MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 15 Januari 2022 11:10
Kenaikan Tarif PBB Bisa Hambat Laju Kinerja Properti

JAKARTA - Pemerintah resmi mengundangkan UU Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Beleid UU 1/2022 ini sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diundangkan per 5 Januari 2022.

Salah satu kebijakan baru adalah kenaikkan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) perkotaan dan pedesaan atau PBB-P2. Besaran paling tinggi sebesar 0,5 persen. Sebelumnya, maksimalnya adalah 0,3 persen

PBB-P2 merupakan pajak yang dikenakan terhadap lahan dan bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan. Namun, pajak ini dikecualikan atas kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Pajak bumi bangunan dikenakan berjangka waktu satu tahun kalender. Saat yang menentukan untuk menghitung PBB-P2 yang terutang adalah menurut keadaan objek PBB-P2 pada 1 Januari.

UU itu juga mengatur nilai jual objek pajak (NJOP) sebagai dasar pengenaan PPB-P2. NJOP tidak kena pajak ditetapkan paling sedikit Rp10 juta untuk setiap wajib pajak.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan simulasi atas kenaikan tarif PBB. Dengan tarif sebesar 0,5 persen, maka penerimaan daerah dapat meningkat sampai dengan 50 persen.

"Perubahan pengaturan pajak daerah termasuk tarif, justru akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah secara terukur," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI akhir tahun lalu.

Adapun simulasi yang dijabarkan Sri Mulyani dari penambahan PDRB (pendapatan domestik regional bruto) bagi kabupaten/kota diperkirakan meningkat dari Rp 61,2 triliun menjadi Rp 91,3 triliun, naik hingga 50 persen. Atau ada penambahan Rp 30,1 triliun untuk penerimaan daerah di 2022.

Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk Agung Krisprimandoyo mengatakan, kenaikan PBB sudah pasti memberi dampak terhadap industri properti. Terutama, pengembang rumah baru. Pajak bumi bangungan itu jelas merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan saat harus mengembangkan produk. “Valuasi tanah sudah pasti meningkat saat pengembang membangun kawasan perumahan. Otomatis, beban pajak pengembang juga besar,” ujarnya.

Dia pun menyayangkan keputusan tersebut. Pasalnya, hal tersebut bakal bersifat kontradiktif dengan dorongan pemerintah terhadap industri properti tahun ini. Seperti yang diketahui, pemerintah baru saja memperpanjang stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) hingga Juni 2022. Meskipun, stimulus tersebut tak bisa penuh 100 persen.

Kenaikan tariff PBB jelas bakal membuat calon konsumen kembali berpikir untuk membeli. ’’Terutama investor. Mereka pasti memperhitungkan untuk beli rumah. Karena beban mereka untuk mempertahankan rumah lebih besar lagi,’’ paparnya. (dee/bil)


BACA JUGA

Minggu, 23 Januari 2022 23:22

Tiga Pembeli Pertama Menerima Honda All New BR-V Secara Perdana

SAMARINDA- Sejak diluncurkan pada awal Desember tahun 2021 kemarin, akhirnya…

Sabtu, 22 Januari 2022 12:00

KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken dalam Golden Combo

BALIKPAPAN – Masih inget ayam krispi Hot & Cheesy KFC…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:32

139 Perusahaan Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian…

Jumat, 21 Januari 2022 12:11

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter…

Jumat, 21 Januari 2022 12:09

Konsumsi Masyarakat Tumbuh 20 Persen

SURVEI Konsumen Bank Indonesia periode Desember 2021 mengindikasikan bahwa keyakinan…

Kamis, 20 Januari 2022 09:09

Insentif PPnBM LCGC Jaga Utilisasi Industri Penunjang

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah…

Kamis, 20 Januari 2022 09:08

Genjot Produksi, PTPN X Perluas Lahan Tembakau

SURABAYA – Kebutuhan terhadap tembakau terus meningkat. Potensi itu pun…

Kamis, 20 Januari 2022 09:03

Bincang Bareng Director of Operation Platinum Hotel Indonesia; Soegianto

Platinum Hotel Group terus berkembang. Membangun hotel-hotel di daerah bisnis,…

Kamis, 20 Januari 2022 09:01

Pengembangan Jaringan Tunggu Pusat, Penjualan Astra Motor Sudah Pulih

BALIKPAPAN – Meski masih mengalami penurunan, Astra Motor Kaltim tetap…

Kamis, 20 Januari 2022 09:00

Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut

Pemerintah kembali melanjutkan pemberian subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers