MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 18 Oktober 2021 15:16
Imbas Aktivitas Tambang Ilegal di Muang Dalam, Bandara dan Waduk Ikut Terdampak
Banjir di bandara APT Pranoto, Samarinda, Senin (18/10).

SAMARINDA – Pertambangan di Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, telah dipastikan tidak berizin. Sejak beraktivitas pada 2016, kegiatan keruk-mengeruk “emas hitam” itu menimbulkan dampak buruk bagi warga sekitar. Banjir lumpur yang menggenangi permukiman dan kebun warga menjadi contohnya.

Bentuk penolakan sejatinya telah ditunjukkan warga. Namun, tindakan tegas tak urung berjalan. Warga menyerahkan laporan resmi beserta bukti adanya keberadaan tambang ilegal. Setidaknya ada 16 titik yang dilaporkan warga sekitar. Keberadaan tambang tersebut sejatinya telah mendapat sorotan sejak lama. Sebab, lokasinya kurang dari 500 meter permukiman warga. Bahkan berjarak 2,2 kilometer dari Desa Budaya Pampang, objek wisata andalan Kota Tepian.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menilai, keberadaan tambang yang tepat di atas permukiman warga dapat berdampak buruk bagi lingkungan masyarakat. Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, dampak tambang ilegal sebenarnya telah terjadi. Khususnya di Muang Dalam, kebun warga selalu dihiasi endapan lumpur. Akibatnya tidak ada masa panen bagi petani. “Perkebunan warga banyak yang gagal panen, ternak juga gagal panen, seperti budi daya ikan, budi daya marmut atau bebek. Semua dampak itu juga sudah diserahkan ke aparat kepolisian,” tegas Rupang.

Tak hanya berdampak pada permukiman dan usaha masyarakat, Rupang menilai, tambang ilegal di Muang Dalam turut menjadi salah satu penyumbang banjir di ibu kota Kaltim. Sebab, telah merusak wilayah yang seharusnya menjadi kawasan tangkapan air atau catchment area.

“Itu menjadi penyebab banjir di Samarinda. Lokasinya berada di hulu waduk Benanga,” imbuhnya. Sedimentasi yang terjadi di Waduk Benanga pun, lanjut dia, bersumber dari kegiatan aktivitas tambang ilegal di kawasan Muang Dalam. Saat ini waduk Benanga selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perhitungan terakhir pada 2020 lalu sedimentasi terjadi 0,92 milimeter per tahun, yang termasuk kategori sedimentasi tinggi. Ada pula desain awal waduk dapat menampung 1,4 juta meter kubik.

Aktivis lingkungan itu juga menilai, jika pertambangan ilegal tersebut dibiarkan, akan berdampak terhadap Bandara Sultan Aji Tumenggung (APT) Pranoto. Di mana hanya berjarak sekitar 3 kilometer. “Itu tentu juga mengancam keberadaan bandara yang telah diproyeksikan jauh hari tapi justru malah terjadi pembiaran,” ucapnya.

Dari sengkarut masalah yang ditimbulkan, Rupang menanti ketajaman aparat kepolisian. Sebab, warga telah bergerak dan membuat laporan beserta bukti keberadaan tambang ilegal. “Kami beserta warga ingin tambang itu ditutup,” kuncinya. (*/dad/dra/k16)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 09:52

Geber Proyek MYC Tahun Depan, Siapkan Anggaran Rp 95 Miliar untuk Proyek Fisik dan Pembebasan Lahan

Pemkot sudah menentukan arah pembangunan, khususnya yang menggunakan skema pembiayaan…

Jumat, 03 Desember 2021 09:51

Kolaborasi TNI dan Jurnalis Suguhkan Hasil Terbaik untuk Masyarakat

Semilir angin di RM Palopo, Jalan MT Haryono, Sungai Kunjang,…

Jumat, 03 Desember 2021 09:49
Beri Batas Waktu Pembongkaran hingga 14 Desember

Pastikan Persoalan Lahan Sungai Mati Klir

SAMARINDA–Satu langkah lagi proyek normalisasi sungai mati di Jalan PM…

Kamis, 02 Desember 2021 09:59

Sikap Aliansi Akademisi. Tolak Pemberlakuan UU Cipta Kerja dan Seluruh Aturan Turunannya..!!

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang mengabulkan uji formil…

Kamis, 02 Desember 2021 09:43

Sengketa Golkar vs Wali Kota Samarinda Berlanjut ke Persidangan

MEDIASI antara DPD Golkar Kaltim dan Wali Kota Samarinda Andi…

Kamis, 02 Desember 2021 09:40

Berniat Merapikan Gigi Malah “Digauli”

SAMARINDA–Tak pernah tebersit dalam benaknya bakal jadi korban kebiadaban seorang…

Kamis, 02 Desember 2021 09:39

Uji Kompetensi PTT Disabilitas Rampung

SAMARINDA–Tahap uji kompetensi bagi pegawai tidak tetap (PTT) bidang administrasi…

Kamis, 02 Desember 2021 09:36

APBD 2022 Samarinda Rp 2,6 Triliun, Belanja Infrastruktur Fokus Tangani Banjir

Pemkot Samarinda bersama DPRD Samarinda menyepakati besar Anggaran Pendapatan dan…

Rabu, 01 Desember 2021 12:33

Jabat Ketua MKGR Kaltim, Hamas: Saya merasa Bangga Telah Dipercaya, Pastinya Kita akan Menangkan Pak Airlangga

SAMARINDA - Ketua Umum DPP MKGR, Adies Kadir melantik Hasanuddin…

Rabu, 01 Desember 2021 10:53

Sampaikan Nilai Ganti Rugi Warga Sungai Mati, Dua Orang Tak Terima Hasil Penilaian

SAMARINDA–Sebanyak 22 warga RT 38, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers