MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 18 November 2021 10:49
Mendatangi Pulau Sabakkatang saat Pandemi (2-Habis)
Hilang Penciuman seperti Kena Covid-19, Tiap Pagi Mandi dan Berjemur di Laut
Suasana di pulau Sabakattang.

Pandemi Covid-19 memang sudah mereda. Namun, kasus ini pernah tinggi-tingginya pada pertengahan 2021. Virus turut menyeberang jauh ke daerah terpencil di Kepulauan Balabalagan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

 

ROMDANI, Mamuju

 

AZAN berkumandang, tanda salat Jumat telah tiba. Siang itu kapal yang ditumpangi Kaltim Post bersama sembilan pemancing dan tiga kru kapal lainnya tiba di Pulau Sabakkatang, Kepulauan Balabalagan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pada Jumat (27/8), rombongan pemancing dari Balikpapan mengunjungi pulau itu.

Jembatan dermaga menyambut kedatangan kapal. Jembatan itu memiliki panjang sekitar 1 kilometer menuju pulau. Pemancing yang beragama muslim langsung ke masjid untuk menunaikan salat Jumat.

Namun yang sedikit mengejutkan, nyaris tak ada warga yang mengenakan masker. Bisa jadi, karena minimnya informasi terkait protokol kesehatan Covid-19. Hingga mungkin minimnya ketersediaan masker di pulau itu. Sementara para rombongan pemancing tetap mengenakan masker. Salat Jumat di masjid pun tetap berjalan khusyuk.

Setelah salat Jumat, para rombongan menyempatkan istirahat di Pulau Sabakkatang selama beberapa menit. Di sana mereka mengobrol dengan penghuni pulau. Termasuk dengan Andi Kayyang, tokoh masyarakat setempat.

Andi juga menawarkan para pemancing minum kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon. Siang itu, Andi meminta para pemuda di sana memanjat kelapa. Setelah mendapatkan kelapa dari para pemuda itu, para pemancing langsung mengupas sendiri. “Segar. Pas di cuaca panas seperti ini,” kata Agus Suriyadi, pemancing.

Andi mengatakan, minum kelapa adalah kebiasaan warga di pulau. Terlebih saat penyakit Covid-19 merebak. Meminum air kelapa seperti jadi hal yang rutin dilakukan saban hari oleh warga sekitar.

Pada saat kasus Covid-19 tengah tinggi-tingginya di berbagai daerah, dirinya sampai saat ini belum pernah mengetahui ada warga Pulau Sabakkatang yang terkena Covid-19. Bisa jadi tidak diketahui, karena memang tidak pernah dilakukan tes Covid-19.

Meski demikian, Andi menyebut, ada warga yang pernah demam lalu tidak bisa mencium aroma dan merasakan makanan. “Ciri-cirinya seperti Covid-19. Akhirnya mereka mandi ke laut setiap hari. Lama-lama sembuh sendiri,” bebernya.

Aktivitas itu kemudian menjadi kepercayaan warga setempat. Di mana ketika ada penyakit yang menyerupai Covid-19, mereka cukup berendam dan berjemur di pantai setiap pagi. Setelahnya minum air kelapa muda. Begitu seterusnya selama sepekan. “Saya juga pernah tak bisa mencium bau. Mungkin ini Covid-19. Bangun tidur, saya langsung berenang di laut. Juga berjemur setiap hari,” tuturnya.

Berenang laut dan berjemur di pantai menjadi pilihan, karena memang tidak ada tenaga medis di Pulau Sabakkatang. Ada puskesmas pembantu, namun tidak ada tenaga medisnya. “Sebenarnya ada perawat. Tapi lebih sering di kota (Mamuju) ketimbang di pulau,” ungkapnya. “Puskesmas terdekat ada di Pulau Salissingan,” sambungnya.

Andi menuturkan, tahun lalu awal-awal pandemi Covid-19, warga sempat menutup Pulau Sabakkatang dari warga luar. “Sekitar empat bulan kami tidak menerima warga luar. Ini untuk mengantisipasi persebaran virus,” ucapnya.

Adapun, Pulau Sabakkatang kini dihuni sekitar 200 kepala keluarga dengan 600 jiwa. Mayoritas mata pencarian warga sekitar adalah nelayan. Pulau ini juga memiliki dua dusun, yakni Dusun Olo dan Dusun Lere. (rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:46
Siapkan Uang Ganti Rugi Rp 1,9 Miliar, Warga Diimbau Tak Tutup Tol Lagi

Ruwet..!! Lahan Tumpang Tindih di Tol Balikpapan-Samarinda Bertambah

Jumlah bidang lahan terdampak pembangunan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Kamis, 02 Desember 2021 09:44

Januari Jokowi Ke Kaltim, Bisa Jadi Groundbreaking IKN

SAMARINDA-Setelah datang Agustus lalu dan meresmikan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda…

Rabu, 01 Desember 2021 09:43
Kasus Royalti Tambang Bergulir di Pengadilan Tipikor Samarinda

Manipulasi Kalori Batu Bara, Sengaja Kurangi PNBP

SAMARINDA–Medio Agustus 2019, Irwan Susanto, Kelly Girsang, dan Hartono berangkat…

Rabu, 01 Desember 2021 09:40

Upaya Warga Berjuang Mendapat Pembayaran Lahan Seksi 5, Ancam Rayakan Natal di Jalan Tol

Belasan pemilik lahan terdampak pembangunan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Selasa, 30 November 2021 12:21

Bekukan Tanah di IKN, Hindari Spekulan

Peningkatan kualitas data pertanahan terus ditingkatkan. Saat ini progresnya sudah…

Selasa, 30 November 2021 10:52
Lalu Lintas Kapal Terancam Mandek

Perairan Teluk Balikpapan Kian Padat, Alur Baru Mendesak

Lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan semakin padat. Dalam sebulan,…

Selasa, 30 November 2021 10:51
Anggaran “Hilang”, Perpanjangan Runway Jalan di Tempat

Tinjau Ulang Akses Keluar-Masuk Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan belum…

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 12:27

Susah Payah Jalani Sekolah lewat Jarak Jauh, Dipaksa Kreatif di Tengah Keterbatasan

Peliput: M Ridhuan Nofiyatul Chalimah   Hampir dua tahun pelajar…

Minggu, 28 November 2021 12:26

Januari, SMA Bisa Belajar Tatap Muka

SALAH satu pilar keberhasilan pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah guru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers