MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

BALIKPAPAN

Minggu, 31 Oktober 2021 10:50
CSR Pertamina Mengubah Layanan Pendidikan di PAUD Ki Hajar Dewantoro
Dulu Diademkan “Angin Jendela”, Sekarang Nyaman Pakai AC

Melalui Pertamina Cerdas, Pertamina memberikan bantuan renovasi dan pengadaan peralatan kepada PAUD Ki Hajar Dewantoro III. Bahkan pada 2018, selain bantuan renovasi, perseroan itu juga membangun taman baca dan posyandu yang dimanfaatkan bagi warga di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan tersebut.

 

ULIL MUA'WANNAH, Balikpapan

 

SEBELUM menerima bantuan renovasi melalui corporate social responsibility (CSR) Pertamina pada 2018 lalu, kondisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ki Hajar Dewantoro III Balikpapan itu kurang nyaman. Dinding dan lantai kayu layu termakan usia. Ventilasi udara belum baik. Proses belajar-mengajar menggunakan kursi dan meja masih begitu terbatas.

Sekarang anak-anak sudah bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman. Bangunan sekolah telah menjadi permanen. Tidak perlu lagi berebut tempat duduk. Selain itu, dulu hanya mengandalkan angin yang berembus lewat jendela, kini di dalam ruangan sudah dilengkapi air conditioner (AC). Membuat mereka betah tanpa takut gerah.

Sudah berusia 13 tahun, PAUD Ki Hajar Dewantoro III dulu merupakan PAUD pertama di Kelurahan Baru Ulu. Pada Juli 2007 kala diresmikan, baru dua taman kanak-kanak (TK). Pengelola PAUD Ki Hajar Dewantoro III Juliansyah menuturkan, kondisi PAUD jelas berbeda dibandingkan empat tahun lalu. Namun beberapa keperluan fasilitas seperti jaringan wifi, komputer, dan printer untuk mendukung operasional sekolah belum ada.

“Dulu ruangan belajar terbatas, masih dari kayu berukuran hanya 4x7 meter. Berkat CSR Pertamina sekarang menjadi 5x18 meter,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Jul tersebut. Jul menambahkan, banyak kegiatan aktif diikuti bahkan telah menjadi PAUD Percontohan di Baru Ulu.

Berjalannya waktu, Jul menuturkan sempat ada penambahan jumlah murid. Tetapi, selama pandemi terjadi penurunan pendaftaran. Itu tentu berpengaruh terhadap gaji yang diterima para pengajar. Bila dulu pengajar bisa memperoleh Rp 700 ribu setiap bulan, kini hanya Rp 400-500 ribu. Adapun insentif bantuan dari pemerintah terhadap pengajar.

Pemerintah memperbolehkan kembali dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sementara ini hanya berlangsung dua kali dalam sepekan. Dibagi menjadi Senin dan Rabu, ataupun Selasa dan Kamis. Sehari dibatasi dua sesi. Satu sesi hanya diikuti 10 anak. Sedangkan Jumat merupakan hari olahraga. “Para pengajar telah menerima vaksin. Di PAUD ini total ada enam pengajar. Empat di antaranya telah meraih gelar S-1. Mereka bekerja sosial dan loyal,” bebernya.

Rata-rata penghasilan orangtua murid tidaklah menentu. Karena pekerjaan mereka sebagian besar sebagai buruh dan nelayan. Sehingga, pihak PAUD melakukan subsidi silang bagi anak yang tidak mampu.

Dirinya berharap, ke depan program CSR bisa pula membantu anak-anak di daerah pesisir yang kurang beruntung agar bisa merasakan bangku pendidikan. Maupun perhatian kepada para pengajar seperti pembinaan ataupun pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin mengatakan, program-program CSR Pertamina memang sangat membantu, termasuk membantu dalam peningkatan dunia pendidikan. Diketahui perusahaan BUMN diketahui memang aktif dalam pemberian CSR. Agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terutama di dunia pendidikan.

Ia bersyukur atas kontribusi yang diberikan selama ini. Komitmen tersebut diharapkan bisa terus berlangsung. Agar bisa lebih tepat sasaran, ia juga mengingatkan perusahaan yang hendak memberikan CSR bisa berkoordinasi dengan dinas terkait, agar mengetahui satuan pendidikan mana saja yang lebih perlu dibantu.

Pemberian bantuan pun diharapkan dapat merata. Tidak berulang-ulang hanya di satu lokasi saja. “Jumlah PAUD di Balikpapan cukup, tapi kalau dari jumlah ideal diharapkan sebarannya bisa merata,” kata Muhaimin.

Maka, instansinya memberikan pembinaan terhadap pengelola PAUD agar meningkatkan kompetensi para pengajar. Melalukan sosialisasi agar meningkatkan layanan manajemen di masing-masing satuan pendidikan. Agar harapan orangtua terhadap output pembelajaran pra-sekolah anak di PAUD bisa lebih menjanjikan.

Insentif bagi pengajar pada 2022 nanti direncanakan sesuai janji kepala daerah terpilih akan dinaikkan, dari Rp 450 ribu menjadi Rp 750 ribu. Pengajar yang belum S-1 juga didorong agar bisa selinier. Tahun depan, Muhamini menyebut, ada beasiswa bagi 50 pengajar PAUD terutama yang belum mampu untuk menyelesaikan S-1 PAUD.

Bunda PAUD Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud menyebut PAUD di Kota Minyak berjumlah 516. Terdiri dari satuan PAUD sejenis 43 unit, taman penitipan anak 14 unit, taman kanak-kanak 152 unit, kelompok bermain 282 unit, dan raudhatul athfal 28 unit.

Sudah mencukupi, tinggal peningkatan sarana-prasarana dan SDM, baik dari pengalaman maupun kemampuan informasi teknologinya. PAUD juga melaksanakan layanan tumbuh kembang anak. Deteksi tumbuh kembang anak tersebut bekerja sama dengan posyandu setempat. “Rata-rata PAUD lebih banyak swasta, negeri sekitar 20 persen saja,” ujar istri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud itu, Kamis (28/10).

Dia berharap, Pertamina terus komitmen memberikan bantuan CSR terhadap dunia pendidikan. Termasuk PAUD. Baik fasilitas ataupun terhadap para pengajar. Sejauh ini, dia menilai, sekolah-sekolah di pesisir seperti Balikpapan Barat ataupun Balikpapan Timur memang perlu sentuhan. Dari situ, keberadaan Pertamina tentu sangat membantu pengelola sekolah.

“Bantuan yang diberikan sangat memberikan kontribusi dan berdampak langsung terhadap perkembangan sekolah maupun pembelajaran bagi anak-anak,” pungkasnya. (lil/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 13 Mei 2022 13:54

Isu Hepatitis, PTM Tetap Jalan, Tetap Disiplin Terapkan Prokes, Orangtua Harus Lebih Aktif

Dibayang-bayangi isu hepatitis akut yang menyasar anak-anak, DKK menyatakan proses…

Jumat, 13 Mei 2022 13:52

Tekan Angka Stunting, DP3AKB Terjunkan Tim Langsung

Stunting masih menjadi persoalan serius dunia kesehatan di Tanah Air…

Jumat, 13 Mei 2022 13:51

Diserang Stroke, Johny NG Tutup Usia

BALIKPAPAN- Kabar duka datang dari Sekretariat DPRD Kota Balikpapan. Anggota…

Rabu, 11 Mei 2022 17:41

Arus Mudik dan Balik Diklaim Kondusif

BALIKPAPAN-Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan mengklaim arus mudik dan…

Rabu, 11 Mei 2022 11:32

IPSA Kaltim Beri Pembekalan Duta Kosmetik Aman

BALIKPAPAN – Sebanyak 30 siswa SMA dan SMK di Balikpapan…

Selasa, 10 Mei 2022 12:23

Pekan Ini, Ujian SD dan SMP, Dilaksanakan Tatap Muka, Terapkan Ketat Prokes

BALIKPAPAN- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menyatakan, pelaksanaan ujian…

Selasa, 10 Mei 2022 11:24

Tak Ada Penambahan Libur Sekolah, SMA dan SMK Belajar Tatap Muka

Keputusan pemerintah memperpanjang masa libur sekolah usai cuti bersama Hari…

Selasa, 10 Mei 2022 11:14

Pelajar Diajak Jadi Duta Kosmetik Aman

BALIKPAPAN - Agar masyarakat semakin mengenali kosmetik aman, Loka Pengawasan…

Jumat, 06 Mei 2022 15:48

Pemeriksaan Sepanjang Ramadan hingga Lebaran, BPOM Tak Temukan Makanan Berbahaya

BALIKPAPAN- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Balikpapan mencatat sepanjang…

Jumat, 06 Mei 2022 15:46

Lebaran Volume Sampah per Hari Melonjak Tinggi, di Balikpapan Tembus 700 Ton

Saban tahun setiap perayaan Idulfitri, sampah selalu jadi persoalan di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers