MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 18 November 2021 11:11
Melambungnya Harga CPO Bikin Naik Harga Minyak Goreng
Harga minyak goreng melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Di Kaltim, harga minyak curah tercatat di level Rp 12 ribu per liter, sedangkan minyak kemasan rata-rata mencapai Rp 16 ribu per liter. Kenaikan ini disebut-sebut karena tingginya harga bahan baku.

Harga minyak goreng melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Di Kaltim, harga minyak curah tercatat di level Rp 12 ribu per liter, sedangkan minyak kemasan rata-rata mencapai Rp 16 ribu per liter. Kenaikan ini disebut-sebut karena tingginya harga bahan baku.

 

SAMARINDA–Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, salah satu penyebab naiknya harga minyak goreng adalah harga crude palm oil (CPO) yang sedang tinggi. Untuk diketahui, CPO menjadi salah satu bahan baku minyak goreng. Tentunya memengaruhi harga jual minyak goreng.

Pada Oktober lalu, harga minyak goreng bahkan sempat menyentuh Rp 19–20 ribu per liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp 12 ribu per liter. “Harga minyak goreng memang sangat bergantung pada bahan baku CPO,” jelasnya, Selasa (16/11).

Dia menjelaskan, harga CPO tercatat terus meningkat karena banyaknya gangguan pasokan minyak nabati. Seperti terjadi gangguan panen dari Canada dan Argentina sebagai pemasok minyak Canola terbesar. Produksinya turun sekitar 7 persen yang menyebabkan pasokan dunia terganggu. Selain itu, produksi CPO Malaysia turun sekitar 8 persen, karena kekurangan tenaga kerja imbas pandemi.

Selain itu, krisis energi pada beberapa negara seperti India, Tiongkok, Eropa yang mengalihkan ke bioenergy, termasuk biodiesel. Sehingga konsumsi bahan bakar dari minyak sawit melonjak dan menumbuhkan permintaan yang besar. Tingginya harga CPO sebagai bahan dasar minyak goreng, membuat harganya melambung.

“Menurunnya produksi menyebabkan harga kembali meningkat. Tapi saat ini minyak goreng sudah mulai melandai, karena pemerintah juga sudah terus memastikan stok dalam negeri tercukupi sehingga harga minyak goreng tidak meningkat,” tuturnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengapresiasi komitmen produsen menyediakan minyak goreng kemasan sederhana sebanyak 11 juta liter dengan harga Rp 14 ribu per liter di tengah kenaikan harga minyak goreng.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter disediakan oleh produsen yang tergabung dalam Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) bekerja sama dengan ritel modern anggota Aprindo.

Oke menyebut, penyediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga terjangkau dilakukan minimal hingga jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). "Penyalurannya dimulai awal November di AEON Jakarta Garden City dan segera diikuti ritel modern lainnya, dengan penjualan dibatasi 1 kemasan per orang per hari," terangnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/11).

Kenaikan harga minyak goreng, sambung dia, imbas dari kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) selaku bahan baku minyak goreng. "Diharapkan, produsen minyak goreng lainnya mengikuti untuk menambah ketersediaan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga terjangkau," jelasnya.

Berdasarkan pantauan Kemendag, harga minyak goreng per 12 November 2021 tercatat sebesar Rp 16.500 per liter untuk jenis curah, Rp 16.800 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana, dan Rp 18.300 untuk minyak goreng kemasan premium.

Kemendag telah menetapkan harga acuan penjualan minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11 ribu per liter. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. (ctr/ndu/k8)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 11:48

Stabilkan Harga, Gelontor 11 Juta Liter Minyak Goreng Murah

JAKARTA–Harga minyak goreng diprediksi terus naik sampai awal 2022. Kenaikan…

Minggu, 28 November 2021 11:47

Potensi Ekonomi Menjanjikan, Kementan Cetak 2,5 Juta Petani Milenial

BALIKPAPAN–Pemerintah terus mendorong bertumbuhnya generasi muda atau milenial di bidang…

Sabtu, 27 November 2021 18:47

Grandprize 2 Unit Mobil, Ramaikan Undian Simpedes BRI Samarinda

SAMARINDA-  PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Samarinda kembali…

Jumat, 26 November 2021 09:18

Unit Layanan PLTG Sambera Adakan Borescope Pada Mesin Pembangkit 

SAMARINDA- Listrik merupakan kebutuhan yang penting bagi masyarakat, karena hampir…

Rabu, 24 November 2021 09:51

Kejar Pertumbuhan 6 Persen di Kuartal IV

JAKARTA – Pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencapai target pertumbuhan…

Sabtu, 20 November 2021 12:15
Aneka Hayati Terjaga, Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi Hutan

Sertifikat ISPO Jawaban Kampanye Negatif Kelapa Sawit

Kelapa sawit tidak menjadi penyebab utama rusaknya hutan. Justru dibandingkan…

Sabtu, 20 November 2021 12:14

Isu Kenaikan Level PPKM Bikin Vendor Pernikahan Waswas

VENDOR-vendor pernikahan kembali menggeliat. Permintaan jasa pernikahan sudah masuk sejak…

Sabtu, 20 November 2021 12:12

Pengusaha Jangan Rugikan Pekerja

SAMARINDA–Pemprov Kaltim menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar…

Sabtu, 20 November 2021 11:31

Daya Beli Menurun Akibat Pandemi, Swasta Didorong untuk Berkontribusi Keterjangkauan Biaya Internet

JAKARTA-Dampak pandemi masih terus terasa hingga kuartal terakhir tahun 2020…

Jumat, 19 November 2021 17:52

Pasokan Batu Bara Dalam Negeri Terbatas

JAKARTA – Harga batu bara dunia melambung tinggi membawa dampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers