MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 03 Desember 2021 12:02
Seniman Masa Kini yang Bertahan di Tengah Pandemi: Sumarwi (3)

Pertahankan Tari Tradisional, Sempat Down Ditinggal Istri

Sumarwi (tengah)

Awal 2021, Sumarwi kehilangan belahan jiwa; istri dan ibu bagi buah hati, serta partner kerja terbaik. Bertahan dan bangkit, melanjutkan perjuangan melestarikan tari tradisional.

 

Jatuh cinta pada dunia tari, dia belajar secara autodidak. Dari penari biasa hingga mengajar, akhirnya mampu membuka studio tari sendiri. Sosoknya tentu tidaklah asing bagi masyarakat Balikpapan. Dialah pentolan AW Studio; Sumarwi.

Kak Awi, begitu nama yang kerap digunakannya. Owner AW Studio merupakan orang yang hangat. Mudah bergaul. Dan begitu mencintai dunia seni tari. Tidak hanya tari tradisional, dia juga mampu mengajarkan tari modern. Jatuh bangun semenjak 1989 telah menempanya menjadi seperti sekarang.

Dari sekadar mengikuti lomba-lomba tari, karena kecakapannya dalam menari, Awi sempat diajak menjadi guru tari di salah satu perusahaan migas. Kemudian mengajar di salah satu studio ternama pada masanya. Studio tersebut sempat vakum, dia pun memutuskan membuka kelas tari. Dengan menyewa sebuah studio bergantian di Pasar Baru.

Pinguin Studio, merupakan awal mula nama yang dia gunakan sebelum diubah menjadi AW Studio. Perubahan nama tersebut karena masukan dari orangtua murid yang diajar. Kelas tari tersebut lalu berpindah ke rumah peninggalan orangtua di Jalan Panorama Atas, Karang Jati, Balikpapan Tengah.

Ala kadarnya, hanya rumah kayu berukuran kecil. Perlahan seiring pemasukan mulai membaik, dia membenahi. Hingga telah menjadi bangunan permanen. Anak-anak muridnya pun menjadi lebih leluasa dan nyaman ketika belajar. Hingga 2021, studio tersebut tetap aktif. Meski tidak seramai dulu.

Kesedihan paling dalam yang pernah dia lalui, ketika ditinggal pergi istrinya menghadap Sang Khalik. Belahan jiwa yang telah memberinya dua anak, Alfiana, wafat pada Januari 2021 lalu. Tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu bagi buah hati mereka, perempuan tersebut merupakan partner kerja terbaik yang pernah dia miliki.

Keduanya memulai perjalanan karier bersama. Dari penari biasa hingga membangun studio tari sendiri. Keduanya bertemu ketika bergabung menjadi pengajar di Nirmala Studio pada 1992.

Sempat didiagnosis Covid-19, namun setelah dilakukan pemeriksaan, almarhum dinyatakan negatif. Diketahui, penyebab meninggalnya sang istri ialah mag akut. Senyumnya yang semula mengembang sirna ketika menceritakan tentang kondisi sang istri. Perjumpaan dengan awak media ini di pagi hari bulan November tersebut juga dibarengi suasana hujan yang membuat suasana sedikit melankolis.

“Bagi saya, istri merupakan sosok paling berjasa dalam hidup. Dia yang membuat saya semangat dalam menjalani kehidupan dan mempertahankan AW Studio ini. Ketika istri meninggal sempat down, karena kondisi di tengah pandemi juga dialah yang membantu perekonomian keluarga ini, saat tidak ada event bahkan nol selama satu tahun lalu,” ungkap ayah dari Girvan dan Keyna tersebut.

Istrinya adalah guru kesenian di SMK 1 Balikpapan. Meski memiliki studio, tetapi karena pagebluk, 2020 menjadi tahun yang sepi job. Yang membuatnya sempat kewalahan saat kepergian sang istri. Berusaha tegar, setelah bangkit dari kesedihan, dia kembali menata hidupnya. Beruntung kini berbagai event telah diperbolehkan digelar. Walau tidak seperti kondisi normal. Kegiatan di luar lomba seperti penyambutan tamu sementara ini juga belum sebanyak dulu.

“Satu tahun lalu benar-benar nol pertunjukan. Kondisi itu sangat memprihatinkan,” kata pria yang pernah meraih penghargaan Warga Berprestasi Bidang Seni Budaya 2016 tersebut.

Awal 2021, ujar Awi, setidaknya sudah ada satu event dalam sebulan dia ikuti. Bulan-bulan belakangan, paling tidak enam event. Pria kelahiran Pontianak, 13 April 1972, itu mengaku sempat terganjal dengan pemasukan tetap. Mengingat dulu, sebelum pandemi, anak-anak murid yang telah menjadi talent-nya kerap meraih ratusan medali dari berbagai kompetisi.

Aktif pada 2013, AW Studio telah mendulang berbagai prestasi nasional maupun internasional. Ratusan medali telah didapatkan. Sebelum lomba, biasanya agar memberikan penampilan yang terbaik, anak didik mendapat jam tambahan untuk berlatih. Dia juga berkata, dukungan orangtua menjadi peran penting dalam persiapan lomba. Seperti dalam kostum kompetisi dan penguatan mental anak-anak supaya siap bersaing dengan sehat siapa pun lawannya.

“Kalau ada lomba pasti persiapan harus matang, jadwal latihannya ditambah. Dari dua kali seminggu menjadi lima kali seminggu. Kalau sekarang kan masih jarang lomba, dan lomba dilakukan secara online,” beber Awi.

Baru-baru ini, dalam ajang lomba online, anak muridnya mendapatkan dua perak dan dua perunggu. Dan pada ajang Open Dance Internasional mendapatkan dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Salah satu talent yang dimiliki, Intan Rezky Putri, diberi penghargaan di bidang budaya dan Zahira di bidang olahraga.

Sadar bahwa era sekarang, regenerasi harus terus berlanjut, Awi tidak banyak terlibat ketika mengajar, hanya mengontrol para talent-nya untuk melanjutkan mengajar di studio miliknya. Dia tetap mempertahankan tari tradisional sebagai ciri khasnya. Sebab, kata Awi, bagaimana pun tari tradisional adalah kekayaan budaya lokal yang tak boleh hilang tergerus zaman.

“Tari tradisional memang budaya kita, harus dikembangkan. Karena budaya itulah kita bisa dikenal dunia. Merangsang pengunjung dari luar negeri agar datang ke dalam negeri. Orang asing lebih tertarik, musik dan gerakan tari tradisional kita yang berbeda dengan tarian modern,” ujar Awi mengakhiri pembicaraan, sembari menyaksikan para muridnya berlatih. (***/dwi/k16/bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 11:12

Salurkan Rp 9,51 Miliar Dana KUR

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat kredit usaha rakyat (KUR)…

Kamis, 20 Januari 2022 09:05

Upaya Slamet Lestarikan Lereng Gunung Slamet

Slamet Wahyudi, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang ini rela mengabdikan…

Senin, 17 Januari 2022 09:13
Cikal Bakal Berlian yang Tak Banyak Lagi Ditemukan di Martapura dan Sekitarnya (2-Habis)

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 11:20

Fatimah Asri Mutmainnah Terpilih Menjadi Komisi Nasional Disabilitas, Semangat Memberi Motivasi untuk Tetap Berkarya

Fatimah Asri Mutmainnah belum lama terpilih menjadi anggota Komisi Nasional…

Jumat, 14 Januari 2022 13:33

Ini Dia Calon Sekprov Kaltim, Ismiati-Diddy Sarat Pengalaman, Sri Wahyuni Kejutan

SAMARINDA–Penjaringan calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim mengerucut ke tiga kandidat.…

Jumat, 14 Januari 2022 13:20
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (3-Habis)

Membagi Waktu antara Ibu, Direktur, hingga Scaper

Aquascape tak mengenal batas gender, usia, hingga pekerjaan. Bagi mereka,…

Jumat, 14 Januari 2022 13:13

Sundari Catering, Mampu Pertahankan Puluhan Karyawan di Tengah Pandemi

Tidak instan. Tidak pula mudah. Endang Sri Banon menjadi orangtua…

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)

Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun…

Rabu, 12 Januari 2022 10:30

Sejarah Besar di Balik Puing Tonggak Keramik Indonesia

Disebut Soekarno sebagai bagian dari mewujudkan cita-cita revolusi Indonesia, jejak…

Sabtu, 08 Januari 2022 11:40

Scott Alfaz, ODHA yang Bangkit dari Keterpukulan, Lulus S-2 di Eropa, dan Jadi CEO

Scott Alfaz melewati masa-masa sulit setelah divonis mengidap HIV dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers