MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

MANCANEGARA

Selasa, 18 Januari 2022 12:47
Imlek Jadi Harapan Dongkrak Ekonomi, Fasilitas Kesehatan AS Mulai Terdesak

BEIJING– Kasus Covid-19 di Tiongkok masih tinggi. Kebijakan ketat diambil. Meski begitu pemerintah pusat tak mau ini berdampak pada perayaan Imlek atau tahun baru warga Tionghoa yang berlangsung pada 1 Februari mendatang.

Pemerintah daerah diminta untuk membuat kebijakan yang membantu mendongkrak konsumsi penduduk dan menggeliatkan perekonomian. ’’Pemerintah daerah harus menghindari aturan pandemi yang disederhanakan yaitu satu kebijakan untuk semua, serta meminimalkan dampak langkah yang diambil pada kehidupan masyarakat,’’ bunyi pernyataan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC) Tiongkok (16/1).

Biasanya penduduk Tiongkok mulai pulang ke kampung halaman 15 hari sebelum hari raya tiba. Itu berlangsung hingga 40 hari. Mereka menyebutnya dengan Chunyun. Mudik imlek merupakan migrasi manusia terbesar di dunia setiap tahunnya.

NDRC menegaskan bahwa tempat-tempat yang beresiko rendah boleh melakukan perjalanan pendek dari wilayah perkotaan ke pedesaan. Suplai bahan pokok sehari-sehari selama masa liburan juga harus ditingkatkan. Mereka juga mendukung perkembangan pasar properti yang sehat. Pemerintah daerah diminta melakukan pengawasan agar persaingan tidak sehat dan monopoli selama periode libur tahun baru imlek bisa dihindari.

’’Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menarik potensi belanja konsumen dan mendorong awal yang stabil untuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama,’’ terang NDRC seperti dikutip Channel News Asia. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok kemungkinan melambat akibat berbagai faktor. Yakni turunnya permintaan properti, pembatasan hutang dan aturan ketat Covid-19.

Hingga detik ini Tiongkok memang masih menerapkan kebijakan nol kasus dengan melakukan lockdown lokal. Sabtu (15/1) ada 119 kasus baru dan 65 di antaranya adalah penularan lokal yang terjadi di Tianjin, Henan, Beijing, Guangdong dan Shaanxi.

Gelombang penularan lebih masif terjadi di Amerika Serikat. Saat ini kapasitas rumah sakit di 24 negara bagian sudah terisi 80 persen. Tingginya angka okupansi tersebut dikarenakan Omicron yang begitu mudah menular. ’’Di 18 negara bagian, lebih dari 85 persen ICU untuk orang dewasa sudah terisi,’’bunyi pernyataan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS seperti dikutip Agence France-Persse.

Alabama, Missouri, New Mexico, Rhode Island, Texas dan Wisconsin adalah deretan negara bagian ruang ICUnya terdesak. Di Texas, persentase ruang ICU yang terisi mencapai 92 persen. Sebanyak 34,3 persen di antaranya adalah pasien Covid-19. Angka penularan baru di wilayah tersebut mencapai 75.817. ’’Covid-19 tidak pernah menyebar secapat ini di Texas,’’ bunyi pernyataan Departemen Kesehatan Texas.

Tingginya angka penularan dan okupansi rumah sakit itu membuat banyak pihak khawatir akan kekurangan staf medis. Kamis (13/1) Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa dia akan mengirimkan sekitar seribu anggota militer untuk membantu mitigasi rumah sakit yang kekurangan staf.

Biden berusaha menerapkan kebijakan yang mewajibkan pekerja di perusahaan besar untuk divaksin atau menunjukkan tes negatif Covid-19 tiap pekan. Mereka juga harus memakai masker saat bekerja. Tapi kebijakan ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Terpisah, para peneliti di Texas menemukan vaksin yang murah, mudah diproduksi dan tidak bebas paten. Namanya Corbevax. Vaksin yang masih dikembangkan ini diteliti oleh tim yang dipimpin Drs Peter Hotez dan Maria Bottazzi dari Pusat Pengembangan Vaksin Rumah Sakit Anak Texas di Baylor College of Medicine. (sha/bay)

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers