MANAGED BY:
SABTU
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

NASIONAL

Sabtu, 22 Januari 2022 10:48
Tes Antropometri dan HB Jadi Syarat Nikah

JAKARTA – Genderang perang terhadap stunting sudah ditabuh pemerintah. Tak hanya dari sisi penanganan, pemerintah juga bakal habis-habisan dari sisi pencegahan. Salah satunya, intervensi pada calon pasangan yang bakal menikah. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan terkait percepatan penurunan stunting ini. Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) diminta mensinkronisasikan programnya terkait stunting. Termasuk, soal anggaran stunting yang harus terdistribusi dan digunakan secara tepat sasaran serta tak tumpang tindih. 

Menurutnya, prevalensi stunting dari tahun 2019 sampai 2021 sudah mengalami penurunan. Namun, perlu dilakukan sejumlah inovasi agar target penurunan stunting 3-3,5 persen per tahun tercapai. 

”Sehingga tercapai target 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target RPJMN,” ujarnya usai rapat tingkat menteri terkait percepatan penurunan stunting secara virtual, (20/1). 

Sejumlah intervensi yang telah disusun meliputi, memastikan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri dan ibu hamil, melengkapi Puskesmas dengan USG untuk mempertajam identifikasi ibu hamil, menamba pengeluaran konsumsi protein hewani balita, revitalisasi proses rujukan balita dan balita stunting, hingga perbaikan lingkungan sanitasi air bersih. 

Selain itu, pemerintah akan mewajibkan pemeriksaan kesehatan calon pengantin dan kursus calon pengantin. Kedua program di bawah koordinasi kepala BKKBN dan Kementerian Agama ini akan fokus untuk memberikan pembekalan soal kesehatan reproduksi, kesehatan keluarga, ekonomi keluarga, serta membangun keluarga yang teguh dan penuh kasih sayang. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, pemeriksaan kesehatan calon mempelai ini bakal dijadikan syarat untuk menikah. Hal ini pun sudah dikomunikasikan dengan menteri agama. Nantinya, pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan tiga bulan sebelum pernikahan. 

”Pemeriksaan itu kita cari yang paling sederhana, yaitu antropometri,” ungkapnya. Antropometri ini pemeriksaan untuk menentukan apakah calon mempelai perempuan undernutrition atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas. Setelahnya, dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mengetahui sang calon mempelai perempuan memiliki anemia atau tidak.

 Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas-puskesmas terdekat. Nantinya, data akan dibantu dimasukkan oleh petugas pendamping keluarga ke aplikasi Elsimil. Calon mempelai kemudian menerima surat keterangan seperti sertifikat untuk kemudian digunakan mendaftar nikah di KUA. 

Lalu, bagaimana bagi yang tak lolos tes kesehatan? Hasto memastikan, hal tersebut tak lantas membuat pengajuan pernikahan mereka ditolak atau harus ditunda. Namun, calon pengantin perempuan akan diberi arahan khusus. Missal untuk yang memiliki HB kurang dari 11,5 akan diberi TTD untuk diminum selama 90 hari. 

”Makanya pemeriksaan ini wajib dilakukan 3 bulan sebelum menikah, dengan harapan kalau anemia lalu diberikan tablet tambah darah bisa terpenuhi HB-nya,” paparnya. Kalaupun tidak, lanjut dia, calon mempelai perempuan tetap disarankan konsumsi TTD dan bisa dipertimbangkan penundaan kehamilan setelah HB di atas 11,5. 

Hasto menegaskan, pemeriksaan ini penting lantaran nantinya calon pengantin perempuan yang akan hamil. Selain demi kesehatan sang calon ibu, juga untuk meminimalisir risiko bayi premature bahkan kematian janin. (mia)


BACA JUGA

Jumat, 20 Mei 2022 14:41

Satgas: Tak Ada Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Mudik

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa pasca periode mudik lebaran, belum…

Jumat, 20 Mei 2022 12:54

Setelah Dua Hari, 800 Orang Lebih ”Lepas” dari Kapal Kandas

Ratusan orang itu seperti baru lepas dari kurungan bersama-sama. Mereka…

Kamis, 19 Mei 2022 14:35
Tak Bakal Pengaruhi Hubungan Kedua Negara

UAS Ditolak Karena Dianggap Sebarkan Ajaran Ekstremis

JAKARTA – Pemerintah Singapura akhirnya angkat bicara mengenai penolakan masuk…

Kamis, 19 Mei 2022 13:42

Tahapan Pemilu Tetap Start Bulan Depan, Kendati Penetapan PKPU Lamban

Draf rancangan sudah rampung. Pengesahan PKPU terbentur urusan durasi kampanye.…

Kamis, 19 Mei 2022 12:38

Jadi Tersangka, Jaksa Agung Sebut Lin Che Wei Sakti, Sangat Didengar Dirjen Kemendag

 Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menetapkan…

Selasa, 17 Mei 2022 10:58

PMK Sapi Ditemukan di 10 Provinsi

JAKARTA – Daerah yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK)…

Selasa, 17 Mei 2022 10:57
Penderita Mayoritas Anak yang Belum Divaksin

Hepatitis Akut Diduga Dampak Long Covid-19

JAKARTA – Penyebab hepatitis akut misterius masih terus diteliti. Epidemiolog…

Selasa, 17 Mei 2022 10:55

Hepatitis Kemungkinan Bukan Karena Soal Imun

JAKARTA- Penyakit Hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya atau Hepatitis of…

Minggu, 15 Mei 2022 12:44

Koalisi Bentukan Golkar-PAN-PPP, Penuhi Syarat Usung Capres

JAKARTA – Peta politik menjelang Pemilu 2024 makin dinamis. Terbaru,…

Sabtu, 14 Mei 2022 23:04

PWI Pusat Kutuk Kekejian Israel Atas Pembunuhan Wartawan Palestina, Serukan Penyelidikan Independen

JAKARTA—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras pembunuhan wartawan Al…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers