MANAGED BY:
JUMAT
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)
Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan
Adi Syahputra

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun lalu, sebuah galeri khusus aquascape dibuka di Kota Minyak.

 

M RIDHUAN, Balikpapan

 

PEMANDANGAN hutan langsung menyambut mata setiap orang yang masuk. Di sebuah rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah. Hutan itu dibuat dalam sebuah akuarium kaca 100x45x45 sentimeter. Dengan bahan akar kayu, batu yang ditempeli lumut. Pasir berpadu membentuk jalan ke belakang, mengajak mata untuk menjelajahi.

“Selamat datang, Om,” sapa Adi Syahputra, pemilik Dhy Gallery Aquascape, kepada awak media yang datang pertengahan Desember lalu.

Dengan rambut gondrongnya, Adi menjadi pemilik galeri pertama aquascape di Balikpapan. Memang banyak toko yang menjual bahan dan peralatan aquascape. Namun, belum ada yang benar-benar fokus dalam menyajikan display yang lengkap dalam sebuah toko. Hal itu yang sebenarnya menjadi awal mula pria 34 tahun tersebut untuk membuka usaha di bidang ini. “Di Balikpapan ini ‘kan rata-rata toko fokusnya jualan ikan hias saja,” ungkapnya.

Perkenalan Adi pada dunia aquascape sebenarnya sudah sejak 2016. Sebelumnya dia sudah “bermain air” dengan beternak ikan Guppy. Namun saat berselancar di dunia maya terutama YouTube, dia melihat ada sebuah seni air tawar yang bisa diaplikasikan ke dalam akuarium.

“Saya lihat bagus. Belum tahu ada aquascape di sini. Jadi coba-coba saja. Batu dan pasirnya pun itu dari bahan bangunan,” katanya lantas tertawa.

Belajar dan terus belajar. Adi selama dua tahun lalu banyak bereksperimen sendiri. Lambat laun dia juga banyak berkenalan dengan sesama scaper (penghobi aquascape). Hobi pun dijalani di rumah. Hingga ruang tamunya penuh dengan aquascape. Membuat istrinya jengkel.

“Ya, pulang kerja bukannya sama istri, lanjut main air. Sampai pagi jam 2. Terus gitu, ya siapa yang enggak marah,” ucapnya yang saat itu masih bekerja sebagai kurir sebuah perusahaan logistik.

Mengingat aquascape termasuk hobi yang cukup menguras kantong, Adi pun akhirnya membuka usaha kecil-kecilan. Menjual bucephalandra. Tanaman asli Kalimantan yang digemari para scaper dunia. Selain bucephalandra, dia juga menjual moss (lumut), tanaman yang juga disenangi para scaper. “Karena masih dalam tahap belajar, saya belum berani untuk ‘keluar’ (menawarkan jasa setting dan perawatan aquascape),” ucapnya.

Akhirnya pada 2018, karena karyanya kerap mondar-mandir di dunia maya, Adi pun menerima jasa setting pertamanya. Berlanjut hingga pundi-pundi rupiah dikumpulkan. Sebagian disisihkan untuk diberikan ke istri. Yang sabar menghadapi hobinya tersebut. “Alhamdulillah bisa belikan istri skincare. Jadi istri paham kalau ternyata hobi ini juga menghasilkan,” senyumnya.

Job demi job terkait aquascape pun datang. Adi yang kala itu masih bekerja lebih banyak menolak. Dan lebih memberikannya ke rekan sesama scaper. Akhirnya, pada 2019 dia memutuskan keluar dari pekerjaannya. Berkat dukungan istri, dia pun mantap membuka sebuah galeri khusus aquascape.

“Bisa buka galeri ini sebenarnya sudah sejak awal tahu aquascape. Makanya sejak awal saya selalu sisihkan uang. Alhamdulillah bisa terwujud tahun lalu,” jelasnya.

Bermodal seratusan juta, Adi pun menempati ruko milik neneknya yang ada saat ini. Di dalamnya, Adi menjual mulai bahan, peralatan, aquascape yang sudah dirawat, hardscape (landscape aquascape yang belum diberi tanaman), tanaman aquascape, fauna, hingga menawarkan jasa setting, konsultasi dan perawatan. “Di sini teman-teman juga bebas kalau mau belajar,” ucapnya.

Pandemi Covid-19 bisa dikatakan menjadi berkah buat usahanya. Karena sejak pandemi, bermunculan penghobi baru. Meski begitu, masih banyak masyarakat khususnya Balikpapan yang belum mengenal aquascape. Karena itu, dia bersama rekan sesama scaper dan komunitas kerap membuat kegiatan. Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan di Plaza Balikpapan dengan tajuk Battle of Balikpapan Scapers 2021.

“Kami berharap dengan banyaknya kegiatan terkait dunia aquascape bisa mengenalkan aquascape ke khalayak luas. Juga munculnya scaper baru,” jelasnya.

Adi menyebut, saat ini mereka yang baru terjun di dunia aquascape lebih banyak dipermudah. Karena sudah banyak toko dan orang yang menjual bahan dan perlengkapan aquascape. Berbeda ketika dirinya dulu.

Diakuinya, sejumlah bahan di Balikpapan masih harus didatangkan dari luar Kaltim. Dan ada mimpinya untuk memiliki produk sendiri. Seperti yang banyak dilakukan scaper di Pulau Jawa. Di sisi lain, aquascape sudah bisa dijangkau semua kalangan khususnya di Balikpapan.

“Aquascape ini seni. Jadi masing-masing scaper punya kebebasan dalam berekspresi dan berusaha,” kata pria yang pernah menerima jasa setting aquascape bernilai puluhan juta rupiah itu. (rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 Januari 2022 09:05

Upaya Slamet Lestarikan Lereng Gunung Slamet

Slamet Wahyudi, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang ini rela mengabdikan…

Senin, 17 Januari 2022 09:13
Cikal Bakal Berlian yang Tak Banyak Lagi Ditemukan di Martapura dan Sekitarnya (2-Habis)

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 11:20

Fatimah Asri Mutmainnah Terpilih Menjadi Komisi Nasional Disabilitas, Semangat Memberi Motivasi untuk Tetap Berkarya

Fatimah Asri Mutmainnah belum lama terpilih menjadi anggota Komisi Nasional…

Jumat, 14 Januari 2022 13:33

Ini Dia Calon Sekprov Kaltim, Ismiati-Diddy Sarat Pengalaman, Sri Wahyuni Kejutan

SAMARINDA–Penjaringan calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim mengerucut ke tiga kandidat.…

Jumat, 14 Januari 2022 13:20
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (3-Habis)

Membagi Waktu antara Ibu, Direktur, hingga Scaper

Aquascape tak mengenal batas gender, usia, hingga pekerjaan. Bagi mereka,…

Jumat, 14 Januari 2022 13:13

Sundari Catering, Mampu Pertahankan Puluhan Karyawan di Tengah Pandemi

Tidak instan. Tidak pula mudah. Endang Sri Banon menjadi orangtua…

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)

Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun…

Rabu, 12 Januari 2022 10:30

Sejarah Besar di Balik Puing Tonggak Keramik Indonesia

Disebut Soekarno sebagai bagian dari mewujudkan cita-cita revolusi Indonesia, jejak…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:40

Scott Alfaz, ODHA yang Bangkit dari Keterpukulan, Lulus S-2 di Eropa, dan Jadi CEO

Scott Alfaz melewati masa-masa sulit setelah divonis mengidap HIV dengan…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:05
Dengan Baterai Tahan 6 Jam, Bisa Amankan Bayi Sampai ke RS Rujukan

Prof Rinawati Rohsiswatmo dan Alat Bantu Napas Bayi Baru Lahir yang Berbuah Penghargaan

Prof Rinawati Rohsiswatmo menghasilkan inovasi alat bantu untuk bayi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers