MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

UTAMA

Selasa, 09 November 2021 11:01
Trans Kalimantan Dikeluhkan, Samarinda-Kubar Habiskan 10 Jam Perjalanan
ilustrasi

Kondisi Jalan Trans Kalimantan kembali dikeluhkan. Belum terlihat upaya perbaikan rusaknya jalan poros Kubar-Samarinda tersebut. Kerusakan ruas jalan sepanjang 350 kilometer itu terparah di Kecamatan Muara Lawa hingga Bongan.

 

SENDAWAR–Kerusakan jalan berupa lubang-lubang itu membuat banyak warga beralih ke transportasi Sungai Mahakam. Yakni, menggunakan jasa taksi kapal motor. Selain itu, telah dibuka kapal cepat atau speedboat Samarinda-Melak.

“Memang tidak tahan kita Pak, kalau ikut taksi darat. Bapak bayangkan dari Melak ke Samarinda harus menghabiskan waktu sampai 10 jam. Padahal, saat badan jalan tidak rusak hanya sekitar 5–6 jam perjalanan,” kata Nurhayati, warga Kecamatan Melak, kepada media ini, kemarin.

Tak hanya memakan waktu lama, taksi darat yang dia ikuti menjadi rusak karena jalanan hancur. “Belum lagi Pak, kepala saya terbentur saat taksi melintas di badan jalan berlubang. Kalau tidak ada tas di depan saya, mungkin benjol-benjol sudah terbentur,” katanya.

Tono, warga Kecamatan Sekolaq Darat, mengaku memilih menumpang taksi kapal cepat atau speedboat. Harus membayar Rp 350 ribu per orang. Hanya 5 jam dari Melak-Samarinda. “Memang sedikit capek karena duduk lama. Tapi masih lebih cepat,” katanya.

Tak hanya warga, Wabup Kubar Edyanto Arkan mengeluhkan hal serupa. Menurut dia, beberapa ruas jalan yang rusak dan berlubang semakin dalam dan bertambah. “Apabila tidak diperbaiki segera, akan berdampak kurangnya pasokan logistik, seperti sembako dan barang lainnya,” kata Wabup.

Pemkab meminta kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan atas jalan negara dan jalan provinsi untuk segera membantu Pemkab Kubar. “Sebab apabila ini terjadi, tidak menutup kemungkinan inflasi di Kubar akan terjadi dan meningkat,” ujarnya.

Berikutnya, apabila kerusakan jalan ini tidak diperbaiki dan terus berlanjut dan bertambah parah. Pastinya akan berdampak pada suplai barang dari luar daerah, misalnya, sembako dan barang-barang lain.

Kalau sampai pasokannya terhalang atau terkendala, misalnya sampai dua hari. Tentu akan mengakibatkan pasokan sembako kurang di pasar-pasar. “Praktis kebutuhan dengan pasokan yang tidak berimbang (kurang), harga akan naik,” terangnya.

Pemkab sudah meminta kepada pemprov untuk membantu memberikan perbaikan-perbaikan jalan yang proporsional dengan panjang jalan itu sekitar 370 kilometer ini setiap tahunnya.

“Artinya, kalau diperbaiki hanya 5 kilometer. Sementara panjang jalan itu, sekitar 350 kilometer kurang proporsional,” terangnya.

Wabup mengakui Jalan Trans Kalimantan ini memang kondisinya sebagian diperbaiki. Yaitu, pembuatan gorong-gorong dan parit. Namun, upaya perbaikan perlu ditingkatkan lagi. Kerusakan jalan ini disebabkan banyak aktivitas masyarakat. Baik angkutan-angkutan komoditas maupun angkutan alat berat yang melewati jalan itu. (rud/kri/k8)


BACA JUGA

Selasa, 07 Agustus 2012 12:02

Permendagri Tetapkan Batas Balikpapan-PPU

<div> <p style="text-align: justify;"> <strong>BALIKPAPAN - </strong>Pemerintah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers