MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

UTAMA

Sabtu, 08 Januari 2022 11:16
Izin 2.078 Perusahaan Tambang Dicabut

Tiongkok Genjot Produksi, Harga Acuan Batu Bara Turun

Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Pemerintah sangat serius memperbaiki tata kelola sumber daya alam. Bahkan, presieden sendiri yang mengumumkan tentan pecabutan izin-izin pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Evaluasi secara menyeluruh juga dilakukan untuk sektor kehutanan dan lahan milik negara.

“Izin-izin yang tidak dijalankan, yang tidak produktif, yang dialihkan ke pihak lain, serta yang tidak sesuai dengan peruntukan dan peraturan, kita cabut,” tegas Presiden Joko Widodo (6/1)

Presiden menyebutkan, pemeriintah telah mencabut 2.078 izin perusahaan pertambangan minerba. Alasannya, tidak pernah menyampaikan rencana kerja. ”Izin yang sudah bertahun-tahun telah diberikan tetapi tidak dikerjakan, ini menyebabkan tersanderanya pemanfaatan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga mencabut sebanyak 192 izin sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare. Para pemegang izin disebut tidak aktif, tidak membuat rencana kerja, dan ditelantarkan.Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare, juga dicabut. Dari luasan tersebut, sebanyak 25.128 hektare adalah milik 12 badan hukum dan sisanya merupakan bagian dari HGU yang telantar milik 24 badan hukum.

Jokowi menyampaikan, pemerintah terus melakukan pembenahan dengan memberikan kemudahan-kemudahan izin usaha yang transparan dan akuntabel. Tapi, izin-izin yang disalahgunakan pasti akan dicabut. “Kita harus memegang amanat konstitusi bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, harga batu bara acuan (HBA) Januari mengalami koreksi ke angka USD 158,50 per ton. Angka tersebut turun USD 1,29 per ton dari bulan lalu, yaitu USD 159,79 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebutkan, penurunan tersebut salah satunya dipicu adanya peningkatan produksi di Tiongkok.‘’Pemerintah Tiongkok berusaha meningkatkan produksi batu bara dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok mereka,’’ katanya di Jakarta, kemarin (6/1).

Sepanjang tahun lalu, HBA cukup mengalami kenaikan pesat. Bahkan sempat mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir.Dibuka pada level USD 75,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada Februari, USD 87,79. Lalu, sempat turun sebulan kemudian. Yaitu, USD 84,47 per ton. Selanjutnya, terus terdongkrak secara beruntun hingga November pada angka USD 215,01 per ton. Namun, mengalami penurunan pada Desember. (lyn/dee)

 

 

Bersih-Bersih Tata Kelola Sumber Daya Alam

- Mencabut 2.078 izin perusahaan pertambangan minerba

# Alasannya, tidak pernah menyampaikan rencana kerja.

- Mencabut 192 izin sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare

# Alasannya, tidak aktif, tidak membuat rencana kerja, dan ditelantarkan.

- Mencabut hak guna usaha (HGU) perkebunan seluas 34,448 hektare

# Alasannya, ditelantarkan.

 

Diolah dari berbagai sumber


BACA JUGA

Selasa, 07 Agustus 2012 12:02

Permendagri Tetapkan Batas Balikpapan-PPU

<div> <p style="text-align: justify;"> <strong>BALIKPAPAN - </strong>Pemerintah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers