MANAGED BY:
SABTU
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

FEATURE

Jumat, 10 Desember 2021 12:41
Kembangkan Kopi Linggang yang Ditanam Dengan Lada
Upaya Kampung Linggang Melapeh Menolak Tambang dan Sawit
Marselinus menunjukkan proses pengolahan kopi Linggang.

Kampung ini menolak pertambangan dan sawit. Warganya menjaga hutan dan Bukit Eno yang telah menghidupi sejak nenek moyang. Ketika kebutuhan pengembangan ekonomi jadi keharusan, opsi pengembangan komoditas potensial pun dilakukan.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Kutai Barat

 

KOMODITAS yang selama ini menghidupi penduduk kampung ini adalah hasil dari menyadap karet. Juga hasil perkebunan buah durian. Tetapi, warga Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, mengembangkan komoditas pangan lokal mereka. Selain untuk dijual, juga bisa jadi daya tarik wisata. Ketika wisatawan datang ke Kampung Linggang Melapeh untuk menikmati Air Terjun Tabalas atau Danau Aco, mereka juga bisa membeli oleh-oleh penganan khas kampung ini.

Salah satu yang kini tengah dikembangkan adalah Kopi Linggang. Bibit kopi ini adalah jenis kopi robusta yang bibitnya dari Gunung Kerinci, Jambi, yang kemudian ditanam di Kampung Linggang Melapeh dengan tumpang sari tanaman lada. Marsellinus Mite adalah ketua Kelompok Tani Kola Lestari yang mengembangkan tanaman ini. Kola artinya kopi dan lada. Marsellinus menjelaskan, mereka mengelola dua kebun dengan luas 6.834 meter persegi. Terdapat 780 pohon kopi, dan 120 pohon lada.

"Sejak November 2019 kita mulai kembangkan robusta kerinci. Karena bibit ini bagus, sudah menang festival. Kita dibantu WWF (World Wildlife Fund). Kita tanam di sini, ternyata cocok dan tanaman kami juga sudah menghasilkan," kata Marsellinus.

Dia menceritakan, tak sampai setahun kopi yang mereka tanam, berbunga pada Oktober 2020, lalu berbuah. Kopi yang sudah dihasilkan lebih dari 2 kuintal. Produksi akan bertambah karena pohon semakin besar. Skema untuk mengembangkan kopi ini pun sudah dipersiapkan.

Marsellinus melanjutkan, kelompok tani yang dia pimpin bakal menangani budi daya dan produksi Kopi Linggang. Sementara itu, kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang telah dibentuk, bertugas mengurus pasca tanamnya. Menurutnya, pangsa pasar Kopi Linggang termasuk besar, seiring dengan menjamurnya budaya menyeruput kopi di kalangan anak muda saat ini. "Sudah ada dua kedai kopi di Melapeh pakai kopi kita. Belum lagi kedai kopi di Linggang Bigung dan Barong Tongkok yang bisa menjadi mitra," ungkapnya.

Tak hanya kopi, budi daya lada di desa ini disebut Marsellinus juga menggembirakan. Saat ini, mereka punya 1 hektare kebun lada yang disiapkan untuk sertifikasi. "UPT kebun di Loa Janan (Kukar), dukung jadi kebun induk buat produksi bibit. Kaltim selama ini hanya di Batuah (Kukar). Makanya, di sini mau kita kembangkan," jelas lelaki asal Nusa Tenggara Timur yang sudah 31 tahun tinggal di Kampung Linggang Melapeh.

Sementara itu, Camat Linggang Bigung Christian menuturkan, perlu dukungan warga agar menjadikan kopi sebagai opsi komoditas lain di Kampung Linggang Melapeh. "Kita masih fokus di karet. Tapi, bisa kita budayakan kopi. Apalagi, saat ini sedang ramai-ramainya kopi," ujar dia. Ari Wibowo dari WWF yang melakukan pendampingan di Kampung Linggang Melapeh menyampaikan, Kopi Linggang sedang diusahakan agar bisa masuk ke aneka ritel modern. Jadi, mudah dibeli dan pasarnya makin luas. "Satu tahap lagi Kopi Linggang bisa dijual di ritel modern. Kita masih tunggu izin P-IRT (produksi industri rumah tangga)-nya," pungkas Ari. (riz/k15)

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 20 Mei 2022 14:40

Peternakan Berkandang Asri tanpa Bau di Perkampungan Padat Jakarta Selatan

Asupan vitamin, ampas tahu-tempe, serta pohon bambu, itu beberapa kiat…

Jumat, 20 Mei 2022 14:30
Ngobrol dengan Penulis Kaltim; Sukardi Wahyudi (3)

Lahirkan Ribuan Puisi, Kenalkan Budaya Bumi Etam

Misi mulia mengenalkan kebudayaan Kaltim menjadi motivasi tersendiri untuk membuahkan…


Jumat, 20 Mei 2022 10:04
Ngobrol dengan Penulis Kaltim; Roedy Haryo Widjono (2)

Didera Ketidakadilan, Seni Adalah Bentuk Perlawanan

Dari puisi, lara disampaikan. Dari tiap bait, semangat melawan penindasan…

Selasa, 17 Mei 2022 12:23
Keluarga-Keluarga yang Kehilangan Orang-Orang Terkasih dalam Kecelakaan Maut di Tol Surabaya–Mojokerto

Pelajar SMA Itu Ditinggalkan Ayah-Ibu dan Kedua Adik

MUJIANAH memang hanya mengalami luka ringan. Kemarin, istri Nur Ra’i…

Selasa, 17 Mei 2022 12:21

Bilqis Prasista, Bintang Kecil nan Terang dari Tim Uber Indonesia

Joko Suprianto dan Zelin Rosiana yang sama-sama pernah menjuarai Piala…

Minggu, 15 Mei 2022 12:48

Ragam Tantangan Menyekat Angkutan Pembawa Ternak

Ada pedagang yang ngeyel berjualan karena yakin kambingnya aman dari…

Jumat, 13 Mei 2022 13:33

Di Balik Keberhasilan Nglanggeran Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia

Tantangan terbesar Kelompok Sadar Wisata Nglanggeran adalah mengubah stigma pengangguran…

Rabu, 11 Mei 2022 11:53

Cerita Unik Arus Balik, Kapolres Jadi Tukang Tambal Ban-Tertidur di Jalan

Ada beberapa cerita menarik selama arus balik 2022, dua Kapolres…

Jumat, 06 Mei 2022 16:41

Warisan Budaya Tak Benda Bernama Galendo, Dulu Dipawaikan dan Ada di Meja Konferensi Asia-Afrika

Galendo kudapan khas Ciamis berbahan dasar kelapa. Namun, mencari galendo…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers