MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 November 2021 12:44
Okupansi Hotel Diklaim Sudah Ideal
ilustrasi

Sempat menurun tajam pada Juli lalu seiring penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), okupansi hotel berbintang di Kaltim sejak Agustus terus mencatat peningkatan. Bahkan diklaim sudah ideal. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga akhir tahun.

 

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim sebesar 52,75 persen pada September 2021. Ini berarti dari seluruh jumlah kamar hotel Kaltim rata-rata yang terjual sebesar 52,74 persen. TPK September 2021 naik 10,76 poin dibanding Agustus 2021, yaitu dari 41,98 persen. Sementara jika dibandingkan September 2020, terjadi peningkatan sebesar 1,55 poin.

Humas Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Armunanto Somalinggi mengatakan, sejak Agustus okupansi di Kaltim sudah mulai memperlihatkan perbaikan. Jika data BPS pada September okupansi mencapai 52,74 persen, pada pelaku usaha data okupansinya sudah mencapai 70-75 persen. Atau sudah ideal karena di atas 60 persen.

“Juli menurun karena kita PPKM, pada Agustus hingga saat ini sudah mulai membaik. Hal itu juga tak lepas dari perbaikan kasus Covid-19 yang terus melandai,” jelasnya, Senin (1/11).

Menurutnya, okupansi cepat terkerek karena banyaknya event yang berlangsung di hotel. Apalagi menjelang akhir tahun, dari sisi pemerintahan sudah banyak yang melakukan booking untuk event. Seperti diketahui, hotel Kaltim kebanyakan berharap dari MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), jika tidak ada MICE maka okupansi pasti menurun.

“Jika ada kegiatan atau event yang dilakukan dari pemerintah maupun swasta, maka semua penghasilan perhotelan juga meningkat. Kita optimistis sampai pengujung tahun okupansi terus meningkat, karena pengujung tahun biasanya pemerintah banyak melangsungkan acara di perhotelan, sehingga berpotensi meningkat untuk TPK kita,” katanya.

Apalagi, tambahnya, kasus Covid-19 di Kaltim terus menurun sehingga membangun kepercayaan masyarakat untuk staycation atau melangsungkan event di hotel. Tentunya dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan yang ketat, agar event bisa terus digelar di hotel. Saat ini, sudah ada beberapa hotel yang memiliki waiting list penggunaan ballroom. Dinas-dinas mengantre untuk melangsungkan kegiatan.

“Jadi, tentunya okupansi akan bertahan di angkat 70 persenan secara rata-rata di Kaltim. Kita berharap demikian, agar sektor perhotelan bisa segera pulih. Saat ini, kita melihat keadaan mulai membaik, sehingga perhotelan bisa segera bangkit,” tuturnya.

Di lain sisi, stimulus juga datang dari pemerintah. Di mana pemerintah kembali mengubah aturan syarat bagi penumpang pesawat domestik rute penerbangan Jawa-Bali. Jika sebelumnya sempat dikeluarkan aturan wajib tes PCR, kini cukup menggunakan hasil negatif tes antigen saja.

“Untuk perjalanan ada perubahan, yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan tes PCR tetapi cukup tes Antigen,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam jumpa pers evaluasi mingguan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merespons kebijakan tersebut. Pihaknya masih menunggu penetapan Surat Edaran (SE) Satgas dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). “Untuk implementasinya, kami masih menunggu penetapan melalui Inmendagri dan SE Satgas seperti yang jadi rujukan kami dalam menyusun ketentuan syarat perjalanan dalam negeri,” ujar Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati.

Hingga saat ini, belum ada dasar hukum yang diterbitkan oleh pemerintah mengenai perubahan yang disampaikan oleh Muhadjir. Seperti diketahui, aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 1-4) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) sudah berlaku sejak 24 Oktober 2021

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas No 21 tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No 53 dan No 54 Tahun 2021 dan 4 SE dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 86, 87, 88 dan 89 Tahun 2021.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong para pengelola destinasi wisata dan taman rekreasi disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aplikasi PeduliLindungi jelang libur natal dan tahun baru (nataru) 2022 sebagai langkah preventif agar tidak terjadi gelombang Covid-19 selanjutnya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan, saat ini Indonesia telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19. Hal ini perlu dijaga dengan berbagai cara dan usaha agar tidak ada gelombang Covid-19 lagi seperti yang dialami oleh negara-negara lain.

“Salah satunya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat ditambah dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Terlebih dalam libur Nataru jangan sampai momentum ini memicu kasus baru. Kami mengimbau agar kita sama-sama meyakinkan untuk tetap saling menjaga bangsa ini agar pandemi tidak berkelanjutan, untuk itu perlu kedisiplinan bersama,” katanya.

Fadjar juga menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi hanya merupakan alat atau tools untuk melakukan testing, tracing, dan treatment. Poin utamanya tetap berkomitmen dalam melaksanakan protokol kesehatan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pengelola dan pengunjung serta seluruh elemen lainnya.

“Pengendalian terhadap kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dalam hal pembukaan usaha harus seimbang seperti halnya berkendara. Kapan harus injak gas dan kapan harus injak rem,” ujarnya.

Fadjar mengatakan, dalam implementasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan dan penggunaan QR Code PeduliLindungi, perlu dilakukan kontrol/pengawasan untuk mengukur komitmen dari para pelaku usaha dalam pelaksanaannya.

“Perlu komitmen dari semua unsur terutama para pelaku usaha pariwisata serta diawasi pemerintah daerah dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini sangat diharapkan untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Jika tidak komitmen salah satu konsekuensi terburuknya ialah akan ditutup kembali kegiatan usaha yang saat ini sudah mulai berjalan,” katanya. (ctr/ndu/k15)

 

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Tahun Ini

Januari 42,98

Februari 43,82

Maret 49,38

April 47,43

Mei 46,77

Juni 57,67

Juli 39,04

Agustus 41,98

September 52,74

September 2020 51,19

Sumber: BPS Kaltim


BACA JUGA

Minggu, 23 Januari 2022 23:22

Tiga Pembeli Pertama Menerima Honda All New BR-V Secara Perdana

SAMARINDA- Sejak diluncurkan pada awal Desember tahun 2021 kemarin, akhirnya…

Sabtu, 22 Januari 2022 12:00

KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken dalam Golden Combo

BALIKPAPAN – Masih inget ayam krispi Hot & Cheesy KFC…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:32

139 Perusahaan Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian…

Jumat, 21 Januari 2022 12:11

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter…

Jumat, 21 Januari 2022 12:09

Konsumsi Masyarakat Tumbuh 20 Persen

SURVEI Konsumen Bank Indonesia periode Desember 2021 mengindikasikan bahwa keyakinan…

Kamis, 20 Januari 2022 09:09

Insentif PPnBM LCGC Jaga Utilisasi Industri Penunjang

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah…

Kamis, 20 Januari 2022 09:08

Genjot Produksi, PTPN X Perluas Lahan Tembakau

SURABAYA – Kebutuhan terhadap tembakau terus meningkat. Potensi itu pun…

Kamis, 20 Januari 2022 09:03

Bincang Bareng Director of Operation Platinum Hotel Indonesia; Soegianto

Platinum Hotel Group terus berkembang. Membangun hotel-hotel di daerah bisnis,…

Kamis, 20 Januari 2022 09:01

Pengembangan Jaringan Tunggu Pusat, Penjualan Astra Motor Sudah Pulih

BALIKPAPAN – Meski masih mengalami penurunan, Astra Motor Kaltim tetap…

Kamis, 20 Januari 2022 09:00

Subsidi Bunga KUR 3 Persen Berlanjut

Pemerintah kembali melanjutkan pemberian subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers