MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Jumat, 12 November 2021 13:26
Badai Salju Melanda, Krisis Energi Mengintai, Tiongkok Tetap Gelar Festival Belanja
Badai salju di timur laut Tiongkok.

BEIJING– Wilayah Timur Laut Tiongkok memutih. Badai salju terjadi selama beberapa hari terakhir. Sekolah-sekolah terpaksa ditutup dan layanan kereta api dihentikan. Ribuan orang terdampak dan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban tewas adalah warga Tongliao, Mongolia Dalam. Salju turun selama 46 jam tanpa henti di kota tersebut. Itu rekor turun salju terlama sejak 1951.

Di beberapa kota di Provinsi Liaoning dan Mongolia Dalam, ketebalan salju mencapai lebih dari 50 sentimeter. Xinhua melaporkan bahwa hal serupa terjadi terakhir kali pada 1905 atau 116 tahun lalu. Shenyang merupakan salah satu yang terdampak cukup parah. Rata rata hujan salju mencapai 51 sentimeter. Landasan Bandara Internasional Shenyang Taoxian tertutup salju, begitu pula dengan Tembok Besar China.

Di Liaoning, lalu lintas terdampak cukup parah. Mayoritas jalan tol ditutup pada Selasa (9/11). Sekitar seribu orang juga terjebak semalaman di jalan tol Jilin. Stasiun kereta api dan bus masih ditutup hingga kemarin, kecuali untuk jurusan ke kota Dalian dan Dandong.

Gelombang dingin yang terjadi mulai Minggu (7/11) menyebabkan temperatur turun setidaknya 14 derajat di beberapa wilayah. Pemerintah mengeluarkan peringatan status merah sebanyak 27 kali di seluruh Mongolia Dalam dan wilayah Timur Laut Tiongkok. Itu adalah peringatan tertinggi di Tiongkok untuk badai salju.

’’Badai salju adalah peristiwa cuaca ekstrim yang sangat acak dan tiba-tiba,’’ ujar para peneliti meteorologi di Tongliao, Mongolia pada Global Times Rabu (10/11).

Badai salju tersebut turun di saat Tiongkok mengalami krisis energi listrik. Padahal penduduk terdampak harus terus menyalakan pemanas jika tidak ingin kedinginan dan mengalami hipotermia. Wilayah Timur Laut Tiongkok merupakan salah satu daerah yang terkena dampak pemadaman listrik bergilir September lalu.

Otoritas setempat menyatakan bahwa mereka akan mengintensifkan upaya untuk menjaga rumah tetap hangat. Salah satu caranya dengan meningkatkan impor batu bara dan memaksimalkan kapasitas produksi listrik. Mereka juga akan mendesak pasar dan toko kelontong meningkatkan pasokan makanan serta menurunkan harga.

Saat ini krisis listrik mulai mereda. Namun perusahaan listrik milik Tiongkok, State Grid Corporation of China, telah memperingatkan bahwa selama musim dingin akan ada keseimbangan yang ketat antara pasokan dan permintaan listrik. Artinya tidak ada cadangan jika tiba-tiba terjadi lonjakan permintaan.

Sementara itu kemarin (11/11) Singles’ Day Shopping Festival ke-13 dimulai. Festival belanja besar-besaran di Tiongkok yang kini mendunia tersebut diluncurkan oleh Alibaba pada 2009 lalu. Ia secara informal dijadikan sebagai hari libur untuk merayakan mereka yang belum memiliki pasangan alias single. Diskon besar-besaran diberikan oleh brand-brand besar dan beberapa perusahaan e-commerce.

Perayaan festival belanja tersebut tahun ini diprediksi tidak akan sebesar sebelumnya. Itu karena beberapa perusahaan harus berhitung sebelum memberkan potongan harga. Perekonomian masih melambat akibat inflasi. Aturan keras yang diterapkan Tiongkok pada berbagai perusahaan, termasuk Alibaba, juga berdampak.

CNN melaporkan bahwa perekonomian Tiongkok tumbuh pada laju paling lambat dalam setahun. Penyebabnya krisis energi, gangguan pengiriman dan krisis properti. Tiga hal itu berdampak besar pada negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Sedangkan inflasi yang meningkat mengancam akan menggerus margin keuntungan dan daya beli konsumen.

Meski begitu, animo belanja penduduk diperkirakan tetap tinggi. Perusahaan juga masih untung. Tahun lalu, Alibaba meraup total penjualan hingga USD 75 miliar (Rp 1,06 kuadriliun). Saingannya JD.com mendapatkan USD 41 miliar (Rp 584,7 triliun). Analis di Citi mengungkapkan bahwa Alibaba dan JD.com mungkin masih bisa mencapai rekor penjualan baru tahun ini. (sha/bay)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers