MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 10 November 2021 10:44
Sensasi Berbeda Nusa Penida saat Pandemi
PAHATAN ALAM: Meskipun namanya Broken Beach, tapi di sini sama sekali tidak ada pantai. Kita hanya disuguhi daerah luas dengan lubang raksasa di tengah-tengahnya. Seolah-olah tanah di sana ambruk dan membentuk lautan.

Pulau NusaPenida jadi salah satu destinasi favorit wisatawan bila berkunjung ke Bali. Hamparan pemandangan yang masih begitu natural dan menakjubkan adalah alasan terbesarnya.

 

UNTUK menuju pulau ini, wisatawan bisa naik fastboat dari Pantai Sanur menuju Pelabuhan Banjar Nyuh di Nusa Penida. Di Pelabuhan Sanur, sudah banyak agen fastboat yang berjejer dengan harga Rp 75 ribu untuk sekali menyeberang. Dalm sehari penyeberangan hanya tersedia tiga kali keberangkatan dan kedatangan. Berangkat dari Pelabuhan Sanur pada pukul 07.30, 08.15, dan 13.00 Wita. Sedangkan dari Pelabuhan Banjar Nyuh fastboat berangkat setiap pukul 08.00, 13.30, dan 16.30 Wita.

Sesampainya di sana, sudah banyak yang menyewakan motor dan mobil untuk berkeliling. Dengan biaya motor Rp 75 ribu, dan mobil Rp 500 ribu per-hari. Tapi lebih baik menggunakan jasa travel agent, hanya Rp 250-450 ribu per orang. Harga itu meliputi tiket fastboat pulang-pergi, tiket semua wisata, makan siang, mobil dan pengemudi yang bisa sekaligus menjadi tourguide, dan air mineral.

Pulau yang terletak di tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung ini, sejak tiga tahun terakhir menjadi primadona turis jika liburan ke Bali. Tidak heran, karena pemandangan alam di pulau ini benar-benar unik. Melihat tebing-tebing tinggi di tengah birunya laut, pantai berkristal putih yang cantik, hingga berfoto di bukit yang mirip kepala Tyranosaurus. Semua ini hanya bisa ditemukan di Pulau Penida.

Sayangnya, saat Covid-19 wisata yang Instagramable ini juga mengalami penurunan pengunjung. Namun hal ini memberikan kesan berbeda saat berlibur ke sana. Jika biasanya untuk menuju satu detinasi diperlukan jalan kaki, 10-15 menit, karena sepinya pengunjung wisatawan tidak perlu melakukannya. Kenapa? Kebanyakan orang mengelilingi semua tempat wisata dalam 1 hari. Sehingga tempat parkir kendaraan semua destinasi diberikan cukup jauh, agar bisa menampung pengunjung yang membeludak. Jadi diperlukan kerja keras dari tempat parkir ke spot-spot wisata, apalagi jalannya berbatu dan menanjak perbukitan.

Selain itu, untuk berswafoto juga tidak diperlukan waktu lama, tidak ada antrean, dan tak ada batasan waktu. Sebelum pandemi, tentunya semua kebalikannya. Di tempat wisata di Nusa Penida, dibagi menjadi tiga daerah yaitu Barat, Timur dan Selatan. Sebenarnya semua bisa dinikmati dalam satu hari, tapi akan sangat buru-buru, dan singkat di destinasi. Tapi kalau benar-benar menikmati semua keindahan, sekaligus menyaksikan sunset plus snorkeling atau diving, sebaiknya paling tidak tinggal 2-3 hari di Nusa. Untuk penginapan terbilang murah, villa dan hotel di sana rata-rata hanya Rp 200-300 ribu, dengan fasilitas dan pemandangan yang apik.

Kali ini, kita akan membahas tempat-tempat wisata di arah barat, karena tempatnya ini paling awal terkenal di media sosial. Selain aksesnya paling mudah, Nusa Penida Barat memang memiliki spot-spot yang paling bagus, di antara lainnya. Dari pelabuhan, spot pertama yang akan didatangi di arah barat adalah Pasih Uwug, berasal dari kata pantai (pasih) dan rusak (uwug) atau artinya Pantai yang rusak. Atau lebih akrab disapa broken beach.

Tak jauh, dari Pasih Uwug cukup berjalan kaki 2 menit, sudah sampai di bibir tebing dengan kolam alami yang menghadap langsung ke laut. Tempat ini dinamakan Angels Billabong, yang artinya angels (bidadari) dan billabong (sungai yang buntu). Konon katanya, tempat ini dulunya adalah tempat permandian para bidadari sehingga dinamakan Angels Billabong.

Dari Angels Billabong, cukup 20-25 menit menuju tempat paling popular di Nusa Penida, yaitu Bukit Kelingking Beach. Bukit ini dinamakan kelingking karena dari bukit ini, kita bisa melihat orang-orang di pantai pasir putih itu, hanya sebesar kelingking. Tapi kebanyakan turis mancanegara menyematkan nama Tebing Tyrapnosaurus. Karena teping ini berbentuk mirip kepala mahkluk purba Tyranosaurus.

Di bawah bukit Kelingking terdapat pantai putih bersih yang benar-benar mengagumkan. Namun, jalan menuju ke pantai ini cukup curam dan berbahaya. Dibutuhkan 1 jam untuk menuju ke bawah, dan perjalanan pulang mendaki tangga yang sebagian masih terbuat dari tanah.

Puas dengan Kelingking, kita masih bisa menikmati belakang pantai ini yaitu, Paluang Cliff. Paluang Cliff merupakan sebuah spot yang memungkinkan pengunjung untuk bisa melihat tebing batu yang terdapat di belakang Kelingking Beach. Perjalanan arah barat akan berakhir, di Crystal Bay. Tempat ini memiliki pasir yang mengkristal berwarna putih, dan bercahaya ketika terkena sinar matahari. Tampat ini juga menjadi favorit para pelancong, untuk melihat keindahan karang dan ikan-ikan di bawah laut. (ctr/ndy)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2012 07:25

Dirikan TK Annisa, Anak Usia Emas Jangan Ditekan

<div> <strong>PENAJAM &ndash;</strong> Pendidikan usia dini menjadi hal penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers