MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 27 Oktober 2021 11:01
Memaksimalkan Kontribusi ASN Muda

Muhamad Fadhol Tamimy
ASN Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong

Suatu kali di pengujung hidup Rasulullah, terjadi sebuah peristiwa pemberontakan, dimana para musuh dengan sengaja mencoba untuk memanfaatkan keadaan Rasulullah yang sakit parah. Mereka mengancam teritori kekuasaan umat Islam, dengan membuat gejolak di perbatasan Syam. Dari arah Yaman pun muncul kegaduhan dari nabi palsu.

Kondisi Rasulullah yang kala itu tidak sehat, sementara suasana sedang genting-gentingnya membuat Rasulullah harus segera mengangkat panglima untuk mengendalikan suasana. Dalam rapat darurat, hadir beberapa sahabat senior yang memiliki track record panjang dalam masa perjuangan semacam Sa’ad bin abi Waqqash, Said bin zaid, dan Abu Ubaidah bin jarrah.

Sahabat-sahabat yang hadir pun mengamini bahwa salah satu nama di atas digadang kuat menjadi panglima, yang akan memimpin pasukan muslim. Tak disangka, Rasulullah justru memilih Usamah Bin Zaid yang kala itu berusia 17 tahun. Tak pelak keputusan tersebut mendapat beberapa komentar dari para sahabat, bahkan nada sedikit menyepelekan itu pun hadir. Berkat penjelasan Rasulullah, para sahabat akhirnya legowo menerima keputusan pengangkatan Usamah sebagai panglima perang.

Kepercayaan berbuah manis, di bawah kepemimpinan Usamah, gejolak yang ditimbulkan para pemberontak dapat ditaklukan dalam tempo cepat. Perhitungan matang yang dilakukan Rasulullah, serta terobosan taktik baru yang dilakukan Usamah sukses membawa kemenangan. Tentu hal tersebut menjadi bukti betapa dahsyatnya skema kolaboratif antara seorang pemimpin dengan utusan mudanya.

Kolaboratif ini memiliki kemiripan perjuangan bangsa dahulu. Masih segar dalam ingatan, peristiwa Rengasdengklok yang diinisiasi kaum muda mendesak Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan. Setelah diskusi panjang antara kaum tua dan muda, akhirnya lahir 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia, yang menjadi salah satu tonggak sejarah peradaban bangsa.

Memaksimalkan Kontribusi ASN Muda

Jika ditarik realitas bangsa Indonesia, tentu peran pemuda begitu penting untuk hadir di segala lini kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, agama, hingga penegakan dan pengawalan Hukum dan HAM. Terutama dalam hal teknis pelayanan masyarakat yang dampaknya langsung dirasakan.

Dibutuhkan kecepatan, daya juang tinggi serta pengorbanan yang harus dimunculkan oleh seluruh aparatur sipil negara. Kecepatan, daya juang, serta kreativitas inilah yang menjadi ciri khas pemuda yang memang sedang memasuki fase emas performance kecakapan hidupnya. Fase emas ini yang harus dimaksimalkan agar inovasi serta terobosan dalam tatanan birokrasi dapat di munculkan secara maksimal.

Salah satu faktor pendukung dari lahirnya inovasi dan terobosan adalah memberikan kesempatan pada ASN muda yang ada di lingkungan organisasi. Khususnya semenjak pandemi yang membuat zaman mulai di “paksa” dalam akselerasi eksponensial perubahan.
Ada beberapa cara yang seyogyanya dapat dilakukan. Pertama adalah memberikan kesempatan, baik itu berupa projek pembaharuan sistem pelayanan ataupun sistem tata kelola organisasi. Dengan memberikan kesempatan dalam setiap projek pembaharuan sebuah sistem ataupun tata kelola organisasi, dapat memicu tumbuhnya rasa saling memiliki.

Hal tersebut juga mampu mempererat kerjasama antara senior dan junior. Kerjasama yang baik juga memiliki implikasi pada rasa nyaman dalam bekerja, dan rasa nyaman ini memiliki pengaruh terhadap produktivitas dalam bekerja.

Kedua adalah mendelegasikan ASN muda pada sebuah kegiatan yang mana tidak hanya pada sekedar simbolis semata, atau sekedar diberdayakan untuk hal-hal administratif saja, namun juga untuk dimintakan ide dan cara mengeksekusinya. Bahkan kalau perlu saat kegiatan hendak dilaksanakan, jauh-jauh hari, pimpinan dapat meminta para ASN muda untuk membuat semacam proposal ide sederhana, dan menjelaskan pada saat kegiatan.

Karena terkadang para ASN muda bukan karena tidak memiliki ide ataupun inisiatif dalam bekerja guna menciptakan sebuah perubahan, akan tetapi rasa sungkan pada senior atau atasan, takut dianggap cari muka, takut dianggap melangkahi kewenangan hingga takut idenya ditolak atau bahkan tidak diapresiasi. Perasaan itulah yang menjadi salah satu penyebab para ASN muda, seolah-olah apatis pada lingkungan kerja.

Ketiga adalah mendukung segala bentuk pengembangan diri dengan catatan, tidak mengganggu tugas utamanya sebagai seorang ASN. Dengan memberikan dukungan, minimal kemudahan izin melanjutkan studi ataupun pelatihan yang dapat meningkatkan kecakapan dalam bekerja. Terlebih kelanjutan studi ataupun pelatihan tersebut berkaitan dengan kecakapan atau kemampuan yang memang dibutuhkan organisasi dalam meningkatkan kualitas mutu layanan.

Kolaborasi Senior dan ASN Muda

Founding father bangsa Indonesia, bung karno pernah berucap, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Semakna dengan kisah zaman Rasulullah, yang sukses kepemimpinannya dengan mengolaborasikan antara sahabat senior dan memaksimalkan para sahabat muda, mulai memberikan kesempatan adalah hal yang bisa dilakukan. Tentunya tidak begitu saja diberikan kesempatan, namun untuk beberapa waktu diberikan pula pendampingan.

Manakala hal tersebut dapat dilakukan, maka bukan tidak mungkin sejarah kegemilangan akan berulang. Seperti saat tanah gersang mekah, dalam kurun waktu beberapa tahun mampu menjadi sebuah episentrum pusat lahirnya sebuah era gemilang.
Dari dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan, dalam sebuah kebangkitan pemuda merupakan rahasia kekuatannya, dalam sebuah pemikiran pemuda adalah pengibar panji-panjinya. Oleh karenanya semoga potensial para pemuda di setiap organisasi maupun kementerian sebagai tunas abdi negara dapat semakin diberikan kesempatan demi terwujudnya sebuah cita-cita gemilang. (luc)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers