MANAGED BY:
SABTU
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

UTAMA

Selasa, 25 Januari 2022 12:23
Manipulasi Data Royalti Tambang, Dituntut Delapan Tahun Penjara
Suasana sidang.

SAMARINDA–Jaksa Melva Nurelly dan Rosnaeni Ulva menilai ada kerugian negara karena ulah Hartono yang memanipulasi laporan gross calorific value (GCV), atau nilai kotor kalori batu bara yang dijual CV Jasa Andika Raya (JAR) pada 2019. Jumlah kerugian itu mencapai Rp 4,53 miliar. Nilai itu terungkap selepas mengevaluasi 14 transaksi penjualan batu bara dalam akun e-PNPB (Pendapatan Nasional Bukan Pajak Elektronik) milik perusahaan tambang yang memiliki konsesi di Loa Kulu, Kutai Kartanegara itu.

 “Transaksi itu menggunakan data GCV yang tak sesuai hasil surveyor,” ungkap duo jaksa asal Kejati Kaltim itu dalam persidangan virtual di Pengadilan Tipikor Samarinda, (24/1). Hasil pemeriksaan kalori oleh beberapa surveyor menuangkan, GCV, batu bara CV JAR memiliki kalori sebesar 6.668 kcal per kg. Namun, terdakwa menggunakan dokumen GCV yang menyatakan kalornya sekitar 4.700 kcal per kg. Dengan perubahan itu, royalti yang dibayarkan untuk menjual batu pun menyusut. Dari yang seharusnya 7 persen menjadi 3 persen.

“Total royalti riil sekitar Rp 5,3 miliar. Tapi karena manipulasi dokumen itu, terdakwa hanya membayar royalti sebesar Rp 779 juta. sehingga ada pergeseran sekitar Rp 4,53 miliar yang tak masuk ke kas negara,” lanjut jaksa Ulva membaca amar tuntutan. Perbuatan korupsi memanipulasi kian kompleks. Lantaran adanya dualisme kepemilikan izin konsesi CV JAR. Munculnya dualisme ini karena pemilik awal perusahaan yang bernama Joni Juanda, menjual izin usaha pertambangan (IUP) yang dipunyainya kepada dua orang. Yakni, Syamsu Alam dan Diki Kurniawan.

Terdakwa memanfaatkan surat kuasa selaku direktur cabang dan kuasa direktur yang diberikan Syamsu Alam kepada dirinya. Bahkan, 14 transaksi itu dilakukannya selama dirinya ditahan karena perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan Diki Kurniawan. “Hal itu dilakukannya dengan bantuan dua broker tambang bernama Reza (dikonfirmasi meninggal dunia pada 2021) dan Muslim,” jelasnya. Merujuk fakta di persidangan, CV JAR bukan lagi milik Joni Juanda atau Syamsu Alam karena lewat akta notaris terbaru yang diteken Joni Juanda.

Izin tersebut kini milik Diki Kurniawan. Namun terdakwa justru mendampingi Joni Juanda dan Irwan Santoso untuk mengaktifkan kembali akun Minerba One Data Indonesia (MODI), Minerba Online Monitoring System (MOMS), dan e-PNBP k CV JAR ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM di Jakarta. Dari 14 transaksi itu pula, terungkap ada dua transaksi yang tak membayar royalti lewat akun e-PNBP CV JAR, ada dua penjualan batu bara yang tak terinput data royaltinya. Sepanjang persidangan pula, lanjut Melva ketika gilirannya membaca, terdakwa tak bisa membuktikan ke mana saja batu bara itu dijual.

Padahal hal ini menjadi kewenangan terdakwa untuk membeber. “Menurut saksi dari Dirjen Minerba Kemen ESDM yang telah dihadirkan, data yang terinput dalam e-PNBP hanya besaran kalori dan jumlah pajak yang wajib dibayar. Ke mana batu bara dijual sepenuhnya dibuat dalam laporan lain,” jelasnya. Karena itu, duo JPU ini menilai, terdakwa Hartono jelas terbukti melanggar dakwaan primer yang mereka sangkakan, yakni Pasal 2 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diperbarui dalam UU 20/2001.

“Dengan pemaparan tersebut kami JPU menuntut terdakwa selama 8 tahun pidana penjara,” kata dua beskal ini. Selain hukuman pidana, mereka menerapkan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan pidana kurungan. Tak sampai di situ, JPU juga meminta agar royalti sebesar Rp 4,53 miliar yang tak masuk ke kas negara lantaran manipulasi laporan oleh terdakwa diterapkan menjadi uang pengganti kerugian negara. “Jika uang pengganti tak dibayar paling lambat 30 hari setelah perkara inkrah. Maka harta benda terdakwa akan disita untuk menutupi kerugian negara tersebut. jika tak jua mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tutup kedua jaksa itu.

Mendengar tuntutan yang dibacakan JPU, majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda yang dipimpin Hasanuddin bersama Arwin Kusmanta dan Suprapto, memberi waktu terdakwa dan kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan pada persidangan selanjutnya. “Kita lanjut kembali pada 31 Januari 2022 dengan agenda pembacaan pembelaan atau pledoi,” kata Hasanuddin menutup persidangan. (ryu/riz/k8)


BACA JUGA

Jumat, 20 Mei 2022 14:31
Proyek Lanskap Kantor Bupati PPU Awal Mula Suap Mengalir

2,6 Tahun Pidana Penjara untuk Penyuap AGM Cs

Dari 15 proyek pengadaan barang dan jasa, Ahmad Zuhdi selaku…

Jumat, 20 Mei 2022 14:29
Terkait Dana CSR, Khusus Pertambangan Diharap Cuma Satu Forum

Soal CSR, Bayan: Jangan Cuma Kami yang Diperiksa

SAMARINDA-Banyaknya forum corporate social responsibility (CSR) turut membingunkan perusahaan. Padahal,…

Jumat, 20 Mei 2022 11:29

Keran Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Yakin Harga Minyak Curah akan Murah

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (19/5) mengumumkan pencabutan larangan ekspor…

Jumat, 20 Mei 2022 10:08

Siapkan Audit, Pemprov Cari Tahu Jumlah Dana yang Disalurkan Perusahaan

Panitia khusus CSR yang disuarakan DPRD Kaltim diharapkan tak sekadar…

Jumat, 20 Mei 2022 10:06

Masuk Tim Ahli, Prof Masjaya Sebut Daya Tarik dan Magnet IKN Modal Utama

BALIKPAPAN-Tim transisi mengemban tugas berat dalam menyukseskan pemindahan Ibu Kota…

Kamis, 19 Mei 2022 12:44
Jika Sudah Mendapat Vaksin Dosis II dan III

Prokes Dilonggarkan, Traveling Tak Perlu PCR-Antigen Lagi

Satu demi satu aturan ketat yang dibuat pemerintah untuk menekan…

Kamis, 19 Mei 2022 11:12

CSR Perusahaan Perlu Diaudit, DPRD Gulirkan Pansus, Pemprov Desak Perda Direvisi

Dari 100 juta ton saja produksi tambang batu bara di…

Kamis, 19 Mei 2022 10:00

Balikpapan Berisiko Tinggi Hepatitis Akut

ADANYA dugaan satu kasus hepatitis akut misterius di Kaltim, membuat…

Selasa, 17 Mei 2022 21:16

Polisi Olah TKP Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, 7 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

BALIKPAPAN-Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya, hari ini…

Selasa, 17 Mei 2022 12:24

Kebakaran di Area Kilang Minyak Balikpapan, Dalam Setahun Sudah 4 Kali Kejadian

Recovery operasional kilang Balikpapan terus dilakukan Pertamina untuk memastikan plant…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers