MANAGED BY:
SELASA
17 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

PRO BISNIS

Jumat, 21 Januari 2022 12:11
Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter belum sepenuhnya diikuti oleh ritel di Balikpapan. Berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada yang memasang harga di atas ketentuan.

 

BALIKPAPAN – Salah satunya Hero Mal Balikpapan Baru. Pada pukul 14.30 Wita harga minyak goreng di sana belum mengalami perubahan. Di bagian rak barang, terlihat deretan minyak kemasan satu liter dari Sedaap dibanderol Rp 21.700, Sunco Rp 23.400, Bimoli Rp 22.800, Tropical Rp 23.600. Sedangkan kemasan dua liter Bimoli Rp 42.400 dan Tropical Rp 43.300. Sayang, kepala store manager tidak berada di tempat dikarenakan libur sehingga tidak bisa dikonfirmasi.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman mengaku sudah berkunjung ke ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Dia menyebut, baik itu Alfamidi maupun Indomaret telah menjual minyak goreng Rp 14 ribu. Pembeli pun dibatasi hanya 2 liter. Harga berlaku bagi seluruh merek.

Meski demikian, dia mengakui masih ada ritel yang belum sepenuhnya melakukan penyesuaian. Dari itu, Arzaedi menegaskan agar ritel anggota Aprindo segera melakukan penyesuaian. Sesuai kebijakan surat edaran Menteri Perdagangan yang berlaku mulai Rabu (19/1) minyak goreng per liter kini Rp 14 ribu.

Kepada masyarakat pun diharapkan bisa bijak. Pembelian 2 liter dapat digunakan dalam satu kepala keluarga. Agar stok tidak langka dan mampu mencukupi kebutuhan jelang puasa serta Idulfitri nanti.

“Dinas Perdagangan diminta melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Dari ritel yang tergabung di dalam Aprindo seperti Hero belum penyesuaian alasannya karena sistem terpusat. Sekarang mereka masih berproses. Kami juga sudah melakukan laporan, jika besok belum dilakukan penyesuaian akan kembali dilaporkan, dan tidak menutup kemungkinan pusat akan melakukan evaluasi terhadap ritel tersebut,” bebernya.

Dia menuturkan bagi ritel besar tidak ada jangka waktu. Penyesuaian harus segera diberlakukan sejak ada aturan baru tersebut. Bila pada laporan kedua ternyata tidak mematuhi kebijakan bisa saja pusat nanti mencabut izin penjualan dan seterusnya. Itu diharapkan jangan sampai terjadi karena mengganggu stabilitas perekonomian kota.

“Semoga besok sudah disesuaikan semua, paling lambat nanti malam (kemarin malam) agar besok (hari ini) tidak ada lagi yang menjual di atas Rp 14 ribu,” ucap Arzaedi.

Lanjutnya lagi, terkait ritel lokal yang ingin menjual dengan harga subsidi tersebut dapat membuat permohonan ke pusat. Adapun mekanisme ke pasar tradisional itu diberikan jangka waktu selama seminggu ke depan, hanya dia belum menerima mekanisme pastinya.

Arzaedi juga berpesan kepada penjual di toko-toko kecil di permukiman maupun pasar tidak menjual minyak goreng dengan harga yang begitu jauh berbeda.

Sonny Yuwono, direktur utama sekaligus pemilik Maxi Swalayan menuturkan, regulasi dari Kementerian Perdagangan terkait minyak goreng memang telah diumumkan. Namun, untuk ritel lokal distributor masih kebingungan. Walau begitu, dia akan berusaha agar pihaknya juga bisa menjual dengan harga yang sama, Rp 14 ribu per liter. Bahkan proses penyesuaian sudah dilakukan sejak kemarin.

“Walaupun dari pihak distributor kami belum ada kepastian. Namun, karena kami ini bekerja niatnya demi melayani masyarakat, proses penurunan harga tetap dilakukan. Nanti diusahakan bagaimana caranya agar bisa dapat subsidi dari pemerintah, karena juplaknya dan aturan mainnya masih belum jelas,” ungkapnya.

Walau harga minyak goreng melambung sejak akhir tahun 2021 lalu, penjualan masih tetap normal. Tetapi, kini harga kulakan baru terus naik. Itulah masalah yang selalu dihadapi pengusaha ritel saat ini, selalu berkejaran dengan harga. Diharapkan dengan pemerintah menggelontorkan bujet hingga Rp 7,6 triliun untuk subsidi nasional minyak goreng selama enam bulan dapat aman terkendali.

“Saya rasa untuk panic buying tidak, karena subsidi juga berjalan enam bulan. Semenjak pandemi stok barang melimpah, kelangkaan belum ada. Sekarang lebih banyak supply daripada demand. Beras masih stabil, gula ada kenaikan sedikit setelah Nataru. Kenaikan radikal ya di minyak goreng, sebab CPO naik turut berimbas ke detergen dan sabun. Melalui subsidi yang diberikan pemerintah diharapkan daya beli masyarakat lebih baik,” kata Sonny.

Awak media juga turut memantau Maxi di Kampung Timur di mana harga lama sebelumnya satu liter Bimoli sempat dijual seharga Rp 21.200, Sedap Rp 21.525, Sania Rp 19.000 dan Fortune Rp 20.375 itu dilakukan penyesuaian seharga Rp 14 ribu jelang sore hari. “Harga Rp 14 ribu itu berlaku semua mereka dan kita upayakan berlaku sejak siang ini juga (kemarin),” imbuhnya. (ndu/k15)

Ulil Muawanah

[email protected]


BACA JUGA

Selasa, 17 Mei 2022 10:49

India Stop Ekspor Gandum, Pemerintah-Pengusaha Harus Segera Cari Sumber Alternatif

JAKARTA – Pengamanan pangan dalam negeri menjadi prioritas India. Itu…

Selasa, 17 Mei 2022 10:47

Bank Mandiri Genjot Pembiayaan Infrastruktur

JAKARTA - Bank Mandiri fokus membidik penyaluran kredit ke sektor…

Selasa, 17 Mei 2022 10:40

PMK, Peternak Lokal Wajib Waspada, Pengiriman Sapi dari Pulau Jawa Stop Sementara

Wabah penyakit kuku dan mulut yang kini menyerang ribuan ekor…

Selasa, 17 Mei 2022 10:35

Ekonomi Belum Sepenuhnya Pulih, Ada 129 Ribu Pengangguran di Kaltim

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Ekonomi juga belum sepenuhnya pulih.…

Jumat, 13 Mei 2022 13:49

Tekanan Pandemi ke Dunia Kerja Menurun

Jumlah pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang. Pada…

Jumat, 13 Mei 2022 13:48

Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil

BALIKPAPAN - Daya beli masyarakat sempat lesu dampak dari merebaknya…

Jumat, 13 Mei 2022 13:47

Hunian Kamar Hotel Pulih seperti sebelum Pandemi

SAMARINDA – Okupansi hotel berbintang di Kaltim pada Maret 2022…

Jumat, 13 Mei 2022 13:45

Jajaki Pembangunan Pelabuhan di Seputar IKN

BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap pelaku usaha di…

Selasa, 10 Mei 2022 11:57

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di…

Senin, 09 Mei 2022 23:52

Dayang Donna Kembali Maju Pimpin Kadin Kaltim 

SAMARINDA – Dayang Donna Faroek, siap memimpin kembali Kamar Dagang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers