MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 15 November 2021 18:02
Perluasan Kilang Balikpapan Kerek Kaltim ke Tren Perbaikan Ekonomi 2021
Proyek RDMP di Balikpapan, Oase di Tengah Pandemi
Proyek RDMP di Balikpapan.

Kinerja pembentukan modal tetap bruto Kaltim pada triwulan II 2021 mengalami perbaikan, seiring peningkatan kinerja dan pembangunan instalasi pengolahan di sejumlah lapangan usaha utama. Salah satunya, pengembangan kilang minyak Balikpapan.

 

 

BUNYI alarm pukul 05.50 Wita membangunkan Ghina Aulia Munir. Hari itu, Senin (8/11), dia harus bersiap-siap. Seperti biasa, Ghina, begitu anak pertama dari dua bersaudara itu disapa, harus tiba di Kantor RDMP Kilang Balikpapan sebelum jam 7 pagi. Ghina tinggal bersama orangtuanya di Perumahan Bangun Reksa Asri, Kilometer 6,5, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara. Jarak kediaman Ghina dengan kantornya sekitar 8 kilometer.

Kecuali hujan, setiap hari Ghina ke kantor mengendarai motor dengan waktu tempuh sekitar 15–20 menit. “Akhir-akhir ini, di daerah Rapak (Simpang Lima Muara Rapak, Balikpapan Utara) cukup parah macetnya,” kata alumnus SMA 6 Balikpapan itu membuka obrolan dengan Kaltim Post. Sudah setahun terakhir, Ghina bekerja di RDMP Kilang Balikpapan. Lulusan S-1 Manajemen Universitas Islam Indonesia Jogjakarta itu mulai bergabung di proyek pengembangan Kilang Balikpapan pada Oktober 2020.

Pekerjaan utamanya, mengurus administrasi dan upah ribuan tenaga kerja RDMP Kilang Balikpapan. “Apabila ada tenaga kerja baru yang direkrut, tugas saya menginput informasi pribadi si karyawan itu. Termasuk mengurus absensi. Kemudian mengurus pengupahan agar tepat waktu dan sesuai jadwal. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian tinggi,” tutur perempuan kelahiran Balikpapan, 21 Desember 1995, itu. Ghina mengungkapkan, meski waktu kerjanya lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan dari Senin sampai Jumat, sesekali dia dan karyawan dari divisi personalia berkesempatan masuk ke area proyek RDMP.

“Di hari Sabtu, seluruh tim di RDMP Balikpapan, diwajibkan housekeeping di lingkungan kilang dan area kantor. Karena ada aturan ini, karyawan yang kerja di office, punya kesempatan melihat langsung kondisi di dalam kilang,” tuturnya. Selama setahun terakhir bekerja di RDMP Kilang Balikpapan, Ghina mengungkapkan, banyak pengalaman baru yang dia ditemukan. Lingkungan kerjanya saat ini membuatnya lebih berkembang.

“Karena RDMP Balikpapan ini proyek skala besar dan melibatkan banyak pihak, maka setiap keputusan harus detail. Kemudian, kita juga belajar berkomunikasi bahasa asing karena berinteraksi dengan warga negara asing yang bekerja di RDMP. Saya juga jadi tahu nama alat-alat di area kilang dan fungsinya untuk apa,” sebutnya. Sebelum menjadi bagian dari proyek pengembangan Kilang Balikpapan, Ghina bekerja di salah satu perusahaan alat berat di Balikpapan selama dua tahun.

“Untuk soft dan hard skill, semua terpakai di RDMP Kilang Balikpapan. Pengalaman yang sangat jelas terasa, bagaimana memanajemen emosi. Dalam artian, karena kerjanya di bagian personalia, maka harus matang menghandel emosi. Karena yang dihadapi seribu karyawan. Berarti seribu karakter yang berbeda-beda. Hal-hal di luar teori itu, semuanya saya dapatkan di RDMP Balikpapan,” ungkapnya. Sosok Ghina adalah potret satu dari 2.857 pekerja RDMP Kilang Balikpapan asal Balikpapan.

Mereka berkolaborasi bersama tenaga kerja lainnya dengan beragam keahlian, termasuk bekerja sama dengan sekitar 204 perwira PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) selaku anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang ditugaskan mengelola proyek RDMP Kilang Balikpapan. Kolaborasi itu membuat megaproyek RDMP Kilang Balikpapan berhasil membukukan milestones penting sepanjang 2021. Sehingga progres RDMP Kilang Balikpapan hingga Oktober lalu mencapai 43 persen.

Sementara itu, ditemui di kantornya Selasa (9/11) lalu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan Ani Mufidah menuturkan, proyek RDMP Kilang Balikpapan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya di Kota Balikpapan. Berdasarkan data terbaru Disnaker Balikpapan, hingga akhir Oktober 2021, jumlah tenaga kerja asal Balikpapan yang bekerja di proyek strategis nasional itu sebesar 2.857 orang. Atau 36 persen. “Mereka itu orang asli Balikpapan,” katanya. “Kalau itu (RDMP Kilang Balikpapan) tidak ada, mereka (2.857 orang) akan bekerja di mana?” tutur perempuan berkerudung itu.

Menurut Ani, di saat kinerja beberapa sektor usaha menurun karena pandemi, RDMP Balikpapan konsisten menggerakkan sumber daya manusia. Sehingga, secara umum dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan di Balikpapan, tidak begitu tampak terlihat karena tertutupi aktivitas RDMP Kilang Balikpapan. “Angka pengangguran mungkin naik karena pandemi, tapi jika tidak ada RDMP, angka pengangguran bisa lebih naik. TPT (tingkat pengangguran terbuka) kita (Balikpapan), dari semula 7 persen, lalu naik (karena pandemi) jadi 9 persen. Kalau tidak ada RDMP, bisa naik lagi. Bisa lebih di atas 10 persen,” ungkapnya didampingi Yudiarso selaku kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Balikpapan.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Mustaqim mengungkapkan, berdasarkan data year on year (yoy), tingkat pengangguran di Balikpapan turun 0,06 persen. Dari semula 9 persen pada Agustus 2020, turun di angka 8,94 persen pada Agustus 2021. Dia melanjutkan, salah satu dampak langsung yang sangat terasa dari RDMP Kilang Balikpapan bagi warga sekitar adalah, pembangunan jalan baru sepanjang 2 kilometer yang mulai dinikmati pengendara Juni lalu. Dampak positif lainnya, ucap Mustaqim, RDMP Kilang Balikpapan yang membuka lapangan kerja, otomatis memberikan upah bagi pekerjaannya. Pendapatan itu kemudian dipakai untuk membelanjakan kebutuhan sehari-hari.

“Di tempat pekerja tadi berbelanja, kemudian mengambil margin. Dengan demikian, sektor perdagangan juga ikut terdongkrak. Kemudian, ketika pekerja (RDMP Kilang Balikpapan) bukan orang Balikpapan, mereka kemudian menyewa dari pendapatan yang diterima. Pengusaha hunian kan otomatis terdampak juga. Sektor transportasi pun begitu. Ada permintaan kebutuhan bahan bakar untuk mobilitas pekerja. Jadi dampaknya berlipat-lipat. Ada multiplier effect. Itu sisi positifnya dari kacamata mikro,” jelasnya.

Selanjutnya, dari kacamata makro, sambung Mustaqim, tak dimungkiri jika ekonomi Balikpapan ditopang dari sektor industri. Salah satunya dari industri pengolahan migas di angka 40 persen. “Dan RDMP (Kilang Balikpapan) juga bagian dari itu,” katanya. Disampaikan Mustaqim, kegiatan konstruksi Kilang Balikpapan juga salah satu bagian dari produk domestik regional bruto (PDRB) Balikpapan. “Jadi ekonomi secara umum, dampak RDMP Kilang Balikpapan memang positif,” ungkapnya.

Menukil Laporan Perekonomian Kaltim yang dikeluarkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Agustus lalu, kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) Kaltim pada Triwulan II 2021 mengalami perbaikan sejalan dengan peningkatan kinerja dan pembangunan instalasi pengolahan di sejumlah lapangan usaha utama. Salah satunya berasal dari pengembangan kilang minyak Balikpapan. Kinerja investasi Kaltim di Triwulan II 2021, tercatat tumbuh sebesar 12,4 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,19 persen (year on year).

Karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim memperkirakan, setelah mengalami kontraksi pada 2020 akibat pandemi, perekonomian Kaltim pada 2021 akan kembali ke tren perbaikan dengan tumbuh positif di angka 2,25–3,25 persen. Hal itu dipicu berlanjutnya proyek-proyek strategis di Kaltim, salah satunya RDMP Kilang Balikpapan. (riz/k8)


BACA JUGA

Senin, 24 Januari 2022 13:48

Fakta Baru Insiden Muara Rapak, Truk Dimodifikasi, Supir Gunakan SIM Palsu

BALIKPAPAN-Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menemukan sejumlah fakta baru terkait insiden…

Senin, 24 Januari 2022 09:57

Di Perairan Paser Ada 12 ABK Positif Covid-19, KKP Karantina Kapal dari Filipina

TANA PASER - Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) kewarganegaraan…

Minggu, 23 Januari 2022 11:08

Harus Jadi..!! Meskipun Keroyokan Bangun Flyover Muara Rapak

BALIKPAPAN-Rencana pembangunan fly over atau jalan layang di Muara Rapak,…

Sabtu, 22 Januari 2022 22:40
13 Detik Meluncur, Truk Seruduk Puluhan Kendaraan, Empat Tewas

Flyover Muara Rapak Terganjal di DPRD Kaltim

Kejadian memilukan terus berulang di turunan Muara Rapak. Setelah rencana…

Sabtu, 22 Januari 2022 21:33

KNKT Investigasi Kecelakaan di Balikpapan

BALIKPAPAN-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menurunkan tim untuk melakukan investigasi…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:43

Isu IKN, Masih Terbuka Peluang Melengkapi Kekurangan

SAMARINDA – Pemindahan ibu kota negara Jakarta ke ibu kota…

Sabtu, 22 Januari 2022 20:30

Mulai 22 Januari di Balikpapan Kendaraan Besar Wajib Lewat Tol

MULAI hari ini (22/1), jam operasional kendaraan angkutan alat berat…

Sabtu, 22 Januari 2022 18:41
17 Korban Kecelakaan Truk Tronton Maut di Muara Rapak Masih Dalam Perawatan

Kabar Terkini..!! Sempat Kritis, Begini Kondisi Terakhir Korban Kecelakaan Muara Rapak

BALIKPAPAN-Setelah sempat kritis, kondisi Muh Yamin, pengendara Ayla berwarna merah…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:23

Setelah UU IKN Disahkan dan Ibu Kota Bernama Nusantara, Momen Memperbaiki Infrastruktur Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) di depan mata. Undang-undang sudah…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:22

IKN di Kaltim, Peluang Besar Bisnis Perhotelan

PEMINDAHAN ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi peluang baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers