MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

PRO BISNIS

Senin, 07 Maret 2022 11:42
Perhotelan Berharap “Kue” Pemindahan IKN Nusantara
ilustrasi

Pandemi Covid-19 punya dampak serius bagi bisnis perhotelan. Mulai isu pemecatan karyawan hingga penutupan hotel. Kini mereka mulai bangkit.

 

TIDAK seperti tahun lalu, industri perhotelan di Kaltim tahun ini cenderung stabil. Tingkat okupansi disebut sudah meningkat. Bahkan hotel-hotel di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan penuh tamu setiap akhir pekan dan hari libur.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kaltim Zulkifli menyebut, meski ada lonjakan Covid-19, hotel di Kaltim tidak merasakan dampak yang serius. Penyebabnya karena regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sudah longgar terhadap sektor perhotelan. “Kami ini ‘kan mengikuti anjuran pemerintah. Dan saat ini sudah longgar,” ungkap Zulkifli, Kamis (3/3).

Apalagi dalam perjalanannya, hotel sudah menjadi salah satu lokasi yang telah menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur pemerintah. Artinya, hotel tidak lagi menjadi tempat yang dianggap berpotensi sebagai pusat penyebaran virus. Justru sejumlah hotel dijadikan sebagai penampungan bagi penderita Covid-19 untuk menjalani isolasi.

“Ini bukti hotel mendapat posisi sebagai sebuah tempat dengan protokol kesehatan yang tinggi. Jadi, selama tidak ada larangan untuk hotel, maka kondisinya akan berlangsung normal,” ucapnya.

Di sisi lain, Zulkifli mengakui bertahannya industri perhotelan berkat campur tangan pemerintah. Pemerintah memercayakan hotel sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan, baik skala kecil maupun besar. Itu sebabnya hotel di Kaltim mampu bertahan bahkan menjadi penopang pemulihan ekonomi di tengah Covid-19. “Jujur dari segmen market hotel saat ini cukup besar dari pemerintah. Menyumbang 30-35 persen pendapatan hotel,” jelasnya.

Dirinya juga mencontohkan, sebagai barometer okupansi, hotel-hotel di Samarinda dan Balikpapan saat ini mengalami lonjakan tamu menginap. Terutama pada akhir pekan dan tanggal merah. Bahkan dari pengalaman, dirinya menyebut, hotel berbintang tak pernah memiliki kamar kosong setiap akhir pekan. “Kita terlambat reservasi saja bisa enggak dapat kamar,” ujarnya.

Lonjakan itu juga akibat pengaruh rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Banyak investor yang berdatangan khusus untuk melihat langsung Kaltim. Mengadakan pertemuan, pembicaraan bisnis dan kerja sama hingga mencari tempat untuk menancapkan bisnis di Kaltim. Hotel di Samarinda dan Balikpapan pun jadi pilihan untuk menginap dan lokasi pertemuan. “Di Balikpapan itu luar biasa. Malam Sabtu dan Minggu itu penuhnya bukan main. Saya sendiri merasakannya,” ungkapnya.

Karena yang datang adalah kalangan menengah ke atas, maka hotel bintang 3 dan 4 paling merasakan dampak signifikan. Selain karena lebih memiliki fasilitas dan akomodasi yang lebih baik, juga lebih dipercaya menjadi tempat yang nyaman serta aman selama pandemi. Ditambah kencangnya pemerintah mengadakan pertemuan di hotel berbintang, maka memudahkan investor untuk menjangkau informasi terkait IKN.

“Efek segmen pemerintah ini menarik segmen lainnya. Di sisi lain dengan tidak adanya pelarangan, maka arus tamu pun berjalan seperti biasa,” bebernya.

Pendapatan terbesar hotel juga datang dari layanan food & beverage (F&B). Zulkifli bahkan menyebut, F&B memainkan peranan besar dalam peningkatan keuntungan yang diterima hotel. Apalagi saat awal-awal Covid-19, tamu hotel cenderung sepi, F&B menjadi penopang utama pendapatan hotel. “Di hotel itu pendapatan terbesar itu justru di makanan,” tegasnya.

Zulkifli yakin industri perhotelan akan terus tumbuh selama pandemi. Asal tidak ada aturan yang bisa menurunkan okupansi. Pertumbuhan itu sangat mampu menyumbang pemulihan ekonomi Kaltim. Sebab, setiap layanan yang disediakan di hotel mengandung pajak yang disetor ke pemerintah.

“Contoh, setiap tarif kamar hotel itu, 10 persennya disetor ke pemerintah. Semakin banyak kamar yang dihuni, semakin banyak pula pajak yang hotel setor. Dan tidak hanya kamar. Setiap kegiatan di hotel ada pajaknya,” bebernya.

Untuk itu, PHRI Kaltim meminta pemerintah khususnya di daerah untuk lebih terlibat aktif dalam mengadakan event berbasis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Mulai lokal, nasional, hingga internasional. Dirinya mencontohkan apa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Sirkuit Mandalika benar-benar memantik lonjakan pendapatan hotel di sana.

“Di Kaltim magnetnya adalah IKN Nusantara. Ini yang harus dimanfaatkan agar kegiatan MICE bisa benar-benar diperbanyak khususnya di Samarinda dan Balikpapan,” sebutnya.

Industri perhotelan di Kaltim baginya sudah siap menghadapi segala daya tarik rencana pemindahan ibu kota. Tinggal bagaimana menarik kunjungan ke Kaltim. “Perbanyak event, seminar atau pertemuan internasional sekalian. Yang bisa mendatangkan orang ke Kaltim. Kami sudah siap,” tegasnya.

KEARIFAN LOKAL

Selama pandemi Covid-19, industri perhotelan menjadi salah satu yang paling terdampak. Namun, dalam kurun satu tahun terakhir, dalam berbagai kebijakan khususnya pelonggaran, hotel menjadi salah satu leading sector yang pesat dalam memberikan kontribusi pemulihan ekonomi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek menyebut, dalam perjalanannya sejumlah sektor termasuk perhotelan akan bergantung pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Karena itu, regulasi pemerintah harus tepat dan sejalan dengan isu yang sedang hangat. Seperti di Kaltim, ada pemindahan ibu kota negara (IKN) dan saat ini adalah G20.

“Harus formulasikan insentif industri yang berbasis usaha yang mengubah bahan menjadi barang setengah jadi khususnya pada sektor kerajinan tangan, pertanian, dan perdagangan,” ungkap Donna, Kamis (3/2).

Formulasi itu harus didorong dari sekarang dengan memerhatikan keunggulan komparatif daerah. Hingga akhirnya melahirkan multiplier effect. Dirasakan langsung masyarakat Kaltim dan bisa meningkatkan jumlah pelaku usaha lokal. Tentunya pendapatan daerah meningkat. “Namun keberadaan mereka nantinya dilindungi agar berdaulat sesuai jargon Kaltim saat ini,” sebutnya.

Multiplier effect yang disebut Donna tersebut pada akhirnya akan merambah ke sektor pariwisata dan ruang publik bagi masyarakat. Interaksi ekonomi pada masyarakat, juga akan dirasakan secara berantai ke sektor lain seperti kerajinan, perdagangan, dan pertanian/perkebunan berbasis kerakyatan (praktik agroforestry, regenerative agriculture, dan lainnya). “Jika semua kondisi tersebut dipenuhi, maka salah satunya akan berdampak pada perhotelan,” ujarnya.

Kondisi itu sebenarnya sudah tampak. Perhotelan disebut Donna adalah salah satu industri yang terdepan dalam melakukan transformasi usaha. Luar biasa effort yang mereka lakukan dan hal itu baginya perlu diapresiasi. Dan apa yang dia lihat ke depan, juga perlu dipikirkan kembali menggalakkan fasilitas hotel yang mengusung tema kearifan lokal.

“Dulu kami punya beberapa tempat yang mengusung tema (kearifan lokal) ini dengan konsisten. Itu menjadi sesuatu yang khusus dan banyak dicari wisatawan mancanegara. Saat kondisi nanti bisa benar-benar pulih, itu terkait dengan efek dari IKN ke depan,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno menambahkan, hal yang paling penting saat ini adalah mempertahankan tatanan masyarakat pada masa pandemi. Artinya, bagaimana kebijakan yang dilahirkan bisa membawa masyarakat kuat dan tumbuh di tengah ancaman penyebaran Covid-19.

Itu disebutnya sudah tampak sejak akhir tahun lalu. Di mana masyarakat sudah mulai nyaman dan mampu beradaptasi di tengah peningkatan kasus positif corona meski terjadi lonjakan. “Efeknya nanti pada daya dukung ekonomi di masyarakat,” ujar Alexander.

Belajar dari pengalaman, tidak hanya pemerintah dan masyarakat, kalangan pelaku usaha pada akhirnya akan mengalami fase adaptasi. Mereka yang hingga kini bisa bertahan tak lepas dari kekuatan bisa mengambil keputusan yang tepat di tengah kekacauan pada awal pandemi. Hingga mampu mempertahankan bisnis hingga saat ini. “Banyak pelaku usaha yang sebelumnya menerapkan sistem konvensional kini sudah hybrid. Memanfaatkan sistem online,” ujarnya.

Di sisi lain, ada faktor kesinambungan industri besar di Benua Etam. Khususnya di sektor minyak, gas alam, dan batu bara. Sebab, sebagaimana diketahui, tiga sektor itu memainkan peranan penting dalam ekonomi Kaltim. Becermin dari gejolak ekonomi yang pernah terjadi, setiap perubahan pada tiga industri itu akan berefek domino pada sektor lain. Termasuk perhotelan.

“Meski Kaltim masih bergantung pada industri yang bersifat eksploitasi, namun tidak bisa dimungkiri, kondisi itu hingga ke depan masih menjadi penopang ekonomi sampai ada industri pengganti yang bisa mengimbangi,” jelasnya.

GANDENG ASOSIASI

Peran pemerintah penting dalam kelangsungan industri perhotelan. Mulai pengaruh kebijakan hingga pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Semua dilakukan agar perhotelan tetap bisa bertahan dan tumbuh di masa pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Sri Wahyuni menyebut, selama masa Covid-19, Pemprov Kaltim khususnya dinas yang dipimpinnya sudah melakukan berbagai langkah untuk mendukung sektor perhotelan. Mulai melaksanakan kegiatan berbasis MICE hingga konsinyasi kegiatan lainnya di hotel. “Dalam hal promosi termasuk wisata, kami juga banyak mengambil video dengan latar fasilitas hotel,” ucap Sri, Jumat (4/3).

Selain itu, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi terkait standardisasi akomodasi hotel. Pelatihan terhadap sumber daya manusia (SDM) hotel. Hingga terus mendorong pihak hotel menerapkan cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) sebagai bagian dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Sosialisasi CHSE menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan di tengah pandemi saat ini,” ujarnya.

Selain itu, Sri mendorong sejumlah potensi yang bisa diterapkan di hotel. Saat ini tidak hanya menerima tamu menginap, jamuan makan, layanan food & beverage, hingga kerja sama untuk menerima isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, paket meeting dengan protokol kesehatan yang ketat untuk berbagai segmen, namun hotel juga bisa menjangkau pada menumbuhkan karakteristik hotel itu sendiri. “Caranya dengan meningkatkan pengalaman visitor dengan pengembangan fasilitas unik dan nyaman,” ucapnya.

Fasilitas itu seperti area bermain anak yang interaktif, permainan dan olahraga, yoga dan lainnya sebagai fasilitas staycation. Hotel juga bisa mengembangkan dan mempromosikan kuliner khusus yang khas. “Apalagi jika hotel mampu menciptakan sebuah tempat yang bisa menjadi tempat hangout yang ikonik, maka akan sangat membantu industri ini tumbuh dengan cepat,” imbuhnya.

Menyongsong pemisahan IKN Nusantara, Dispar Kaltim memprioritaskan layanan atau hospitality sebagai bagian yang penting di sektor pariwisata. Untuk itu pihaknya akan menggandeng Indonesian Hotel Manager Association (IHGMA) Kaltim.

Di mana tahun lalu, kerja sama antara Dispar dan IHGMA Kaltim telah dilakukan pelatihan front office (FO) di Maratua, Berau. Dia pun melihat IHGMA juga sudah aktif melakukan berbagai kegiatan dan konsolidasi untuk peningkatan layanan pariwisata. “Tentu dalam prosesnya, pembinaan hotel juga harus dilakukan oleh Dispar di kabupaten/kota,” tuturnya. (rom/k16)


BACA JUGA

Selasa, 17 Mei 2022 10:49

India Stop Ekspor Gandum, Pemerintah-Pengusaha Harus Segera Cari Sumber Alternatif

JAKARTA – Pengamanan pangan dalam negeri menjadi prioritas India. Itu…

Selasa, 17 Mei 2022 10:47

Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Infrastruktur

JAKARTA - Bank Mandiri fokus membidik penyaluran kredit ke sektor…

Selasa, 17 Mei 2022 10:40

PMK, Peternak Lokal Wajib Waspada, Pengiriman Sapi dari Pulau Jawa Stop Sementara

Wabah penyakit kuku dan mulut yang kini menyerang ribuan ekor…

Selasa, 17 Mei 2022 10:35

Ekonomi Belum Sepenuhnya Pulih, Ada 129 Ribu Pengangguran di Kaltim

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Ekonomi juga belum sepenuhnya pulih.…

Jumat, 13 Mei 2022 13:49

Tekanan Pandemi ke Dunia Kerja Menurun

Jumlah pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang. Pada…

Jumat, 13 Mei 2022 13:48

Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil

BALIKPAPAN - Daya beli masyarakat sempat lesu dampak dari merebaknya…

Jumat, 13 Mei 2022 13:47

Hunian Kamar Hotel Pulih seperti sebelum Pandemi

SAMARINDA – Okupansi hotel berbintang di Kaltim pada Maret 2022…

Jumat, 13 Mei 2022 13:45

Jajaki Pembangunan Pelabuhan di Seputar IKN

BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap pelaku usaha di…

Selasa, 10 Mei 2022 11:57

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di…

Senin, 09 Mei 2022 23:52

Dayang Donna Kembali Maju Pimpin Kadin Kaltim 

SAMARINDA – Dayang Donna Faroek, siap memimpin kembali Kamar Dagang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers