MANAGED BY:
SABTU
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

NASIONAL

Jumat, 21 Januari 2022 12:24
Indikasi Kerugian Sewa Pesawat Capai Rp 3,6 Triliun

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia ke penyidikan. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengumumkan penyidikan tersebut (19/1). Selain dugaan korupsi terkait dengan pengadaan dan sewa pesawat ATR 72-600, Kejagung juga sudah melangkah ke pesawat Bombardier.

Sesuai dengan keterangan yang dia sampaikan sejak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut, Burhan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan. Selain ATR 72-600, pesawat Bombardier kini ikut jadi fokus Kejagung. ”Ada beberapa pengadaan, kontrak, pinjam, atau apapun nanti kami masih akan kembangkan,” tegasnya.

Meski belum menyampaikan secara terbuka, Burhan sudah menyebut-nyebut nama beberapa perusahaan besar bidang penerbangan. ”Mulai dari ATR, Bombardier, kemudian Airbus, Boeing, dan Rolls-Royce. Kami akan kembangkan, kami akan tuntaskan,” bebernya. Dalam penyidikan kasus tersebut, Kejagung akan berkoordinasi secara intens dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu mereka lakukan lantaran KPK sudah lebih dulu menangani kasus korupsi di Garuda Indonesia. Eks Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Emirsyah Satar bahkan sudah dinyatakan bersalah dan dihukum di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Berdasar penyidikan Kejagung sejauh ini, kerugian keuangan negara dalam kasus yang dilaporkan Erick muncul di era kepemimpinan Emir.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah membeberkan, kerugian keuangan negara ketika Emir menjabat dirut Garuda memang sudah diungkap oleh KPK. Namun demikian, Kejagung menemukan kerugian keuangan negara masih terjadi. ”Oleh karena itu, jaksa agung perintahkan kepada kami untuk melakukan penyidikan,” imbuhnya.

Penyidikan tersebut dilaksanakan untuk melihat secara lebih jelas pihak yang harus mempertanggungjawabkan kerugian keuangan negara tersebut. ”Di luar yang sudah ditetapkan oleh KPK dan bagaimana kerugian itu bisa kami upayakan untuk bisa dikejar,” jelas Febrie. Dia menegaskan, selain proses hukum, Kejagung ingin pemulihan aset negara atas kerugian tersebut diupayakan secara maksimal.

Berdasar data yang dimiliki oleh Jampidsus Kejagung sejauh ini, Febrie menyebutkan bahwa indikasi kerugian keuangan negara di kasus dugaan korupsi Garuda Indonesia yang tengah mereka tangani cukup besar. ”Untuk pengadaan sewa saja, indikasinya sampai sebesar Rp 3,6 triliun,” ujarnya. Dengan kerja sama yang baik antara Kejagung dan KPK, dia optimistis penanganan kasus tersebut bakal berjalan lebih mudah.

Sebab, dari penanganan kasus yang sudah dilakukan oleh KPK sudah ada alat bukti. Kemudian KPK juga telah mendapatkan konstruksi pembuktian. ”Oleh karena itu, untuk kelanjutannya kami akan intens melakukan koordinasi ke KPK,” terang dia. Kejagung yakin upaya mengungkap kejahatan korupsi yang membuat maskapi kebanggan masyarakat Indonesia itu merugi bakal tuntas. (syn/)


BACA JUGA

Jumat, 20 Mei 2022 14:41

Satgas: Tak Ada Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Mudik

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa pasca periode mudik lebaran, belum…

Jumat, 20 Mei 2022 12:54

Setelah Dua Hari, 800 Orang Lebih ”Lepas” dari Kapal Kandas

Ratusan orang itu seperti baru lepas dari kurungan bersama-sama. Mereka…

Kamis, 19 Mei 2022 14:35
Tak Bakal Pengaruhi Hubungan Kedua Negara

UAS Ditolak Karena Dianggap Sebarkan Ajaran Ekstremis

JAKARTA – Pemerintah Singapura akhirnya angkat bicara mengenai penolakan masuk…

Kamis, 19 Mei 2022 13:42

Tahapan Pemilu Tetap Start Bulan Depan, Kendati Penetapan PKPU Lamban

Draf rancangan sudah rampung. Pengesahan PKPU terbentur urusan durasi kampanye.…

Kamis, 19 Mei 2022 12:38

Jadi Tersangka, Jaksa Agung Sebut Lin Che Wei Sakti, Sangat Didengar Dirjen Kemendag

 Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menetapkan…

Selasa, 17 Mei 2022 10:58

PMK Sapi Ditemukan di 10 Provinsi

JAKARTA – Daerah yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK)…

Selasa, 17 Mei 2022 10:57
Penderita Mayoritas Anak yang Belum Divaksin

Hepatitis Akut Diduga Dampak Long Covid-19

JAKARTA – Penyebab hepatitis akut misterius masih terus diteliti. Epidemiolog…

Selasa, 17 Mei 2022 10:55

Hepatitis Kemungkinan Bukan Karena Soal Imun

JAKARTA- Penyakit Hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya atau Hepatitis of…

Minggu, 15 Mei 2022 12:44

Koalisi Bentukan Golkar-PAN-PPP, Penuhi Syarat Usung Capres

JAKARTA – Peta politik menjelang Pemilu 2024 makin dinamis. Terbaru,…

Sabtu, 14 Mei 2022 23:04

PWI Pusat Kutuk Kekejian Israel Atas Pembunuhan Wartawan Palestina, Serukan Penyelidikan Independen

JAKARTA—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras pembunuhan wartawan Al…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers