MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

PRO BISNIS

Sabtu, 30 Oktober 2021 12:18
Jaga Kesinambungan Program JKN-KIS, Segmen Mandiri Informal dan UKM Jadi Atensi
KONSISTEN: David Bangun menyampaikan strategi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepesertaan JKN.

BALIKPAPAN–BPJS Kesehatan menggelar media workshop secara daring pada 28–29 Oktober. Tema tentang menjaga kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjadi fokus webinar pada Jumat (29/10). Pemateri utama dari Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun.

Secara umum, David menyampaikan strategi pencapaian universal health coverage (UHC) melalui peningkatan kualitas layanan. Target hingga 2024, cakupan kepesertaan JKN sebesar 98 persen dari total penduduk. Kini beberapa daerah berhasil memiliki cakupan kepesertaan JKN minimal 95 persen dari total penduduk.

Terdiri dari 118 kabupaten, 47 kota, dan 5 provinsi. Di antaranya, DKI Jakarta, Aceh, Papua Barat, Kaltara, dan Bali. David menjelaskan, total peserta JKN per 30 September 2021 sebanyak 226.301.696 jiwa. “Jumlah yang sudah terdaftar 83,13 persen dan 16,87 persen belum terlindungi JKN,” sebutnya.

Ada enam segmen peserta JKN, dua kategori tertinggi yakni PBI JK dan PD Pemda. Keduanya sebagai penerima bantuan. Sehingga kurang lebih 50 persen dari penduduk saat ini atau 113 juta adalah penerima bantuan dari pemerintah. “Ini menunjukkan bagaimana negara hadir untuk melindungi masyarakatnya,” tutur dia.

Tantangannya ada empat segmen lagi yang belum mencapai UHC, baik segmen pekerja maupun mandiri. Mulai PPU PN, PPU, BU, PBPU, dan BP. Menurut dia, perluasan peserta memiliki tantangan yang berbeda setiap segmen. Contoh pada segmen PBPU, tantangan terbesar dari kemampuan membayar.

“Mereka adalah masyarakat yang tidak memenuhi syarat sebagai masyarakat miskin. Jadi, hidden middle. Ini adalah segmen terbesar,” ungkapnya. Namun, pihaknya memerhatikan sektor informal, kemampuan bayar belum pada angka iuran kelas 3 di sistem JKN.

Sementara itu, segmen PPU PN bergantung dari pendaftaran kepala dan aparat desa. Sedangkan segmen PPU swasta tantangan karena terjadi PHK akibat pandemi Covid-19. Juga, segmen PPU swasta banyak dari pekerja dari badan usaha kecil dan mikro dengan upah di bawah UMK atau UMP.

Jika diperhatikan struktur peserta BPJS saat ini ada 9 persen dari pekerja yang berasal dari usaha kecil dan mikro. Kemudian 91 persen usaha besar dan menengah. “Tapi kalau data BPS, pekerja mikro dan kecil lebih besar dari segmen usaha besar dan menengah.

“Meski dia bekerja di bawah UMK/UMP, kemampuan membayar masih terbatas,” sebutnya. David berpendapat, tantangan terberat ada pada dua segmen tersebut. Baik peserta mandiri segmen informal dan swasta untuk usaha mikro dan kecil. Sementara segmen PBI dan PD Pemda sudah sangat baik.

Pemerintah daerah telah berkomitmen mendukung program JKN. Dia melihat ada kesempatan segmen PD Pemda membantu total 37 juta penduduk untuk didorong mendukung segmen informal dan swasta mikro kecil. “Bagaimana sinergi bantuan pemda menolong segmen dalam bentuk bantuan sebagian iuran,” ujarnya.

“Artinya tidak sepenuhnya iuran dibayar peserta dan tidak sepenuhnya dibayar pemda, namun kedua pihak saling membantu,” tambahnya. Maka untuk mencapai target UHC, ada lima fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun ini. Hal utama soal peningkatan mutu layanan.

Misalnya, penguatan standardisasi layanan secara nasional di seluruh satuan kerja dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama. “Kemudian optimalisasi layanan digital di seluruh titik layanan, peningkatan akurasi data kepesertaan, dan peningkatan inovasi layanan kepada peserta,” bebernya.

Fokus lainnya yakni kolekting iuran, strategic purchasing, peningkatan kapabilitas badan, dan kontribusi dalam penanganan Covid-19. Selain David, ada dua narasumber lain yang juga mengisi webinar tersebut. Yaitu, Analis Asuransi Kesehatan Budi Hidayat dan Anggota DJSN Muttaqien. (gel/ndu/k8)


BACA JUGA

Jumat, 13 Mei 2022 13:49

Tekanan Pandemi ke Dunia Kerja Menurun

Jumlah pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang. Pada…

Jumat, 13 Mei 2022 13:48

Kedelai Mahal, Ukuran Tempe Mengecil

BALIKPAPAN - Daya beli masyarakat sempat lesu dampak dari merebaknya…

Jumat, 13 Mei 2022 13:47

Hunian Kamar Hotel Pulih seperti sebelum Pandemi

SAMARINDA – Okupansi hotel berbintang di Kaltim pada Maret 2022…

Jumat, 13 Mei 2022 13:45

Jajaki Pembangunan Pelabuhan di Seputar IKN

BALIKPAPAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap pelaku usaha di…

Selasa, 10 Mei 2022 11:57

Pengangguran di Kaltim Capai 129 Ribu Orang

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di…

Senin, 09 Mei 2022 23:52

Dayang Donna Kembali Maju Pimpin Kadin Kaltim 

SAMARINDA – Dayang Donna Faroek, siap memimpin kembali Kamar Dagang…

Senin, 09 Mei 2022 11:30

Sektor Kuliner Kecipratan Rezeki Idul Fitri

Kinerja kafe dan restoran meningkat selama periode Ramadan dan Idul…

Senin, 09 Mei 2022 11:28
Kriteria Industri Pangan Terkendala Penyimpanan

Siap Serap Lebih Banyak Jagung Lokal

JAKARTA – Produksi jagung dalam negeri hampir bisa memenuhi kebutuhan…

Sabtu, 07 Mei 2022 20:53

Harga Daging di Samarinda Masih Mahal

SAMARINDA–Harga kebutuhan bahan pokok di Samarinda masih tinggi. Ya, sejak…

Jumat, 06 Mei 2022 16:39

Larangan CPO Tak Signifikan Pengaruhi Investasi

JAKARTA - Larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers