MANAGED BY:
SELASA
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 12 November 2021 12:49
Angkot di Balikpapan, Hidup Segan Mati Tak Mau
Angkot di jalanan Balikpapan.

Teknologi seperti dua mata pedang. Mempermudah hidup manusia, namun di sisi lain menggilas mereka yang tak siap, dan tertinggal zaman. Angkutan kota salah satu korbannya.

 

TARIF angkot di Balikpapan kembali naik awal bulan ini. Bervariasi, Rp 1.000 hingga Rp 1.500 tiap trayek. Tapi, itu tak serta-merta disambut gembira para sopir angkot. Pandemi yang menghantam banyak sektor terasa sejak awal 2020. Tapi bagi sopir angkot, pukulan telak sudah mereka rasakan satu dekade terakhir.

Angkot, dulu, duluuuu, memang sempat jadi primadona di Kota Minyak. Ia pilihan utama pelajar, pekerja, dan ibu rumah tangga untuk moda transportasi dalam kota. Malah sejumlah angkot tampil sangat modis. Dentuman musik, dihiasi dengan kerlap-kerlip lampu, bahkan televisi mini, terlihat berseliweran.

Tapi, kini semua tinggal cerita. Perlahan namun pasti, angkot mulai ditinggal kala roda dua begitu mudah dibeli. Dengan uang muka Rp 1 juta, pelajar dan pekerja beralih menggunakan motor. Dalam lima tahun terakhir, saat transportasi teknologi berkembang sangat, sopir angkot pun makin terpinggirkan, termehek-mehek mencari penumpang.

Simaklah kisah salah satu sopir angkot trayek 7 (Terminal Damai - Sepinggan, Manggar dan Teritip) Muchlis (43). Ia merasakan betapa pahitnya menarik angkot sekarang.

“Syukur-syukur ada penumpang dalam satu hari. Ya kalau dibandingkan dulu awal tahun 2000-an dengan sekarang jauh sekali. Sekali narik misal rute Terminal Damai-Manggar hanya satu penumpang,” ucapnya.

Ia merasa sudah sangat bersyukur jika sekali pulang-pergi jurusan itu ada penumpang yang mereka angkut.

"Kalau normal bisa tiga sampai empat kali narik pulang-pergi. Pendapatan saya bersih sekarang paling tinggi syukur-syukur bisa Rp 50 ribu. Ya saya kan juga narik pakai angkot orang, jadi pendapatan satu hari buat setoran dan bensin,” jelasnya.

Ia menerangkan, pendapatan tidak menentu. Apalagi kondisi pandemi di mana warga jarang keluar. “Yang jelas, buat bensin satu hari sekitar Rp 100 ribu, setoran Rp 50 ribu,” bebernya.

Muchlis bahkan mengaku, pernah sampai meminjam uang untuk beli bensin atau setoran.

Untungnya, ketika penumpang sepi, pemilik angkot mau kurang lebih soal setoran.

Muchlis menyebut, apa yang ia rasakan, juga dirasakan sopir angkot pada umumnya.

Dengan kondisi sekarang, meski ada kenaikan, ia tak terlalu optimistis. Sebab, penumpang makin hari makin sepi.

Bapak dua anak ini mengaku hanya bisa pasrah dengan beroperasinya transportasi online.

"Ya, pasrah saja mau gimana lagi, makan tidak makanlah ini. Hidup segan mati tak mau. Palingan juga lama-kelamaan angkot punah," ucapnya lirih.

Hal senada dikatakan sopir angkot lain, Rian Hidayat (39). Ia mengaku sopir angkot kini dalam kondisi kesusahan, apalagi semasa pandemi Covid-19.

Rian menarik angkot milik sendiri, melanjutkan pekerjaan ayahnya yang juga sopir angkot.

Jika ingin membandingkan, sambil menghela napas dalam ia menyebut, “Sangat jauh. Dulu, ayah saya sampai bisa membeli angkot ini. Kalau sekarang, buat hidup saja sudah alhamdulillah. Saya sempat mau menjualnya lagi malah”.

Namun, karena angkot itu peninggalan ayahnya, ia menahan diri menjualnya.

Menurutnya, sejak era ojek/driver online, pengguna angkot turun drastis. “Dulu ayah saya sehari bisa mendapat Rp 300 ribuan per hari. Sekarang susah sekali. Rp 50 ribu saja sudah syukur,” bebernya.

Tidak heran, dulu, angkot banyak yang dimodifikasi karena banyaknya pendapatan mereka. Sekarang, buat bensin saja sopir terkadang tak dapat.

Ia mengaku, terkadang ada bantuan dari pemerintah. Namun, tak merata untuk semua sopir.

Dinas Perhubungan Balikpapan mencatat, saat ini ada sekitar 1.250 angkot yang beroperasi dari sejumlah trayek, dalam dan pinggiran kota. (aji/ms/k15)


BACA JUGA

Senin, 24 Januari 2022 15:05

Santunan Cair, Korban Meninggal Kecelakaan Balikpapan Dapat Rp 50 Juta

 PT Jasa Raharja memberikan santunan kepada para korban meninggal dunia…

Senin, 24 Januari 2022 12:16

PPKM Level 2 di Balikpapan, Resepsi Pernikahan Kembali Diperketat

Seiring dengan kenaikan status menjadi PPKM Level 2, Pemerintah Kota…

Minggu, 23 Januari 2022 15:43

Mencegah Terulangnya Tragedi Muara Rapak, Tunggu Flyover, Siapkan Jalur Evakuasi dan Buffer Zone

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1), pagi mendapat…

Sabtu, 22 Januari 2022 22:35
Tragedi Turunan Muara Rapak

Tuding Pemerintah Lalai, PBH Peradi Balikpapan Siapkan Gugatan

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1) pagi, memantik…

Sabtu, 22 Januari 2022 17:14

Dua Orang Meninggal di Balikpapan Diduga Karena Suntik Silikon, Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan 

BALIKPAPAN-Dua orang berinisial RA (25) dan SF (28), harus meregang…

Sabtu, 22 Januari 2022 16:27

Kelanjutan Pembangunan Fly Over Muara Rapak, Ini Kata Gubernur Isran Noor

BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Jum’at (21/1), membuat rencana…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:41

Belum Kantongi Izin Ekspor, Puluhan Ponton Batu Bara Tertahan di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Puluhan ponton atau tongkang yang memuat batu bara terpaksa harus…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:40

Meski Balikpapan Naik Status ke PPKM Level 2, PTM 100 Persen Jalan Terus

PTM 100 persen tetap berjalan. Tapi jika ada peserta didik…

Jumat, 21 Januari 2022 20:55

Ketua DPRD Balikpapan Minta Pemkot Larang Truk Besar Lewat Muara Rapak

BALIKPAPAN-Ketua DPRD Kota Balikpapan, ,Abdulloh, meminta pemerintah lebih tegas dalam…

Jumat, 21 Januari 2022 16:33

Wali Kota Balikpapan Bakal Revisi Perwali Jam Operasional Angkutan Alat Berat

BALIKPAPAN-Kecelakaan maut yang menewaskan empat pengendara di traffic light Muara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers