MANAGED BY:
JUMAT
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 12 Januari 2022 10:54
Cerita Sinar Sembiring yang Terus Eksis Bersama Amplang Sibayak

Kuncinya Menjaga Kualitas Produk dan Silaturahmi

Sembiring dan istri dengan produk amplang Sibayak.

Belasan tahun bertahan, ini rahasia sukses Muhammad Sinar Sembiring-Siti Suparti menjaga nama Amplang Sibayak tetap mekar dan tumbuh.

ULIL MUAWANAH, Balikpapan

PINTU kaca yang bergeser membuat sensor gerak diaktifkan untuk memutar rekaman suara selamat datang. Menyapa para pengunjung yang datang ke toko. Layanan layaknya hotel bagi para tamu pun diberikan. Menjamu dengan welcome drink. Menjadi ciri khas Toko Amplang Sibayak di Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda arah ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Balikpapan.

Toko tersebut berdiri sejak 2006. Buah usaha dari pasangan suami-istri, Muhammad Sinar Sembiring dan Siti Suparti. Tidak asing, keduanya dikenal sebagai juragan amplang asal Kota Minyak. Sama-sama perantau, Sembiring datang ke Balikpapan pada 1975 untuk bekerja di sebuah perusahaan kontraktor migas. Sedangkan sang istri, yang merupakan warga Gunung Kidul, Jogjakarta, datang ke Balikpapan setahun kemudian, 1976 mengikuti sang paman.

Tidak langsung menggeluti amplang, semula Siti menjalankan usaha penjualan alat tulis kantor (ATK) dan fotokopi. Mengingat letak toko di dekat perkantoran serta markas Brimob Polda Kaltim di seberangnya, lambat laun, pada 2010 memutuskan untuk melebarkan usaha ke pasar kuliner, khususnya oleh-oleh khas Kaltim apalagi bila bukan amplang.

Ini mengikuti tingginya kunjungan wisatawan serta pekerja ke Balikpapan. “Yang membuat kami mampu bertahan karena kualitas, pelayanan, dan barang yang dijual selalu fresh. Paling menonjol dan jadi favorit itu amplang rumput laut,” sebut ibu empat anak dan nenek dari lima orang cucu tersebut.

Di sini bisa ditemui ragam kerupuk amplang kuku macan, misalnya amplang tenggiri, bandeng, belida, kepiting maupun rumput laut. Bahkan Toko Sibayak menjadi pelopor yang memperkenalkan amplang berbahan rumput laut. Produk-produk itu mereka peroleh dari produsen asal Balikpapan maupun Samarinda.

Selain amplang, terdapat berbagai produk lain khas seafood maupun kuliner lain, gula merah, minuman herbal siap minum hingga aksesori perempuan seperti baju maupun masker. “Selama pandemi, ada beberapa minuman siap santap seperti jahe gula merah, jahe bajakah, dan jahe bawang dayak yang kerap repeat order,” terang Suparti yang lahir di Jogjakarta pada 15 Juli 1954 tersebut.

Memiliki filosofi, pemilihan nama Sibayak bukan tanpa alasan. Sibayak merupakan sebuah nama gunung di daerah Sumatra Utara yang memiliki pesona alam sangat indah. Serta menjadi daerah wisata favorit para pelancong, baik wisatawan dalam ataupun luar negeri. Sembiring juga menuturkan, selain dikarenakan lekat dengan kampung halamannya, Gunung Sibayak amat kesohor dan mudah diingat.

"Sama seperti Bromo, Gunung Sibayak mudah sekali didaki yang membuat banyak turis datang ke sana. Itulah kenapa kami mengambil nama Sibayak. Yang secara filosofi, berarti insyaallah kami pun berharap dapat juga mencapai sukses dan terus mampu bertahan ke generasi kami seterusnya layaknya gunung yang selalu kokoh berdiri," ujar Sembiring yang lahir di Brastagi pada 15 Januari 1951 itu.

Terbukti, sampai detik ini sejak kali pertama berdiri Amplang Sibayak mampu bertahan. Amplang Sibayak telah merambah ke luar daerah bahkan luar negeri, seperti Singapura, Malaysia sampai Negeri Kincir Angin (Belanda). Pelanggan setia pun tak main-main, yakni dari kalangan TNI-Polri dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta ataupun individu dari Penajam Paser Utara (PPU) serta kota tetangga lainnya.

Bahkan, ketika pagebluk Covid-19 memaksa perekonomian yang melesu. Amplang Sibayak nyatanya tetap saja mampu mempertahankan para pekerjanya yang berjumlah 10 orang tanpa ada yang dirumahkan apalagi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kendati demikian, awal-awal Covid-19 mewabah tentu saja memberikan dampak. Mengingat usaha penyedia camilan oleh-oleh itu bergantung pada wisatawan dalam maupun luar daerah. Terlebih kala pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih sangat ketat, tanpa ada penerbangan tentu berpengaruh terhadap pendapatan.

Pengurangan konsumen kata Siti bahkan mencapai 50 persen. Di mana biasanya ramai pengunjung berdatangan terutama kala weekend tiba, namun saat itu mereka harus mengandalkan pelanggan tetap. Dulu sebelum pagebluk, keduanya kerap begadang. Terlebih, bila ada acara serah terima pejabat ataupun kegiatan seremonial lainnya.

Siti menuturkan, kala ramai pengunjung dan permintaan dirinya sering kewalahan bahkan harus menyiapkan barang hingga dini hari dan mengantar barang kala subuh. Yang membuat dirinya sampai tidak pernah memiliki waktu mengikuti pameran. Tetapi, saat ini situasi telah berbeda.

Meski kondisi kala itu tidak baik-baik saja, mereka tak patah semangat. Terus menjaga kualitas produk mereka dan memperkuat silaturahmi. Sekarang seiring kondisi yang kian pulih dan melandainya kasus Covid-19, peningkatan konsumen Amplang Sibayak mulai dirasakan. Dengan angka 80-90 persen, yang mana mendekati masa pemulihan.

Terkait wacana pemindahan ibu kota negara (IKN), Siti berharap perekonomian di Kaltim, khususnya Balikpapan kian membaik. Para pelaku usaha mampu bertahan dan terus mengembangkan unit bisnisnya. Begitu pula dia yang berharap keberadaan Amplang Sibayak bisa memberikan hal positif kepada masyarakat sekitarnya, juga menginspirasi banyak pelaku usaha lain agar terus menjaga kualitas serta layanan sehingga konsumen tidak kapok.

“Kualitas dan layanan adalah hal itu. Selain pembelian secara offline di toko, kami juga mulai merambah pasar digital dengan bergabung di Gojek serta Tokopedia yang masih dalam proses,” imbuhnya. Toko Amplang Sibayak dapat dikunjungi dan buka setiap harinya dari pukul 07.00-20.00 Wita. (ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 21 Januari 2022 12:11

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter…

Jumat, 21 Januari 2022 12:09

Konsumsi Masyarakat Tumbuh 20 Persen

SURVEI Konsumen Bank Indonesia periode Desember 2021 mengindikasikan bahwa keyakinan…

Kamis, 20 Januari 2022 09:09

Insentif PPnBM LCGC Jaga Utilisasi Industri Penunjang

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah…

Kamis, 20 Januari 2022 09:08

Genjot Produksi, PTPN X Perluas Lahan Tembakau

SURABAYA – Kebutuhan terhadap tembakau terus meningkat. Potensi itu pun…

Kamis, 20 Januari 2022 09:03

Bincang Bareng Director of Operation Platinum Hotel Indonesia; Soegianto

Platinum Hotel Group terus berkembang. Membangun hotel-hotel di daerah bisnis,…

Kamis, 20 Januari 2022 09:01

Pengembangan Jaringan Tunggu Pusat, Penjualan Astra Motor Sudah Pulih

BALIKPAPAN – Meski masih mengalami penurunan, Astra Motor Kaltim tetap…

Kamis, 20 Januari 2022 09:00

Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut

Pemerintah kembali melanjutkan pemberian subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR)…

Kamis, 20 Januari 2022 08:59

Elektrifikasi Industri Diklaim Cukup

SAMARINDA – Pengembangan industri di Kaltim diyakini bakal berjalan mulus.…

Rabu, 19 Januari 2022 22:31

Bank Mandiri Kembali Menyerahkan Hadiah Livin To The Max

SAMARINDA - Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan aktivasi dan penggunaan…

Selasa, 18 Januari 2022 12:58

Lebih Dekat dengan GM Hotel MaxOne Balikpapan Mochamad Zuwaini

Media cetak memiliki sejarah tersendiri bagi Mochamad Zuwaini. Dia menyebutkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers