MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 19 November 2021 17:31
Imbas Rencana Pemberlakuan PPKM Level 3 Se-Indonesia, Pariwisata Kembali Pikul Beban Berat
TERDAMPAK: Pantai Manggar Balikpapan berpotensi ditutup saat PPKM Level 3 kembali diberlakukan.

PPKM Level 3 mulai diberlakukan di semua wilayah di Indonesia mulai 24 Desember 2021. Kebijakan itu dinilai memberatkan daerah. Terutama untuk meningkatkan kunjungan wisata.

 

SAMARINDA–Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak di Indonesia selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Akibatnya pariwisata akhir tahun akan bergerak terbatas. Kebijakan status PPKM Level 3 itu akan berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021.

Pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut untuk memperketat pergerakan orang dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Nataru. Nantinya seluruh wilayah di Indonesia, baik yang sudah berstatus PPKM Level 1 dan 2 akan disamaratakan menerapkan aturan PPKM Level 3.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, pada 2021 sebenarnya pariwisata tidak seburuk 2020. Sebab, kebanyakan destinasi sudah mulai beroperasi kecuali yang dikelola pemerintah daerah (pemda) masih ditutup di beberapa kabupaten/kota. Pada Januari–Mei 2021, kegiatan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) terbatas di hotel-hotel dan tempat wisata.

Sejak Juni sampai September destinasi banyak kembali ditutup karena PPKM. Namun, memasuki Oktober destinasi sudah buka seperti biasa karena Kaltim berstatus PPKM Level 2. Jika kembali pada level 3 tentunya kebijakan akan menyesuaikan, dan banyak destinasi kembali tutup seperti awal PPKM pada Juni.

“Kami sempat memprediksikan kunjungan bisa meningkat pada akhir tahun. Namun tetap mempertahankan protokol kesehatan. Saat ini apapun aturannya tentunya kita tetap harus mematuhi, demi kebaikan bersama,” jelasnya, Kamis (18/11).

Diwawancarai terpisah, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kaltim I Gusti Bagus Putra mengatakan, kembalinya semua daerah kepada PPKM Level 3 akan membuat gerak dunia pariwisata terbatas. Namun, pihaknya tetap menunggu aturan teknisnya seperti apa, karena masih dibahas hingga 22 November mendatang. Namun, jika mengikuti aturan sebelumnya pada PPKM Level 3 penerbangan tetap memberikan persyaratan PCR.

“Meski harga PCR sudah diturunkan, itu tidak berdampak pada industri pariwisata. Sebab penumpang masih dibebankan biaya tinggi,” katanya, Kamis (18/11).

Saat ini harga PCR sudah sangat murah, tapi menjadi kendala jika dijadikan aturan tetap pada status PPKM Level 3. Imbasnya, para pelaku pariwisata tidak mendapatkan pemasukan, lantaran kurangnya mobilitas.

Perkembangan pariwisata melihat kondisi penerbangan. Jika semakin mudah dan murah, maka wisata pasti tumbuh. Akhir tahun, sebenarnya menjadi ajang peningkatan dunia penerbangan. Sebab November dan Desember, kunjungan kerja akan meningkat. Tapi bila PPKM kembali level 3, pasti semuanya akan ditunda atau dibatalkan. Sehingga mobilitas bergerak terbatas.

“Dunia pariwisata sudah tidak bisa berharap banyak. Sebab saat ini yang diharapkan hanya mobilitas wisatawan domestik. Kalau itu juga dipersulit, maka tidak bisa bergerak lagi dunia wisata,” bebernya.

Diwartakan sebelumnya, mulai 24 Desember 2021, semua wilayah di Indonesia menerapkan PPKM Level 3. Kebijakan itu menjadi senjata pemungkas pemerintah dalam menghadapi masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

“Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Antisipasi Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 pada Libur Nataru secara daring, Rabu (17/11).

Muhadjir mengungkapkan, nanti seluruh wilayah di Indonesia, baik yang sudah berstatus PPKM Level 1 maupun 2, akan disamaratakan menerapkan aturan PPKM Level 3. Kebijakan tersebut bertujuan memperketat pergerakan orang. Dengan demikian, risiko lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Nataru bisa dicegah. “Sehingga ada keseragaman secara nasional. Sudah ada kesepakatan, aturan yang berlaku di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali nanti diseragamkan,” jelas Muhadjir.

Kebijakan itu, lanjut dia, berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Pengaturannya di bawah instruksi mendagri (inmendagri) terbaru. “Inmendagri ini sebagai pedoman pelaksanaan pengendalian penanganan Covid-19 selama Nataru yang akan ditetapkan selambat-lambatnya 22 November 2021,” katanya.

Muhadjir meminta kementerian/lembaga secara sektoral, TNI/Polri, Satgas Covid Nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta komponen strategis lainnya untuk menyiapkan surat edaran (SE) sebagai turunan inmendagri tersebut. Termasuk dukungan operasional pelaksanaan pengendalian penanganan Covid-19 selama masa libur Nataru.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa dalam kebijakan libur Nataru, perayaan pesta kembang api, pawai, serta arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar akan sepenuhnya dilarang. Sementara itu, ibadah Natal, kunjungan wisata, dan operasional pusat perbelanjaan menyesuaikan kebijakan PPKM Level 3.

Merujuk pada inmendagri sebelumnya, kebijakan PPKM Level 3, antara lain, mengatur kegiatan di tempat ibadah maksimal berkapasitas 50 persen. Lalu, kegiatan di bioskop dan tempat makan minum maksimal kapasitas 50 persen, kegiatan di pusat perbelanjaan maksimal kapasitas 50 persen sampai pukul 21.00 dengan protokol kesehatan ketat, serta menutup fasilitas umum seperti alun-alun dan lapangan terbuka.

Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) juga dilakukan di sejumlah destinasi. Utamanya di tiga tempat, yaitu di gereja pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal. “Kebijakan Nataru ini diperlukan untuk menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi harus tetap bergerak,” tegasnya. (ctr/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 11:48

Stabilkan Harga, Gelontor 11 Juta Liter Minyak Goreng Murah

JAKARTA–Harga minyak goreng diprediksi terus naik sampai awal 2022. Kenaikan…

Minggu, 28 November 2021 11:47

Potensi Ekonomi Menjanjikan, Kementan Cetak 2,5 Juta Petani Milenial

BALIKPAPAN–Pemerintah terus mendorong bertumbuhnya generasi muda atau milenial di bidang…

Sabtu, 27 November 2021 18:47

Grandprize 2 Unit Mobil, Ramaikan Undian Simpedes BRI Samarinda

SAMARINDA-  PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Samarinda kembali…

Jumat, 26 November 2021 09:18

Unit Layanan PLTG Sambera Adakan Borescope Pada Mesin Pembangkit 

SAMARINDA- Listrik merupakan kebutuhan yang penting bagi masyarakat, karena hampir…

Rabu, 24 November 2021 09:51

Kejar Pertumbuhan 6 Persen di Kuartal IV

JAKARTA – Pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencapai target pertumbuhan…

Sabtu, 20 November 2021 12:15
Aneka Hayati Terjaga, Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi Hutan

Sertifikat ISPO Jawaban Kampanye Negatif Kelapa Sawit

Kelapa sawit tidak menjadi penyebab utama rusaknya hutan. Justru dibandingkan…

Sabtu, 20 November 2021 12:14

Isu Kenaikan Level PPKM Bikin Vendor Pernikahan Waswas

VENDOR-vendor pernikahan kembali menggeliat. Permintaan jasa pernikahan sudah masuk sejak…

Sabtu, 20 November 2021 12:12

Pengusaha Jangan Rugikan Pekerja

SAMARINDA–Pemprov Kaltim menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar…

Sabtu, 20 November 2021 11:31

Daya Beli Menurun Akibat Pandemi, Swasta Didorong untuk Berkontribusi Keterjangkauan Biaya Internet

JAKARTA-Dampak pandemi masih terus terasa hingga kuartal terakhir tahun 2020…

Jumat, 19 November 2021 17:52

Pasokan Batu Bara Dalam Negeri Terbatas

JAKARTA – Harga batu bara dunia melambung tinggi membawa dampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers