MANAGED BY:
JUMAT
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Selasa, 28 Desember 2021 16:35
Menghayati Pesona Nusa Tenggara Timur, Pukauan “Afrika” dan Nuansa Purba Komodo
INDAH: Pemandangan dari setengah perjalanan Pulau Kelor. Nampak gradasi air laut yang indah dan beberapa kapal pinisi yang menangkut wisatawan bersandar di sekitar pulau.

CATATAN PERJALANAN

Syalma Namira

Mahasiswa, Penulis

 

Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan sejuta pesona bagi para pelancongnya. Terlukis jelas di setiap guratan sekujur wilayahnya. Mulai perbukitan, padang sabana, hingga pantai.

 

PANORAMA NTT sekilas mengingatkan kepada Benua Afrika yang bisa ditemui di berbagai literasi. Terutama padang sabananya yang luas. Menjadikannya sebagai destinasi favorit para pelancong. Salah satu lokasi tujuan yang acap dikunjungi para turis adalah Labuan Bajo.

Wilayah yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat ini terkenal lewat pulau-pulau tak berpenghuni dan perbukitan dengan hamparan rumput yang luas. Beberapa yang tersohor di kalangan para pelancong seperti Pulau Kelor, Padar, Rinca, hingga paling mahsyur, Pulau Komodo.

Predikat sebagai surga tersembunyi bukan lagi bualan setelah saya saksikan sendiri keindahan laut biru dan pantai dengan pasir putih yang masih terjaga kebersihannya. Panjangnya perjalanan yang ditempuh dari Samarinda seketika terbayarkan setelah menyaksikan keindahan-keindahan surgawi itu.

IKONIK: Pink Beach, pantai berpasir merah muda yang terbentuk atas terumbu karang dan koral berwarna merah. Warnanya kian merona ketika cuaca sedang cerah. Koral merah muda yang menjadi asal usul terbentuknya pasir di Pink Beach.

Saya berkesempatan mengeksplorasi Labuan Bajo selama empat hari tiga malam. Selama waktu itu, saya dipandu oleh warga lokal. Salah satunya Siswanto (36), pria yang pernah tujuh tahun bekerja di bidang transportasi udara. Dia memutuskan meninggalkan profesi itu untuk memfokuskan diri pada dunia pariwisata tanah kelahirannya. Menurutnya, potensi alam Labuan Bajo sebagai destinasi wisata begitu menjanjikan.

Siswanto berkisah, nama Labuan Bajo memiliki sejarah tersendiri. Bajo merupakan suku masyarakat dari Sulawesi Selatan. Mereka bermigrasi dan bermukim di sekitar kawasan maritim. Wilayah yang mereka tinggali tersebut bernama Desa Labuan.

 

Pada hari pertama saya mendaratkan kaki di Bandara Komodo, suasana kehidupan di Manggarai masih sangat tenang. Jalan raya yang tidak terlalu padat, pendatang seolah seperti merasakan pulang ke kampung halaman.

Meski kabupaten tersebut telah menjadi pusat perhatian baru dunia pariwisata Indonesia, keasrian dan kebersihan lingkungan pada setiap sudut jalan masih terpantau dengan apik. Masyarakat yang dahulunya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani, kini perlahan beradaptasi. Tidak hanya Siswanto, Nelty (21), pramusaji di salah satu restoran sekaligus penginapan berkonsep rumah hunian.

Perempuan yang tinggal tak jauh dari lokasi ia bekerja tersebut mengaku prospek pekerjaan perhotelan dan pariwisata di sana kian hari semakin menjanjikan, sehingga ia menganggap hal tersebut berpotensi meningkatkan perekonomian NTT dan dirinya. “Banyak juga teman-teman saya yang akhirnya bekerja di bidang ini juga, jadi bagus,” tuturnya.

PURBA: Komodo menjadi pusat atensi para wisatawan yang bertandang ke Pulau Komodo, NTT. Para pengunjung diharap menjaga ketertibannya agar tidak mengusik makhluk purba tersebut.

Pesona Labuan Bajo baru terungkap luas di publik setelah pada 2009, salah satu pulau di Manggarai Barat, yakni Pulau Komodo yang diusung menjadi New Seven Wonders of Nature (7 Keajaiban Dunia). Keberadaan Komodo sebagai satwa purba yang masih eksis hingga kini karena dukungan ekosistem yang baik di pulau tersebut.

Jauh sebelum itu, yakni pada 1998, Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto, sempat ke Pulau Komodo. Dia menetapkan pulau tersebut sebagai taman nasional yang dilindungi negara. Nah, untuk mengamati Pulau Komodo, ada Labuan Bajo yang ambil peran mendampingi.

Menurut Siswanto, mayoritas turis yang berkunjung rata-rata mengeksplorasi Labuan Bajo menggunakan jasa agen pariwisata yang menawarkan paket berlibur. Mereka yang datang umumnya berkelompok serta mengarungi lautan menggunakan kapal pinisi. Jarak antarpulau di Labuan Bajo biasa ditempuh selama 30 menit hingga paling lama tiga jam.

Untuk Anda yang tidak terbiasa dengan goncangan gelombang laut, obat-obatan sangat disarankan untuk Anda membawanya. Sebab, saat malam, akan melewati selat dengan durasi gelombang kurang lebih 20 menit. “Belum ke NTT kalau enggak merasakan gelombang tinggi,” beber Siswanto kepada para turis.

Berwisata ke NTT sangat membutuhkan daya tahan tubuh yang prima dan istirahat yang cukup. Medan setiap destinasi yang cukup menguras tenaga menjadi tantangan dalam perjalanan ini.  Namun, wisata alam tersebut sangat terbayarkan dengan pemandangan yang Anda akan lihat. Serta, pengetahuan baru mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat NTT. (bersambung/ndy/k16)


BACA JUGA

Kamis, 13 Januari 2022 09:58

5 Kesalahan Pakai Lipstik yang Membuat Penampilan Tampak Lebih Tua

 Lipstik menjadi salah satu jenis makeup wajib agar seseorang lebih cantik dan…

Selasa, 04 Januari 2022 11:13

Melatih Keterampilan Berpikir Anak dengan Mengajak Menyusun Rencana

Selamat tahun baru, parents! Ah, senangnya bisa ketemu lagi sama…

Selasa, 04 Januari 2022 11:11

Vaginismus, Kesulitan ketika Berhubungan Seksual, Apa Itu...?

Takut, sesak napas, dan terasa sakit saat berhubungan seksual? Bahkan…

Selasa, 04 Januari 2022 11:07

Cantik..!! Bluestone, Ikan Hias Laut yang Berubah Nama Ketika Dewasa

Ikan hias air laut selalu menyimpan pesona keindahan yang menggaet…

Rabu, 29 Desember 2021 11:06

Eksplorasi Buah-buahan, Ini Resep Tropical Dance Steak

Momen tahun baru akan lebih menyenangkan jika didampingi sajian makanan yang…

Selasa, 28 Desember 2021 16:35

Menghayati Pesona Nusa Tenggara Timur, Pukauan “Afrika” dan Nuansa Purba Komodo

CATATAN PERJALANAN Syalma Namira Mahasiswa, Penulis   Nusa Tenggara Timur…

Selasa, 28 Desember 2021 16:29

Menghayati Pesona Nusa Tenggara Timur, Deretan Pulau dengan Pesona yang Identik

CATATAN PERJALANAN: Syalma Namira Mahasiswa, Penulis   Kita tidak akan…

Selasa, 28 Desember 2021 16:21
Putri Pariwisata Kaltim 2021

Tanamkan Rasa Bangga dan Percaya Diri

-----PASANG TIGA FOTO (FOTO SENDIRI, SAAT PROKER, DAN PENYEMATAN MAHKOTA)…

Selasa, 28 Desember 2021 16:17

Duta Wisata Kaltim 2021, Kembangkan Ekonomi Kreatif, Ajak Milenial Semakin Aktif

KEPEDULIAN dan keinginan untuk mengembangkan potensi wisata Samarinda mendorong Abirackshaan…

Selasa, 28 Desember 2021 16:14

Sambut Libur Akhir Tahun, Ikuti Imbauan, Jaga Antusias Wisatawan

Akhir tahun adalah musim liburan. Namun semenjak pandemi, pembatasan pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers