MANAGED BY:
JUMAT
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Minggu, 02 Januari 2022 12:04
Perjuangan Penyu Memulai Hidup di Sangalaki, Ratusan Telur Dievakuasi, Tak Boleh Dikonsumsi
Tempat konservasi

Mungkin hanya satu dari seribu tukik yang dilepas, mampu bertahan hidup. Taman Wisata Alam Sangalaki jadi tempat masyarakat belajar terkait siklus kehidupan penyu.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Pulau Sangalaki

Hadransyah menapaki jalan berpasir lagi. Di bawah remang cahaya bulan, dia mendengar suara galian pasir tergesa-gesa. Hadran pun langsung menghentikan langkahnya. Dia menunggu sampai tak ada pergerakan lagi. Ketika situasi dirasa pas, senter pun dinyalakan lagi. Dia menunggu sosok hewan dengan sirip yang menyapu pasir itu selesai.

"Kalau dia bertelur di tempat yang sekira tidak aman, kita pindahkan. Kalau misalnya aman, kita biarkan saja," kata dia.

Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangalaki yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim tempat Hadransyah bekerja. Di pulau yang masuk gugusan Kepulauan Derawan itu, ratusan butir telur penyu bisa dia temukan dan mesti dievakuasi di dekat kantor tempatnya bekerja.

Di sini, dia bisa mengubur ratusan telur penyu yang dievakuasi, di tempat penangkaran yang sudah disiapkan. Jika tempat penangkaran penuh, maka telur penyu ditanam di halaman kantor TWA Pulau Sangalaki. Faktor yang menyebabkan telur penyu harus dievakuasi adalah keamanan dari penjarah, hingga pasang surut air laut.

Selama dua bulan biasanya telur ditanam. Hingga tukik menetas sendiri dan naik ke permukaan. Dalam areal penangkaran telur ini bisa menampung hingga 30-an sarang. Satu sarang bisa diisi seratusan telur. Usai naik ke permukaan, biasanya tukik dikumpulkan dahulu di bak yang mereka siapkan.

"Biasanya kita taruh semalam di bak ini. Nanti kita lepaskan. Sama untuk edukasi pengunjung juga di sini. Bagaimana tukik itu," sambung Hadransyah.

Perjalanan sebuah telur penyu, menjadi penyu yang bebas berenang di lautan, cukup terjal. Setelah dua bulan terpendam dalam pasir, telur yang bisa menjadi tukik hanya sekitar 80 persen.

"Telur ke tukik 80 persen. Kalau tukik yang bisa besar jadi penyu, seribu banding satu," sambungnya.

Upaya konservasi penyu ini sudah dipayungi hukum yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Hal itu seiring dengan perburuan telur penyu untuk dikonsumsi. Rata-rata penyu yang bertelur di Sangalaki adalah penyu hijau. Induk penyu biasa bertelur 2–4 tahun sekali. Lalu, kembali ke lautan untuk hidup.

"Tukik sebagian kita lepaskan. Sebagian merayap sendiri ke laut, mereka tahu jalannya," sambung dia.

Gubernur Kaltim Isran Noor pun memuji upaya penangkaran penyu ini. Ditunjang keindahan alam pantai dan bahari di Sangalaki, pulau ini punya paket lengkap menarik turis ke Kaltim. Apalagi, sudah disediakan penginapan. Asalkan kebersihan terus dijaga.

"Pulau ini masih bersih dan asri, ada penangkaran tukiknya juga. Dengan bersihnya pulau ini makanya penyu senang bertelur di sini, jangan sampai ada tangan-tangan yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Selain di Sangalaki, upaya konservasi penyu dilakukan juga di Pulau Semamak, bersebelahan dengan Sangalaki. Sedangkan di Pulau Derawan, ada Pak Ading dan keluarganya yang sudah dikenal secara swadaya mengonservasi penyu. (dwi/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 Januari 2022 09:05

Upaya Slamet Lestarikan Lereng Gunung Slamet

Slamet Wahyudi, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang ini rela mengabdikan…

Senin, 17 Januari 2022 09:13
Cikal Bakal Berlian yang Tak Banyak Lagi Ditemukan di Martapura dan Sekitarnya (2-Habis)

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 11:20

Fatimah Asri Mutmainnah Terpilih Menjadi Komisi Nasional Disabilitas, Semangat Memberi Motivasi untuk Tetap Berkarya

Fatimah Asri Mutmainnah belum lama terpilih menjadi anggota Komisi Nasional…

Jumat, 14 Januari 2022 13:33

Ini Dia Calon Sekprov Kaltim, Ismiati-Diddy Sarat Pengalaman, Sri Wahyuni Kejutan

SAMARINDA–Penjaringan calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim mengerucut ke tiga kandidat.…

Jumat, 14 Januari 2022 13:20
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (3-Habis)

Membagi Waktu antara Ibu, Direktur, hingga Scaper

Aquascape tak mengenal batas gender, usia, hingga pekerjaan. Bagi mereka,…

Jumat, 14 Januari 2022 13:13

Sundari Catering, Mampu Pertahankan Puluhan Karyawan di Tengah Pandemi

Tidak instan. Tidak pula mudah. Endang Sri Banon menjadi orangtua…

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)

Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun…

Rabu, 12 Januari 2022 10:30

Sejarah Besar di Balik Puing Tonggak Keramik Indonesia

Disebut Soekarno sebagai bagian dari mewujudkan cita-cita revolusi Indonesia, jejak…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:40

Scott Alfaz, ODHA yang Bangkit dari Keterpukulan, Lulus S-2 di Eropa, dan Jadi CEO

Scott Alfaz melewati masa-masa sulit setelah divonis mengidap HIV dengan…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:05
Dengan Baterai Tahan 6 Jam, Bisa Amankan Bayi Sampai ke RS Rujukan

Prof Rinawati Rohsiswatmo dan Alat Bantu Napas Bayi Baru Lahir yang Berbuah Penghargaan

Prof Rinawati Rohsiswatmo menghasilkan inovasi alat bantu untuk bayi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers