MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 19 November 2021 17:29
Noelysander, Perancang Busana Asal Balikpapan Menatap Pasar Luar Negeri

Bikin Gaun Pengantin 1,5 Bulan, Kirim hingga Australia

Noelysander (tengah)

Di samping menjadi seorang perias, Noelysander menyukai dunia desain. Dari yang gunakan untuk pesta pernikahan hingga acara formal, dia berusaha membuat busana sendiri. Sudah banyak hasil buatannya terjual di dalam kota sampai luar negeri.  

 

ULIL MUA'WANNAH, Balikpapan

 

KETERTARIKAN akan dunia fashion design sudah lama dirasakan. Sepuluh tahun belakangan, Noelysanderbaru berani menerima pesanan. Selain busana klasik Nusantara, dia menyukai terapan modifikasi. Noelsanderbutik, rumah produksi busananya berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 10, Balikpapan Utara.

Standar harga busana pengantin buatannya sekitar Rp 3–6 juta. Calon pengantin dapat pula melakukan pemesanan by costume. Tentu semakin banyak bahan maupun model yang diinginkan harga yang dipatok pun berbeda.

Terlebih bila memilih menggunakan payet karena waktu pengerjaannya tak sedikit. Dan tak boleh asal. “Menggunakan payet bisa seminggu hingga lebih. Sebab pengerjaannya dengan tangan serta harus teliti dan rapi,” ungkapnya ketika ditemui di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (18/11).  

Selain mengenalkan 10 busana karya terbarunya, Noel–sapaan akrab Noelysander–juga mengajak 14 makeup artist (MUA) dan 14 model mengikuti mini shoot. Terdapat empat busana lain dari para MUA yang berpartisipasi. Gaun yang ditampilkan bertemakan Nusantara dan modern. Busana tersebut dibuat selama 1,5 bulan sejak Oktober lalu.

Bicara soal selera, Noel berkata bahwa masing-masing calon pengantin punya keinginan. Klasik maupun modern punya pangsa pasar yang masih besar. Bahkan, mereka bisa memilih menggunakan dua busana yang berbeda untuk akad banyak memilih busana klasik seperti kebaya dan resepsi menggunakan gaun modern.

Kan tiap orang punya referensi sendiri. Mau klasik atau modern. Tapi kalau pembeli dari luar negeri biasa memilih yang simpel tapi elegan,” sebut Noel. Busana pengantin buatannya telah dikirim ke Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Australia.

“Kebanyakan warga yang kebetulan sudah menetap, atau mendapat pasangan dan ingin merayakan pernikahannya di luar negeri. Kalau untuk dikirim ke luar negeri juga mesti prepare tidak bisa memesan secara dadakan,” imbuhnya.

Walau situasi masih dibatasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pandemi, tapi itu bukan alasan baginya agar tetap berkarya. Dia tidak mudah menyerah atau patah semangat dalam menggeluti usaha. “Hidup harus terus berjalan apapun yang terjadi. Sebab, perubahan bisa terjadi kapan pun ke depannya,” terang dia.

Dia berharap, tahun depan lebih produktif. Juga, bisa menggelar parade event bersama para fashion designer lainnya. Noel juga mengajak rekan-rekannya bisa menggelar fashion show. Untuk meramaikan dan memberikan informasi terhadap masyarakat.

“Permintaan baik busana dan MUA sempat sepi. Kalau sekarang agak lumayan dibandingkan sebelumnya. Semoga masa-masa awal wabah yang begitu kritis, hingga zero persen itu tidak lagi terjadi,” harapnya.

Kendati PPKM telah dilonggarkan dan mulai ramainya acara pernikahan, baginya protokol kesehatan sangat penting. Selain mengenakan masker dan rajin cuci tangan. Dia pun membiasakan agar rutin melakukan treatment terhadap busana maupun peralatan rias yang digunakan.

“Wajib sih buat dibersihkan. Jangan sampai membuat klien merasa tidak nyaman. Apalagi kondisi pandemi, semua harus steril,” tutur perempuan kelahiran Banjarnegara, 14 Januari 1989 tersebut. (rom/k8)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 09:49
Beri Batas Waktu Pembongkaran hingga 14 Desember

Pastikan Persoalan Lahan Sungai Mati Klir

SAMARINDA–Satu langkah lagi proyek normalisasi sungai mati di Jalan PM…

Kamis, 02 Desember 2021 09:59

Sikap Aliansi Akademisi. Tolak Pemberlakuan UU Cipta Kerja dan Seluruh Aturan Turunannya..!!

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang mengabulkan uji formil…

Kamis, 02 Desember 2021 09:43

Sengketa Golkar vs Wali Kota Samarinda Berlanjut ke Persidangan

MEDIASI antara DPD Golkar Kaltim dan Wali Kota Samarinda Andi…

Kamis, 02 Desember 2021 09:40

Berniat Merapikan Gigi Malah “Digauli”

SAMARINDA–Tak pernah tebersit dalam benaknya bakal jadi korban kebiadaban seorang…

Kamis, 02 Desember 2021 09:39

Uji Kompetensi PTT Disabilitas Rampung

SAMARINDA–Tahap uji kompetensi bagi pegawai tidak tetap (PTT) bidang administrasi…

Kamis, 02 Desember 2021 09:36

APBD 2022 Samarinda Rp 2,6 Triliun, Belanja Infrastruktur Fokus Tangani Banjir

Pemkot Samarinda bersama DPRD Samarinda menyepakati besar Anggaran Pendapatan dan…

Rabu, 01 Desember 2021 12:33

Jabat Ketua MKGR Kaltim, Hamas: Saya merasa Bangga Telah Dipercaya, Pastinya Kita akan Menangkan Pak Airlangga

SAMARINDA - Ketua Umum DPP MKGR, Adies Kadir melantik Hasanuddin…

Rabu, 01 Desember 2021 10:53

Sampaikan Nilai Ganti Rugi Warga Sungai Mati, Dua Orang Tak Terima Hasil Penilaian

SAMARINDA–Sebanyak 22 warga RT 38, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai…

Rabu, 01 Desember 2021 10:52

UMK Samarinda Hanya Naik Rp 25 Ribu

SAMARINDA–Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Samarinda telah audiensi dengan wali kota…

Rabu, 01 Desember 2021 10:50

Tiga Tahun Mulus Edarkan Upal , Toko Eceran Jadi Incaran

Ancaman mendekam lama di balik jeruji besi menimpa MT, alumnus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers