MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 03 Desember 2021 10:08
Bintang Kejora Berkibar di 6 Daerah, Paling Heboh di GOR Cenderawasih, 8 Orang Diamankan

JAYAPURA-Bendera bintang fajar atau disebut bintang kejora berkibar di enam daerah di Provinsi Papua yaitu Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Paniai dan Kota Jayapura, Rabu (1/12). Aksi pengibaran bintang kejora di beberapa daerah di Papua tidak terlepas dengan peringatan hari kemerdekaan bangsa Papua ke-60 tahun tepatnya 1 Desember 1961 – 1 desember 2021. Namun yang menghebohkan publik adalah, pengibaran bintang kejora oleh sekelompok mahasiswa di pusat Kota Jayapura, tepatnya di GOR Cenderawasih Jayapura yang berada di samping Mapolda Papua.

Bahkan mahasiswa yang berjumlah 8 orang ini sempat melakukan long march di jalan raya depan GOR Cenderawasih, Mal Jayapura dan bahkan melintas di depan Mapolda Papua sebelum akhirnya diamankan sekira pukul 11.00 WIT.

Saat pengibaran bendera, tidak ada anggota yang berjaga di lokasi tersebut. Anggota Polri mendatangi GOR Cenderawasih setelah bendera dikibarkan dan langsung menurunkan bendera bintang kejora. Terkait dengan pengibaran bintang kejora di GOR Cenderawasih ini, delapan orang telah diamankan yakni MSY, YM, MY, MK, BM, FK, MP dan MW. Kedelapan orang ini sedang diamankan di Mapolda Papua untuk dimintai keterangan.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto menerangkan, sebelum mengibarkan bendera BK di GOR Ceenderawasih, delapan orang ini tepatnya pada Selasa (30/11) melakukan pertemuan di daerah Padang Bulan, Distrik Heram terkait rencana upacara hari kemerdekaan Papua yang akan dilaksanakan pada Rabu (1/12).

Dalam rapat tersebut, N yang memimpin rapat saat itu memerintahkan untuk melakukan upacara pengibaran bendera BK di halaman GOR Cenderawasih. Setelah itu, melakukan aksi long march ke arah Pelabuhan Jayapura.

Delapan orang ini diamankan anggota penjagaan Polda Papua saat melintas di depan Mapolda Papua. “Saat ini delapan pemuda tersebut dalam pemeriksaan intensif Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua. Sementara untuk N selaku pemimpin rapat beserta beberapa orang lainnya masih dalam pencarian aparat kepolisian,” terangnya. Menurut Wakapolda, anggota jauh hari sudah mengantisipasi peristiwa yang akan menimbulkan gejolak Kamtibmas pada 1 Desember itu.

“Secara umum menjelang 1 Desember dalam kalender Kamtibmas, kita waspadai terjadinya gejolak ganguan Kamtibmas. Terlepas dari 6 kabupaten/kota terjadi pengibaran bendera BK, situasi Papua cukup kondusif bisa terkendali,” papar Wakapolda kepada wartawan.

Menurut Wakapolda, pengibaran bendera tersebut sebagai bentuk ketidakpahaman mekanisme bernegara. Mengibarkan simbol-simbol yang tidak perlu dikibarkan, sebagaimana sudah berkomitmen berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga simbol yang bisa dikibarkan adalah bendera merah putih.

“Krimum Polda Papua sedang mengembangkan penyelidikan sekaligus penyidikan terhadap kasus tersebut,” kata Wakapolda.

Dikatakan Wakpolda, terlepas dari Kota Jayapura, ada beberapa wilayah yang mengibarkan bendera BK yang dilakukan pada 30 November dengan kisaran waktu pukul 5 sore hingga 21.00 WIT menjelang 1 Desember.

“Lima lokasi terjadi pengibaran bendera dilakukan di lokasi yang sulit dijangkau dan tidak diketahui siapa orang yang mengibarkan. ketika diketahui bendera sudah ada di lokasi tersebut,” ucap Wakapolda. Sementara itu, Dirkrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, pihaknya sedang mendalami peran dari kedelapan orang tersebut.

“Dari keterangan beberapa orang yang diamankan, kegiatan ini sudah direncanakan beberapa hari sebelemunya. Dalam pertemuan mereka di salah satu tempat, mereka merencanakan untuk menggelar dan menaikkan BK di GOR Cenderawasih,” jelasnya.

Lanjut Faizal, yang menurunkan bendera BK di GOR Cenderawasih adalah anggota Polri. “Bukan berarti kita tidak siaga, tapi memang mereka melakukan itu dalam tempo yang cepat. Sehingga ketika anggota datang ke GOR, posisi bendera sudah di atas dan kita langsung turunkan. Waktunya sebenarnya tidak lama,” bebernya.

Enam dari delapan orang diamankan berstatus mahasiswa. Faizal mengaku sedang mendalami apakah mereka berafiliasi dengan KNPB atau tidak. “Kasusnya dalam proses penyelidikan, kita belum putuskan status mereka dalam kasus ini. Masih ada waktu 1 kali 24 jam untuk memutuskan statusnya,” kata Faizal.

Selain mengamankan delapan orang gersebut, barang bukti yang turut diamankan yakni dua bendera bintang kejora, satu lembar spanduk bertuliskan “self determination for West Papua stop melitarisme in West Papua” dan satu spanduk bertuliskan “Indonesia segera membuka akses bagi tim investigasi komisi tinggi HAM PBB ke West Papua.”

Secara terpisah, Danrem 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan, KKB juga melakukan upacara kenaikan bendera di Distik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang tepatnya di kampung Lamek Taplo.

“Dalam penaikan bendera tersebut, ada bunyi tembakan sebanyak 3 kali. Dimungkinkan bunyi tembakan tersebut sebagai peringatan mereka melakukan upacara menaikan bendera,” ucap Danrem kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Lanjut Danrem, bendera BK sebatas barang, untuk itu anggotanya tidak terpancing dan itu bukan sesuatu yang begitu penting baginya. “Bendera itu hanya barang saja, jangan karena barang itu lantas kita baku bunuh,” ucap Danrem.

Sementara itu, pasca pengibaran bendera bintang kejora di tiang bendera GOR Cenderawasih Kota Jayapura, tak lama kemudian, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Indonesia (MCI), Kota Jayapura mengibarkan bendera merah putih di titik yang sama.

Porkorus Yeroserai selaku koordinator MCI Kota Jayapura mengatakan, bertepatan dengan 1 Desember yang digadang-gadang sebagai hari Papua merdeka, MCI di Papua yang berdomisili di Kota Jayapura mengutuk keras aksi dari teman-teman yang berseberangan dengan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI).

“Kami merasa teman-teman yang bersebelahan, dalam aksi ini mereka telah berseberangan dengan kaidah negara. Oleh kerena itu, di titik yang sama. Kami MCI Kota Jayapura, berkumpul di lokasi yang sama untuk mengibarkan bendera merah putih yang adalah lambang dari negara yang kita cintai yaitu NKRI,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat yang ada di tanah Papua dan Papua Barat harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan. "Kita adalah satu, kita Papua kita cinta Indonesia, dan Papua adalah bagian dari NKRI," tegas Yeroserai.

Secara terpisah, Pemimpin TPN-PB Meepago, Demianus Magai Yogi mengatakan, ada 8 daerah yang melakukan upacara pengibaran bendera bintang kejora yakni Paniai, Mimika, Ilaga, Nduga, Intan Jaya, Puncak, Nabire, Deiyai dan Dogiyai. “Kami mengibarkan bandera sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua, saya sendiri sebagai inspektur upacara di Paniai,” ucap Demianus kepada Cenderawasih Pos.

Dalam doa yang dipanjatkan di upacara tersebut, mereka berdoa kepada tuhan untuk segera dibebaskan untuk Papua. Sementara itu, Kepolisian Resor Merauke mengamankan 17 orang terkait dengan peringatan 1 Desember, Senin (30/11) sore. Mereka diamankan di sebuah rumah kost, Jalan Mopah Lama, Kompleks Jati-Jati, Kelurahan Rimba Jaya.

Mereka dijemput setelah beritanya masuk di media sosial terkait kedatangan warga dari Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Dalam narasi yang ditulis di media sosial bahwa kedatangan mereka ke Merauke untuk meminta membuka ruang demokrasi dengan pihak TNI-Polri, gereja tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat pada umumnya pada momentum 1 Desember 2021. Dengan membawa kelapa serta busur dan anak panah, sebagai simbol perdamaian dan perang dengan pihak TNI-Polri.

Kelapa adalah bentuk perdamaian, sedangkan busur dan anak panah sebagai simbol perang terhadap TNI dan Polri.

Kapolres Merauke, AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum membenarkan telah mengamankan 17 orang tersebut. “Ya kita mengamankan sebanyak yang ada di video tersebut,’’ kata Kapolres, Rabu (1/12). Setelah diamankan, lanjut Kapolres, kemudian mereka dimintai keterangan. Namun dari interogasi yang dilakukan, lanjut Kapolres, bahwa ternyata mama-mama yang bicara dalam video yang beredar tersebut hanya sebagai korban dan tidak tahu apa-apa. “Sementara ini kita masih melakukan pendalaman terhadap mereka-mereka ini dan saat ini masih kita amankan di Polres Merauke sambil kita mintai keterangan,’’ jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa mereka yang diamankan ini sebenarnya tidak tahu apa-apa. ‘’Kasihan mereka. Belum lama ini saya ke Kimaam dan bagi-bagi sembako di sana, dan saya mengganti kantong-kantong air mereka dari jeringen yang sudah tidak layak,’’ terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat Merauke untuk tidak melakukan hal seperti itu dan meminta untuk melakukan aksi kemanusiaan dimana saja berada dengan keahlian apapun yang dimiliki. “Berbuat baiklah sebelum mati. Itu filosofi saya. Karena kalau kita sudah mati, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi,’’ tandasnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Najamuddin, MH, mengatakan bahwa 17 orang yang diamankan hanya dijemput dari tempatnya setelah adanya video yang keluar di media sosial untuk dimintai keterangan. “Rencananya setelah kita mintai keterangan, mereka akan dipulangkan. Tapi, sebelum dipulangkan, Pak Kapolres akan memberikan pakaian layak pakai serta beberapa di antaranya kemungkinan akan dilatih di home industri,” pungkasnya. (fia/oel/ulo/nat)


BACA JUGA

Senin, 24 Januari 2022 15:03

Diteriaki Curi Mobil, Lansia 80 Tahun Dikeroyok Lalu Tewas

Peristiwa penganiayaan menimpa seorang lansia berinisial HM, 80. Dia tewas…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:40

Dua Pasien Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia

JAKARTA-Kementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia. Kedua…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:59

Bangun Jembatan TNI Diserang Teroris TPNPB-OPM, Satu Prajurit Gugur, Tiga Orang Luka-luka

JAYAPURA-Aksi penyerangan yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM terhadap aparat TNI kembali…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:48

Tes Antropometri dan HB Jadi Syarat Nikah

JAKARTA – Genderang perang terhadap stunting sudah ditabuh pemerintah. Tak…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:32

Pemberangkatan Umrah Satu Pintu Hingga Akhir Januari

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan skema pemberangkatan umrah satu…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:11

Hakim yang Ditangkap KPK Itu Pernah Disanksi MA karena Bebaskan Koruptor

ITONG dikenal sebagai hakim yang memiliki rekam jejak kontroversial. Bahkan…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:03

Terima Suap Terkait Perkara PHI, Hakim di Surabaya Ditangkap KPK

SURABAYA – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat…

Jumat, 21 Januari 2022 12:29

Terkait Suap Bupati PPU, KPK Periksa Sekjen DPC Demokrat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal DPC…

Jumat, 21 Januari 2022 12:24

Indikasi Kerugian Sewa Pesawat Capai Rp 3,6 Triliun

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) meningkatkan status penanganan kasus dugaan…

Jumat, 21 Januari 2022 11:20

DPD - Partai Demokrat Kompak Demi PT Nol Persen

JAKARTA - Dorongan penghapusan presidential threshold (PT) semakin kencang disuarakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers