MANAGED BY:
JUMAT
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 27 Desember 2021 15:04
Cerita dari Pulau Terluar Maratua, Ekonomi yang Bergeliat dari Keindahan Alam
Kawasan kuliner di Tepian Segah, Berau.

Laut biru dan pasir putih yang mengelilingi Pulau Maratua tidak hanya enak dipandang. Tetapi, juga menyimpan kekayaan bahari. Inilah yang membuat ekonomi penghuni pulau ini bergeliat. Tak sekadar yang di resort.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Maratua

 

JAHIN menghitung lagi, apakah ikan yang dia dapat sudah sesuai dengan permintaan pembelinya. Tiap bulan, dia harus menyuplai 10 ton ikan kerapu untuk diekspor ke Vietnam, Tiongkok, dan negara lain. "Ada ikan kerapu budi daya, ada juga ikan kerapu tangkapan. Harganya dari Rp 150 ribu sekilo. Paling mahal Rp 500 ribu untuk kerapu tangkapan," kata Jahin kepada Kaltim Post. 

Lelaki ini adalah koordinator pengepul ikan untuk diekspor di Pulau Maratua. Jahin juga memiliki usaha penginapan di dekat Dermaga Umum Maratua di Kampung Teluk Harapan. Dua usahanya ini dirasa cukup sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Penginapan warga sekarang ramai. Cuma ya kalau yang di sini, rata-rata wisatawan lokal saja. Kami juga tahu, budget mereka berapa," kisah Jahin. 

Selama ini Maratua dikenal dengan banyaknya resort mahal di pinggir pantai. Namun, masyarakat baiknya tidak boleh hanya jadi penonton di Maratua. Deretan penginapan atau homestay milik warga lokal pun berdiri. Masyarakat, pelan-pelan juga diajari bagaimana menjalankan bisnis penginapan. Termasuk, bagaimana menyiapkan kamar dan memberikan pelayanan pada tamu-tamu yang datang. 

Sehingga datangnya pelancong itu tidak hanya dirasakan oleh resort-resort premium di Maratua. Kawasan tepi pantai di Kampung Teluk Harapan dijadikan kawasan kuliner yang terintegrasi dengan penginapan di depannya. Jadi, bagi mereka yang menginap di homestay milik warga, mereka bisa menikmati pantai langsung di depan mata, nongkrong di pinggir pantai, hingga berinteraksi langsung dan masyarakat lokal. Snorkeling juga tetap bisa, karena panorama laut dan ikannya juga sama. Salah satu yang menggeliatkan tempat nongkrong di tepi pantai Kampung Teluk Harapan adalah Yayin. Lelaki yang akrab disapa Onyeng itu, termasuk yang awal-awal membuka kedai kopi di kawasan ini sejak awal tahun lalu. Kopi susu aren pun jadi minuman yang paling banyak dipesan. 

"Kopinya kita pakai kopi dari Kalimantan Utara. Waktu saya buka kedai ini, modal awalnya masih cari limbah kayu di pinggir pantai, saya bikin tempat nongkrong," ucap Onyeng. Onyeng yang merupakan pendatang di Pulau Maratua ini mengisahkan, pada awalnya kebiasaan menyeruput kopi di tepi pantai, tak banyak dilakukan masyarakat dan turis yang datang. Hingga, keberadaan kedai kopinya juga perlahan membuat kebiasaan baru. Memang, Onyeng mengaku tantangannya cukup besar, sebab konflik tentu ada. Dia pun harus pindah sampai tiga kali. 

"Dulu, kalau malam di sisi pantai sini gelap. Tapi bisa dilihat sekarang semuanya ramai dan hampir penuh dengan tempat nongkrong," sambung dia.Dia juga menyalurkan ilmu soal meracik kopi ke para pemuda yang tertarik. Namun, rata-rata tak bisa bertahan lama. Sebab, hasil dari melaut lebih menggiurkan. Tak hanya kedai kopi atau menggeliatkan suasana di pinggir pantai. Urusan kerajinan juga mulai diupayakan. Adalah Bambang yang menggeliatkan kerajinan dari limbah kayu di pinggir pantai.

 "Kami bikin ukiran atau kerajinan untuk meja begitu. Supaya lebih mudah dibawa di kapal atau pesawat. Selain itu, juga oleh-oleh lain," sebut Bambang. Dia mengatakan, limbah kayu di pinggir Pantai Maratua cukup banyak. Hal itu menjadi potensi besar, untuk mengembangkan kerajinan lain yang bisa jadi oleh-oleh yang paling banyak dicari. Masyarakat lokal pun bisa bersaing. Jadi, ketika turis datang ke Maratua, opsinya bisa juga menikmati keindahan di kampungnya. (riz/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 Januari 2022 09:05

Upaya Slamet Lestarikan Lereng Gunung Slamet

Slamet Wahyudi, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang ini rela mengabdikan…

Senin, 17 Januari 2022 09:13
Cikal Bakal Berlian yang Tak Banyak Lagi Ditemukan di Martapura dan Sekitarnya (2-Habis)

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 11:20

Fatimah Asri Mutmainnah Terpilih Menjadi Komisi Nasional Disabilitas, Semangat Memberi Motivasi untuk Tetap Berkarya

Fatimah Asri Mutmainnah belum lama terpilih menjadi anggota Komisi Nasional…

Jumat, 14 Januari 2022 13:33

Ini Dia Calon Sekprov Kaltim, Ismiati-Diddy Sarat Pengalaman, Sri Wahyuni Kejutan

SAMARINDA–Penjaringan calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim mengerucut ke tiga kandidat.…

Jumat, 14 Januari 2022 13:20
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (3-Habis)

Membagi Waktu antara Ibu, Direktur, hingga Scaper

Aquascape tak mengenal batas gender, usia, hingga pekerjaan. Bagi mereka,…

Jumat, 14 Januari 2022 13:13

Sundari Catering, Mampu Pertahankan Puluhan Karyawan di Tengah Pandemi

Tidak instan. Tidak pula mudah. Endang Sri Banon menjadi orangtua…

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)

Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun…

Rabu, 12 Januari 2022 10:30

Sejarah Besar di Balik Puing Tonggak Keramik Indonesia

Disebut Soekarno sebagai bagian dari mewujudkan cita-cita revolusi Indonesia, jejak…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:40

Scott Alfaz, ODHA yang Bangkit dari Keterpukulan, Lulus S-2 di Eropa, dan Jadi CEO

Scott Alfaz melewati masa-masa sulit setelah divonis mengidap HIV dengan…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:05
Dengan Baterai Tahan 6 Jam, Bisa Amankan Bayi Sampai ke RS Rujukan

Prof Rinawati Rohsiswatmo dan Alat Bantu Napas Bayi Baru Lahir yang Berbuah Penghargaan

Prof Rinawati Rohsiswatmo menghasilkan inovasi alat bantu untuk bayi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers