Pengakuan ”Warga Binaan” dan Keluarga Terkait Penjara di Rumah Bupati Langkat

- Kamis, 27 Januari 2022 | 08:55 WIB
Hana, suaminya
Hana, suaminya

Mantan ”warga binaan” mengklaim kebutuhan makan, olahraga, dan medis terpenuhi selama berada di bilik berjeruji di rumah bupati nonaktif Langkat. Tapi, tempat itu tak berizin meski BNNK Langkat pernah menyurveinya.

 

TEDDY AKBARI, Langkat

 

SEANDAINYA ada yang meratapi jika ”penjara” itu ditutup, Hana salah satunya. Sebab, di dua bilik berjeruji besi di rumah bupati nonaktif Langkat itulah harapan kesembuhan suaminya ditambatkan.

”Harus tetap ada supaya kalau ada masyarakat kami yang menggunakan narkoba bisa direhab di situ. Di situ tidak dipungut biaya apa pun,” ujar perempuan 25 tahun itu kepada Sumut Pos kemarin (25/1).

Dua bilik tersebut memang masih menjadi teka-teki. Migrant Care, berdasar laporan yang diterima dari masyarakat, menduga ada perbudakan di balik penjara di rumah Terbit Rencana Perangin Angin itu. Puluhan orang di dalamnya dipekerjakan di kebun sawit sejak pagi sampai sore, lalu malamnya dikunci di balik sel.

Ada dugaan pula terjadi penyiksaan di sana. Dari foto yang beredar luas sebelumnya memang tampak ada ”warga binaan” yang wajahnya lebam.

Penjara itu terungkap seiring terciduknya Terbit Rencana dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi pekan lalu. Dia kini ditahan di Jakarta.

Puluhan orang yang sebelumnya berada di bilik-bilik berjeruji besi di rumah bupati Langkat itu sudah tidak ada di sana. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat sudah melakukan asesmen terhadap mereka di Kantor Camat Kuala kemarin (25/1).

Di sisi lain, Polda Sumut menyebutkan bahwa penjara yang berdiri sejak 2012 itu merupakan tempat rehabilitasi narkoba. Meski memang tidak berizin. BNNK Langkat yang pernah meninjau pada 2017 juga membenarkan bahwa tempat tersebut tidak berizin.

Hana memperkuat tengara polisi itu. ”Setelah adanya panti rehabilitasi yang dibuat bapak ini, banyak masyarakat yang menggunakan narkoba memang diserahkan orang tuanya untuk dibina di sini,” ujar Hana yang suaminya, Jefri Sembiring, menjalani rehabilitasi narkoba di tempat tersebut sejak tiga bulan belakangan.

Dia menyatakan, suaminya bekerja sebagai pedagang dan keterlibatannya sebagai pecandu narkoba terjadi sejak beberapa tahun lalu. ”Banyak yang sembuh dari situ,” kata perempuan asal Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, itu.

Dia juga menepis dugaan kerja paksa. ”Kerja paksa benar-benar tidak ada karena saya satu kampung dengan bapak itu. Yang dibilang pemberitaan di media sosial bahwa makan dua kali juga benar-benar tidak ada,” ujar dia.

Halaman:

Editor: izak-Indra Zakaria

Tags

Rekomendasi

Terkini

Siapkan Formasi Fresh Graduate Pindah ke IKN

Rabu, 24 Januari 2024 | 23:00 WIB

Truk Ambles di Drainase Proyek DAS

Rabu, 24 Januari 2024 | 11:31 WIB

Pengedar Sabu Diciduk Polisi saat Terlelap di Kamar

Rabu, 24 Januari 2024 | 11:30 WIB

Anies Prioritaskan Ketersediaan Lapangan Kerja

Rabu, 24 Januari 2024 | 11:27 WIB

Jepang vs Indonesia, Maju Tak Gentar...!!

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:23 WIB

ASTAGA..!! Ada 26 Motor Hilang di Depan BIGmall

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:16 WIB

Menantu Luhut Jadi Komisaris Utama Pindad

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:11 WIB

Babinsa Sungai Dama Antar Warga ke Rumah Sakit

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:09 WIB

18 Kecamatan di Kukar Kekurangan Pengawas TPS

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:08 WIB

Algaka Pelanggar di Kukar Mulai Ditertibkan

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:05 WIB

Karena Pemilu, Kasus Korupsi KPU Mahulu Terhambat

Rabu, 24 Januari 2024 | 10:05 WIB
X