MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Rabu, 27 Oktober 2021 11:03
Sinovac Akhirnya Diakui Singapura, Masuk Program Vaksinasi Nasional
Vaksin Sinovac (Lilian Suwanrumpha AFP)

Singapura akhirnya memasukkan vaksin Sinovac-CoronaVac Covid-19 dalam program vaksinasi nasional. Sebelumnya vaksin tersebut hanya diberikan di klinik-klinik swasta karena masih harus ditinjau oleh Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA).

SINGAPURA-Sebelumnya, Singapura hanya mengakui vaksin Barat seperti Pfizer dan Moderna dalam program nasional.
Kementerian Kesehatan Singapura mencatat tingkat vaksinasi lokal kini lebih dari 90 persen pada kelompok usia yang memenuhi syarat. Ada beberapa yang memilih untuk tidak menggunakan vaksin mRNA dari Barat karena preferensi masing-masing.

Sinovac akan diberikan sebanyak 3 dosis dalam program nasional. Hal itu untuk memastikan bahwa setiap orang akan memiliki perlindungan yang cukup baik terhadap Covid-19. “Kami akan menawarkan tiga dosis seri utama Sinovac-CoronaVac di bawah program vaksinasi nasional kepada mereka yang belum menyelesaikan vaksinasi penuh mereka, termasuk orang yang telah hanya menerima satu atau dua dosis Sinovac-CoronaVac sebelumnya,” kata pihak Kemenkes setempat seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin (25/10).

Karena kemanjuran vaksin yang lebih rendah dari vaksin Sinovac, Kemenkes Singapura menetapkan pedoman bahwa orang yang hanya menerima satu atau dua dosis vaksin Sinovac sangat dianjurkan untuk menyelesaikan tiga dosis untuk perlindungan yang lebih optimal. Orang yang tidak dapat mengambil dosis vaksin mRNA karena alasan medis harus menerima 3 dosis vaksin Sinovac.

Mereka yang memulai dengan vaksin mRNA tetapi mengalami alergi reaksi merugikan yang parah setelah dosis pertama harus menindaklanjuti dengan dua dosis Sinovac. Jika reaksi alergi terjadi setelah dosis mRNA kedua, maka mereka harus mengambil satu dosis lagi Sinovac sebagai suntikan booster ketika mereka memenuhi syarat untuk menerimanya.

“Seperti yang direkomendasikan oleh komite ahli vaksinasi Covid-19, mereka yang mengambil vaksin mRNA harus terus menggunakan dua dosis itu,” kata Kemenkes. Vaksin Sinovac juga tidak akan ditawarkan sebagai booster bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin mRNA dan tidak mengembangkan alergi atau reaksi merugikan yang parah. Untuk kelompok ini, dosis ketiga vaksin mRNA akan ditawarkan kepada mereka sebagai booster.

Kemenkes juga mencatat bahwa vaksin Sinovac belum disetujui untuk penggunaan umum bagi orang berusia 12 hingga 17 tahun. Sehingga, vaksin Sinovac hanya boleh disuntikkan khusus untuk mereka yang di atas 17 tahun.

Di bawah program vaksinasi nasional, vaksin Sinovac akan diberikan secara gratis. Orang yang menerima vaksin ini juga akan memenuhi syarat untuk pembayaran di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin jika mereka mengalami efek samping serius yang dinilai terkait dengan vaksin Covid-19.

Dengan Sinovac menjadi rezim tiga dosis di bawah program nasional, Kemenkes mengatakan penyesuaian akan dilakukan pada status vaksinasi mereka yang telah mengambil dua dosis vaksin, mengingat ada interval 90 hari antara dosis kedua dan ketiga.
Oleh karena itu, orang yang telah menggunakan dua dosis Sinovac akan dianggap divaksinasi penuh selama empat bulan setelah dosis kedua, atau hingga 31 Desember, mana yang lebih lama.

“Pengaturan ini akan memberikan waktu yang cukup bagi individu untuk mendapatkan dosis ketiga dan mempertahankan status vaksinasi mereka. Aturan yang sama akan berlaku bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin Sinopharm,” kata Kementerian Kesehatan. (jpg/luc)

 


BACA JUGA

Senin, 06 Desember 2021 11:33

Geram dengan Hoaks di Medsos, Pemerintah Australia Siapkan Aturan Baru

Hoaks atau berita bohong berunsur fitnah dan provokasi di media…

Senin, 06 Desember 2021 11:31

Cerita Dokter Penemu Omicron

WABAH Covid-19 varian Omicron kali pertama ditemukan di Afrika Selatan…

Senin, 06 Desember 2021 11:30

Taliban Eksekusi Pasukan Rezim Lama, AS Berang

Amerika Serikat dan sekutunya berang. Itu karena laporan Human Rights…

Sabtu, 04 Desember 2021 11:50

Krisis Pangan, Bayi di Afghanistan Jadi Korban

 ’’Di sini seperti neraka.’’ Pernyataan itu dilontarkan oleh Dr Nuri,…

Sabtu, 04 Desember 2021 11:44

Uni Eropa Luncurkan Program Saingi Tiongkok

BRUSSEL – Uni Eropa (UE) ingin berkompetisi dengan belt and…

Jumat, 03 Desember 2021 10:30

Jepang-AS Siap Bantu Taiwan, Antisipasi Invasi oleh Tiongkok

TOKYO– Jika Tiongkok menyerang Taiwan, Jepang dan AS siap memberi…

Jumat, 03 Desember 2021 10:10

WHO Sarankan Kelompok Rentan Hindari Perjalanan

JENEWA – Persebaran Covid-19 menunjukkan bahwa dunia tidak siap menghadapi…

Kamis, 02 Desember 2021 10:24

Bank Dunia Ajukan Proposal Rp 7,2 T Bantu Afghanistan

WASHINGTON DC – Ada harapan baru untuk penduduk Afghanistan. Bank…

Kamis, 02 Desember 2021 10:12

Pasar Saham Dunia Terpengaruh Varian Omicron, Moderna Khawatir, Pfizer Sudah Bersiap

Situasi saat ini diprediksi memunculkan lockdown massal. Yang akan memperburuk…

Rabu, 01 Desember 2021 10:01

Iran Berharap Pencabutan Sanksi, Negosiasi Kesepakatan Nuklir Dibuka Lagi

TEHERAN– Iran bertekad bulat. Negeri para mullah itu ingin membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers