ramadan, tidak ada cara khusus agar mereka kuat berpuasa. Semua dijalani secara normal. Aktivitas fisik pun tak dibatasi. Seperti Arkan, yang semangat menjalani sekolah tatap muka dibandingkan daring. “Sayangnya di luar Ramadan, dia (Arkan) tidak mau puasa. Ya namanya masih anak-anak,” ucapnya.

MENUNGGU TERAPI TERBARU

Dunia kedokteran sudah membuktikan jika berpuasa terbukti menyehatkan. Bahkan direkomendasikan bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu. Tentu semua harus dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. “Untuk hemofilia tidak ada hambatan untuk berpuasa,” kata Elsa Maimon, konsultan Hematologi-Onkologi Anak RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Kamis (14/4).

Elsa menyebut, berdasarkan penelitian kedokteran, dalam tubuh seseorang yang berpuasa, sel yang memiliki kelainan atau berpotensi bermutasi, seperti menjadi kanker akan mati dalam periode tertentu. Efek dari berpuasa. Karena itu, sebagai dokter, dirinya tidak menghalangi pasiennya yang muslim untuk tidak berpuasa saat Ramadan. Yang terpenting dijaga pola tidur dan tingkat stresnya.

“Yang terpenting istirahatnya cukup. Kalau puasa ya pola tidurnya diubah. Misal karena bangun sahur, ya tidurnya lebih awal,” jelasnya.

Soal asupan pun, dirinya tidak menambahkan anjuran tertentu. Seperti orang normal pada umumnya, cukup menjaga makanan sehat dan berolahraga ringan secara teratur. Terpenting lagi, pemberian suntikan anti hemofilik faktor tidak boleh terlambat. Bagi orangtua yang memiliki anak penderita hemofilia, disarankan juga tidak terlalu mengekang anaknya untuk beraktivitas.

“Karena dalam penelitian saya, anak dengan orangtua yang cenderung ketat lebih sering mengalami pendarahan dibandingkan orangtua yang biasa saja. Jadi, indikator terburuk adalah keluarga yang terlalu khawatir terhadap kondisi penderita hemofilia,” bebernya.

Selain itu, Elsa mendorong para penderita hemofilia untuk melengkapi vaksinasi Covid-19. Sebab, saat ini dia masih banyak menemukan penderita hemofilia yang enggan disuntik vaksin karena khawatir pendarahan. Padahal pada masa pandemi ini, vaksin penting untuk mengurangi risiko terpapar corona.

Dan yang disayangkannya, ada kasus di mana dirinya sudah memberikan surat rujukan resmi agar penderita hemofilia bisa vaksin, tapi justru ditolak oleh vaksinator. “Inilah pentingnya edukasi. Dan saya berharap bagi teman-teman atau orangtua yang anaknya sudah bisa divaksin tapi enggan divaksin bisa segera vaksin,” ujarnya.

Saat ini terapi untuk penyakit hemofilia disebutnya masih terus berkembang. Terbaru para dokter di Unit Kelompok Kerja (UKK) Hematologi tengah menggencarkan terapi profilaksis untuk diaplikasikan ke penderita hemofilia.

Terapi itu berupa pemberian suntikan rutin seminggu dua kali. Saat ini para dokter berjuang agar terapi itu bisa masuk tanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab besarnya biaya yang harus ditanggung pasien jika menerima terapi ini.

“Dosisnya bergantung berat badan. Paling murah terapi ini menghabiskan Rp 2,5 juta setiap sekali suntikan. Jadi kami sedang berjuang agar terapi ini bisa masuk BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Selain terapi profilaksis, ada kabar dari Amerika Serikat. Di mana dokter hematologi juga mengembangkan imunoterapi sebagai cara menyembuhkan hemofilia. Dalam sebuah suntikan, imunoterapi bertujuan untuk memicu munculnya kekurangan faktor pembeku VIII atau IX. Faktor yang menyebabkan pembekuan darah di dalam plasma darah. Di mana biasanya penderita hemofilia adalah mereka yang kekurangan faktor tersebut.

“Tapi metode ini masih kontroversial. Karena disebut menimbulkan efek munculnya penyakit lain. Dan proses ini masih panjang, karena di Amerika dan Eropa metode ini masih jadi perdebatan sengit,” tukasnya.

Diketahui setiap tahun, pada 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan hemofilia. Peringatan Hari hemofilia cukup penting untuk membangun kesadaran, sehingga diagnosis dini bisa terjadi. (rom/k16)

M RIDHUAN

[email protected]

 

NOFFIYATUL CHALIMAH

[email protected]

  


BACA JUGA

Selasa, 17 Mei 2022 21:16

Polisi Olah TKP Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, 7 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

BALIKPAPAN-Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya, hari ini…

Selasa, 17 Mei 2022 10:22
Objek Perkara seputar Suap dan Perizinan, Target Sidang Akhir Mei

Berkas Rampung, AGM Segera Diadili

Abdul Gafur Mas’ud dan empat orang lainnya, disangka berkomplot dalam…

Selasa, 17 Mei 2022 10:21

Ketegaran para Persit Melepas Suami Bertugas ke Papua

KRI Tanjung Kambani 971 berlayar membawa 450 prajurit Yonif Raider…

Selasa, 17 Mei 2022 10:19
Peneliti INDEF Klaim Pembahasan Sembunyi-Sembunyi

Partisipasi Publik Minim di Pemindahan IKN

BALIKPAPAN-Minimnya partisipasi publik dalam rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN)…

Selasa, 17 Mei 2022 10:06
“Agar Industri juga Mengandung Sentuhan Budaya dan Kemanusiaan”

Pelukis dan Penyair di Pabrik Pupuk

Bagaimana para pelukis dan penyair merespons dinamika industri yang berlangsung…

Senin, 16 Mei 2022 19:50

CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Rudi Mas'ud Imbau Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang 

SAMARINDA – Anggota komisi III DPR-RI, Rudi Mas’ud menghimbau Pemerintah…

Senin, 16 Mei 2022 19:22

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Samarinda, Bikin Longsor dan Pohon Tumbang 

SAMARINDA - Hujan deras disertai angin kencang membuat kota Samarinda…

Senin, 16 Mei 2022 12:18

Pemerintah Siapkan Sumber Listrik untuk IKN, Siap Pakai Tahun Ini

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus dikebut pengerjaannya. Salah…

Minggu, 15 Mei 2022 12:37
Sidang Pemeriksaan Terdakwa Penyuap AGM dan Pejabat PPU (2)

Segel 211 Hektare Lahan di Kecamatan Sepaku Diserahkan ke Bupati

Namanya membahana sepanjang bergulirnya perkara suap yang menyeret Bupati nonaktif…

Minggu, 15 Mei 2022 12:12
Bayan Pastikan Bantuan Pendidikan ke Kampus di Jawa Inisiatif Pribadi

“Walaupun Pribadi, Kasihlah ke Kaltim”

Rakyat Kaltim sebagai penduduk yang menerima dampak langsung dari aktivitas…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers