MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

PRO BISNIS

Kamis, 18 November 2021 10:57
KPR Tumbuh Lebih Tinggi dari Total Kredit

JAKARTA - Pembiayaan sektor properti menunjukkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19. Kredit pemilikan rumah (KPR) mampu tumbuh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan total kredit. Capaian tersebut tak lepas dari stimulus pemerintah. Direktur Consumer And Commercial Lending Bank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar menuturkan, pertumbuhan KPR pada kuartal III 2021 mencapai 9,4 persen year-on-year (yoy). Sementara, pertumbuhan total kredit hanya 2,21 persen. Kebijakan stimulus pemerintah melonggarkan loan to value 100 persen atau DP 0 persen dan bebas PPN berdampak pada sektor perumahan.

“Optimisme tersebut diyakini masih berlanjut. Mudah-mudahan stimulus tersebut bisa diteruskan sampai 2022,” kata Hirwandi dalam webinar, (16/11). Dia mengatakan, BTN menargetkan akan ada 200 ribu unit disalurkan tahun depan. Rinciannya, 195 ribu unit rumah subsidi dengan berbagai skema. Seperti, KPR Subsidi, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Sedangkan, KPR nonsubsidi sekitar 5 ribu unit.

Di sisi lain, Hirwandi berharap, Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022 sebesar Rp 1,98 triliun segera terealisasi. PMN tersebut akan memperkuat perseroan dalam mendorong perekonomian Indonesia. “Menjadi tambahan kekuatan bank BTN untuk menyalurkan KPR subsidi dan nonsubsidi, melalui syariah maupun konvensional,” imbuhnya.

Menurut dia, sektor properti memiliki multiplier effect yang cukup besar bagi industri lainnya. Terdapat 175 sub-sektor industri yang bisa digerakkan dari aktivitas sektor properti.

Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menambahkan, para pengembang agar tidak lengah meski, tren sektor properti tengah positif. Sebab, sejumlah tantangan harus dihadapi pada 2022. Salah satunya insentif PPN perumahan yang akan habis di akhir tahun ini. Jika penghapusan PPN selesai pada Desember 2021, maka PPN properti naik 10 persen di awal 2022.

“Akibatnya, pengembang akan menaikkan harga, bukan semata karena PPN, tapi karena melihat secara psikologis akan naik,” ujarnya. Menurut Ali, kebijakan diskon PPN tersebut berdampak positif bagi penjualan rumah ready stock. Hal itu terlihat dari peningkatan penjualan rumah ready stock oleh pengembang sebesar 661 persen selama kuartal I 2021.

“Yang kami lihat, di 2021 peningkatan rumah segmen menengah ke atas itu terlalu tinggi, bukan yang normal. Jadi unitnya kecil, tapi secara nilai tinggi. Ketika ini terjadi kemudian kebijakan penghapusan PNN ditiadakan, ini membuat pasar secara psikologis melemah di akhir 2022,” tandas Ali. (han/dio)


BACA JUGA

Jumat, 13 Mei 2022 13:49

Tekanan Pandemi ke Dunia Kerja Menurun

Jumlah pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang. Pada…

Jumat, 13 Mei 2022 13:48

Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil

BALIKPAPAN - Daya beli masyarakat sempat lesu dampak dari merebaknya…

Jumat, 13 Mei 2022 13:47

Hunian Kamar Hotel Pulih seperti sebelum Pandemi

SAMARINDA – Okupansi hotel berbintang di Kaltim pada Maret 2022…

Jumat, 13 Mei 2022 13:45

Jajaki Pembangunan Pelabuhan di Seputar IKN

BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap pelaku usaha di…

Selasa, 10 Mei 2022 11:57

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di…

Senin, 09 Mei 2022 23:52

Dayang Donna Kembali Maju Pimpin Kadin Kaltim 

SAMARINDA – Dayang Donna Faroek, siap memimpin kembali Kamar Dagang…

Senin, 09 Mei 2022 11:30

Sektor Kuliner Kecipratan Rezeki Idul Fitri

Kinerja kafe dan restoran meningkat selama periode Ramadan dan Idul…

Senin, 09 Mei 2022 11:28
Kriteria Industri Pangan Terkendala Penyimpanan

Siap Serap Lebih Banyak Jagung Lokal

JAKARTA – Produksi jagung dalam negeri hampir bisa memenuhi kebutuhan…

Sabtu, 07 Mei 2022 20:53

Harga Daging di Samarinda Masih Mahal

SAMARINDA–Harga kebutuhan bahan pokok di Samarinda masih tinggi. Ya, sejak…

Jumat, 06 Mei 2022 16:39

Larangan CPO Tak Signifikan Pengaruhi Investasi

JAKARTA - Larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers