MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 13 Januari 2022 13:15
Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Pastikan Aman dari Krisis Energi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjamin tak akan terjadi krisis energi di Indonesia meski pemerintah kembali membuka ekspor batu bara.

BALIKPAPAN - Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menuturkan, saat ini produksi batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di dalam negeri lebih besar dibandingkan total kebutuhan. Dengan demikian, krisis energi tak akan terjadi. Pihaknya pun sepakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk kembali membuka keran ekspor batu bara.

"Kami sangat mendukung ekspor pertambangan batu bara," kata Arsjad seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/1). Saat ini, Arsjad mengklaim pasokan batu bara melimpah dan cukup untuk kebutuhan energi di Tanah Air. Total produksi batu bara mencapai 50 juta ton per bulan. Sementara, pasokan yang terserap PLN hanya sekitar 10 juta ton per bulan.

Dengan begitu, produksi batu bara untuk kebutuhan energi terbilang melimpah. "Saya kira tidak ada masalah jika pemerintah membuka ekspor batu bara," imbuh Arsjad. Sebelumnya, Kementerian ESDM melarang seluruh perusahaan pertambangan batu bara melakukan ekspor. Kebijakan itu tertuang dalam surat nomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021 yang diterbitkan pada 31 Desember 2021.

Larangan ekspor berlaku dari 1 Januari sampai 31 Januari 2022. Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah akan kembali mengizinkan ekspor batu bara bertahap mulai 12 Januari 2022.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, pemerintah memutuskan menghentikan sementara ekspor batu bara karena pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri sangat minim bahkan terancam kosong jika tidak melakukan pengamanan.

Langkah tersebut sesuai dengan instruksi presiden untuk mengamankan dan mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu ketimbang permintaan ekspor. “Karena kita ingin memastikan dari stok yang tersedia secara nasional untuk dikomersialkan itu sebagian besar dipakai memenuhi situasi emergency yang kita hadapi,” ujarnya.

Arifin memaparkan, sebesar 40 persen dari jumlah produksi batu bara secara nasional dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PLN. Produksi batu bara sendiri sekitar 600 juta ton. Batu bara yang memenuhi spesifikasi sekitar 240 juta ton. Sedangkan, kebutuhan batu bara untuk pembangkit hanya sekitar 150 juta ton.

Arifin menyebut, jika produsen batu bara memenuhi komitmen tersebut seharusnya tidak terjadi krisis. Menurutnya, sinyal krisis ini sudah terlihat sejak Agustus 2021 dan sudah diatasi. Namun, trennya berlanjut hingga mengkhawatirkan. “Prioritas utama adalah bagaimana bisa menjaga ketersediaan suplai listrik ini untuk masyarakat. Kebijakan DMO 25 persen harus ditaati,” tegasnya

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan harga komoditas energi seperti batu bara, minyak, dan gas masih akan mengalami kenaikan hingga pertengahan tahun ini. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh persoalan krisis pasokan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan, kenaikan harga batu bara memicu para perusahaan tambang meningkatkan ekspornya. Hal itu membuat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara milik PT PLN (Persero) mengalami krisis pasokan. “Energi seperti batu bara, gas, minyak itu masih akan cukup tinggi sampai pertengahan tahun ini,” katanya.

Namun, kata Febrio, ketiga harga komoditas energi tersebut akan mulai menurun mulai pertengahan tahun ini. Sementara harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO), nikel, dan karet akan mengikuti tren pertumbuhan ekonomi dunia. Kenaikan minyak sawit menyebabkan harga minyak goreng di dalam negeri meroket.

“Jadi, kalau pertumbuhan ekonomi dunianya masih kuat maka kita akan melihat ini masih cukup berpeluang. Jadi, kita masih ada peluang untuk nilai tambah dari sana,” jelasnya.

Meski demikian, Febrio mengungkapkan, Indonesia juga diuntungkan oleh naiknya harga komoditas tersebut. Hal itu memicu peningkatan ekspor. Keuntungannya pun mendorong kembali penciptaan lapangan kerja.

“Karena ini yang kemudian mengalir, konsumsi juga kemudian meningkat, ini yang kita lihat di 2021 kemarin. Jadi ini akan masih berlanjut untuk nikel, CPO, karet bahkan batu bara ini masih akan kita lihat cukup kuat,” pungkasnya. (ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 23 Januari 2022 23:22

Tiga Pembeli Pertama Menerima Honda All New BR-V Secara Perdana

SAMARINDA- Sejak diluncurkan pada awal Desember tahun 2021 kemarin, akhirnya…

Sabtu, 22 Januari 2022 12:00

KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken dalam Golden Combo

BALIKPAPAN – Masih inget ayam krispi Hot & Cheesy KFC…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:32

139 Perusahaan Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian…

Jumat, 21 Januari 2022 12:11

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter…

Jumat, 21 Januari 2022 12:09

Konsumsi Masyarakat Tumbuh 20 Persen

SURVEI Konsumen Bank Indonesia periode Desember 2021 mengindikasikan bahwa keyakinan…

Kamis, 20 Januari 2022 09:09

Insentif PPnBM LCGC Jaga Utilisasi Industri Penunjang

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah…

Kamis, 20 Januari 2022 09:08

Genjot Produksi, PTPN X Perluas Lahan Tembakau

SURABAYA – Kebutuhan terhadap tembakau terus meningkat. Potensi itu pun…

Kamis, 20 Januari 2022 09:03

Bincang Bareng Director of Operation Platinum Hotel Indonesia; Soegianto

Platinum Hotel Group terus berkembang. Membangun hotel-hotel di daerah bisnis,…

Kamis, 20 Januari 2022 09:01

Pengembangan Jaringan Tunggu Pusat, Penjualan Astra Motor Sudah Pulih

BALIKPAPAN – Meski masih mengalami penurunan, Astra Motor Kaltim tetap…

Kamis, 20 Januari 2022 09:00

Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut

Pemerintah kembali melanjutkan pemberian subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers