MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 05 November 2021 15:02
Sembrono Pasang Foto Ekonom AS untuk Sindir Utang

Kritik terhadap kepala negara boleh saja. Namun, bila menambahkan foto yang keliru, tentu  kurang tepat dan cenderung sembrono. Misalnya, soal pinjaman online (pinjol) yang mencuplik gambar ekonom Amerika Serikat. 

’’Pakar keuangan Amerika Menyebut pinjaman online ramai peminat di negara-negara yang pemimpinya suka ngutang,’’ begitu tulisan yang tertera dalam capture tersebut. Ada saja netizen yang menyebarkan foto itu dan memberi keterangan menyindir Jokowi. ’’Koq Gw Jadi Inget Jokowi Yak Raja Utang Dari Indoland,’’ tulis akun Facebook Daun Pisang Daun (bit.ly/PakarKeuangan

Tercantum pada foto tersebut keterangan waktu Sabtu, 7 November 2020. Padahal, isu pinjaman online (pinjol) baru ramai akhir-akhir ini.

Saat ditelusuri, gambar perempuan yang tengah berpidato itu ternyata diunggah oleh situs georgeschool.org. Situs tersebut memuat judul Lael Brainard ’79 Helps Lead Main Street Lending. Nah, perempuan yang tampak pada foto itu bernama Lael Brainard. Dia seorang ekonom dan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat. Saat itu bank tersebut tengah merancang program untuk memberikan pinjaman hingga USD 600 miliar kepada perusahaan kecil dan menengah yang dirugikan oleh pandemi Covid-19. Tentu tidak ada kaitan dengan pinjaman online. Program tersebut juga resmi. Anda dapat membacanya di bit.ly/BukanPinjol.

CNBC juga mengulas pinjaman untuk pelaku UMKM itu. Nah, Lael Brainard memimpin program tersebut. Brainard sebelumnya menjabat penasihat ekonomi untuk mantan presiden Bill Clinton. Di bawah mantan presiden Barack Obama, dia adalah wakil menteri keuangan untuk urusan internasional.

Keterlibatannya dalam program main street dapat membantu meredakan beberapa ketegangan partisan. Sebab, ada pengawasan yang ketat terhadap pinjaman yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan besar. Partai Demokrat Amerika Serikat mendorong untuk memperketat pengawasan pada program-program yang meluncurkan pinjaman bisnis selama negosiasi atas RUU bantuan senilai USD 2,2 triliun yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada akhir Maret. Selengkapnya, Anda dapat membacanya di bit.ly/PinjamanUMKM. (zam/c6/jun/luc/k16)

 

FAKTA

 

Foto yang mencantumkan keterangan pakar keuangan Amerika Serikat menyebut pinjol ramai peminat di negara yang suka berutang itu menyesatkan. Foto tersebut berkaitan dengan program AS untuk memberikan pinjaman saat Covid-19.


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 07:40

Curah Hujan Tinggi Ancam Pengadaan Beras

<div> <div> <strong>PENAJAM </strong>- Curah hujan tinggi yang diperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers