MANAGED BY:
SELASA
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 Oktober 2021 13:28
Sulitnya Pelabuhan Feri Terbebas dari Praktik Cashback, Sepi di Kariangau, Kini Masif di Penajam
MENGURAI BENANG KUSUT: Aktivitas kendaraan yang keluar-masuk feri di Pelabuhan Feri Penajam, PPU, Kamis (14/10). Terlihat sejumlah truk parkir di kawasan pelabuhan. Semestinya truk-truk ini dilarang berlama-lama parkir di halaman kantor ASDP Indonesia Ferry itu untuk menghindari pengondisian muatan.

Pengondisian muatan di pelabuhan feri belum sepenuhnya hilang. Nyatanya masih dilakukan secara terang-terangan. Sopir truk masih mendapat iming-iming cashback.

 

MALAM baru saja larut, ketika sejumlah penduduk tengah beristirahat menuju peraduan, Jumat (8/10). Namun, lain halnya Rudi, bukan nama sebenarnya. Malam itu, sekitar pukul 00.30 Wita, dia menuju Desa Krayan Bahagia, Long Ikis, Paser. Di sana dia hendak memuat barang yang akan dikirim ke Balikpapan.

Hampir saban hari, Rudi mengangkut barang ke Balikpapan. Adapun barang itu bisa berasal dari Penajam Paser Utara (PPU) maupun Paser. Segala barang dia angkut. Rudi adalah sopir ekspedisi mengangkut berbagai macam logistik. Mulai barang-barang keperluan rumah tangga, sayur-mayur, bahan bangunan, hingga batu gunung.

Rudi sengaja memuat malam hari untuk mengejar feri pada pagi di Pelabuhan Penajam. Dengan begitu, sesampainya di Balikpapan masih siang. Dia pun bisa kembali memuat barang menuju PPU atau Paser. “Jadi bisa dua kali ngangkut barang. Lumayan bolak-balik dapat angkutan,” kata pria yang rumahnya di Balikpapan itu.

Lantaran bermukim di Kota Minyak, Rudi hampir setiap hari menghabiskan malam tidur di kabin truknya setelah memuat barang. Jumat subuh itu, dia menuju Pelabuhan Feri Penajam. Tiba pukul 05.10 Wita, Rudi langsung memarkirkan truknya di halaman Kantor ASDP Indonesia Ferry di Penajam.

Selang kemudian ada petugas yang datang menghampirinya. Petugas itu memberi tahu jadwal keberangkatan feri. “Jam 7 pagi saya berangkat,” kata Rudi kepada Kaltim Post. Sejatinya sesuai ketentuan, Rudi dilarang berlama-lama parkir di halaman pelabuhan tersebut. Sebab, mestinya mengikuti jadwal keberangkatan feri yang berlayar tiap 30 menit.

Setelah mendapatkan jam keberangkatan feri, Rudi menuju loket pembelian tiket. Truknya masuk golongan V yang dikenai tarif  Rp 391 ribu. Namun, dia hanya membayar Rp 310 ribu. “Saya dapat cashback Rp 81 ribu. Lumayan buat uang-uang rokok,” katanya.

Dia pun kembali menuju truk. Sambil memainkan smartphone-nya, Rudi menghabiskan waktu menunggu jadwal feri yang hendak dia tumpangi. Sesekali dia menerima panggilan telepon dari keluarga hingga temannya.

Rudi sudah lama menjadi sopir. Hampir 10 tahun menghabiskan waktunya di jalan mencari nafkah. Dari sopir travel, sopir ekspedisi lintas provinsi hingga sekarang sebagai sopir pengangkut barang. “Istri melarang saya kerja jauh-jauh. Jadi saya memilih kerja ini (sopir barang). Paling jauh ke Paser. Dulu pas travel bisa sampai Pontianak,” bebernya.

Bapak tiga anak itu sudah hampir dua tahun ini menjadi sopir barang Penajam-Balikpapan. Kantornya berlokasi di Kota Minyak. “Saya hanya sopir. Ada bos saya di Balikpapan,” katanya.

Dia mengaku setiap ke Balikpapan lewat Pelabuhan Feri Penajam selalu mendapatkan cashback. Menurutnya, petugas di pelabuhan sudah paham mana truk atau sopir yang memang biasa mendapatkan cashback.

Sejatinya ASDP selaku regulator telah menerapkan pembayaran nontunai di Pelabuhan Penajam. Itu ditandai dengan flyer yang terpasang di setiap feri milik BUMN tersebut. Tapi faktanya, pembayaran tunai masih berlangsung. Ditengarai itu yang jadi penyebab sulitnya menghapuskan sistem cashback di pelabuhan.

Rudi mengaku hanya saat menggunakan feri milik ASDP, dia bisa mendapatkan cashback. Sedangkan yang lain, sepengetahuan dia tak dapat. Itu pula yang menjadi alasan dia rela menunggu jadwal keberangkatan feri. Demi mendapatkan tambahan uang saku. “Kalau ketinggalan kapal, terus ikut feri yang lain. Saya bisa enggak dapat cashback atau menunggu jadwal lagi. Itu lama. Bisa berjam-jam,” katanya.

Dari pantauan Kaltim Post pagi itu, Rudi tak sendiri. Banyak truk yang parkir di halaman kantor ASDP tersebut. Bahkan hampir memenuhi luas halaman. Jam menunjukkan pukul 07.00 Wita, feri yang mengangkut truk yang dikendarai Rudi akhirnya tiba. Dia pun dipersilakan oleh petugas masuk ke kapal. Feri yang ditumpanginya bernama KMP Dingkis, milik ASDP.

Sekitar pukul 07.30 Wita, KMP Dingkis yang ditumpangi Rudi bersama media ini berlayar menuju Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan. Dari pantauan Kaltim Post, truk cukup memadati feri. Setibanya di Kariangau, Rudi melanjutkan perjalanan ke Kilometer 38, Samboja, Kutai Kartanegara untuk membongkar barang.

CASHBACK DILARANG

Di sisi lain, pada 26 Februari 2020 lalu, semua operator yang beroperasi di lintas Kariangau-Penajam menggelar pertemuan di salah satu kafe di Balikpapan Baru. Dalam pertemuan itu mereka menyepakati sejumlah komitmen bersama.

Di antara poin kesepakatan itu adalah operator tidak memberikan cashback kepada sopir atau pengemudi angkutan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat yang ditandatangani operator dan pengelola Pelabuhan Feri Kariangau. Perwakilan dari enam operator feri yang menjabat kala itu sepakat bertanda tangan di atas surat komitmen bersama tersebut.

Mereka antara lain, GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Balikpapan Ardhi Ekapaty, Manager PT Dharma Lautan Utama Jamirin, Manager Armada PT Sadena Mitra Bahari Anindito Eka Pradana, Manager PT Jembatan Nusantara Heru Cahya SB, Manager PT Pasca Dana Sundar Syamwardi Nasution, dan Manager PT Bahtera Samudra Dody Haersah.

Komitmen itu diketahui Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Balikpapan Dody Haersah, Ketua DPC INFA Kaltim yang saat itu dijabat Heru Cahya Suprabowo, dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim dan Kaltara yang kala itu dijabat Muhammad Husein Saimima.

Lebih jelas, komitmen itu berisi melaksanakan pemuatan kapal seperti apa adanya. Dalam hal ini, tidak memberikan uang atau imbalan dalam bentuk lainnya kepada sopir atau pengemudi. Selain itu, menjalankan waktu pemuatan sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan selalu patuh terhadap peraturan yang telah disepakati bersama. Bila melanggar, akan diberikan sanksi. Seperti tidak dibolehkan beroperasi sebanyak 16–96 trip.

Jika masih mengulangi pelanggaran yang sama, disepakati untuk mengusulkan kepada BPTD Kaltim dan Kaltara sebagai penanggung jawab atau regulator Pelabuhan Feri Kariangau dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai penanggung jawab atau regulator Pelabuhan Penajam. Agar mengusulkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, untuk mencabut izin operasi kapal milik perusahaan yang melanggar.

 

Polemik pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau beberapa waktu lalu membuat sejumlah pihak terkait menggelar pertemuan di Kantor BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kamis (22/7).

Di mana dalam rapat yang berjalan selama 2,5 jam itu, BPTD Kaltim-Kaltara menegaskan tidak menyetujui cashback di pelabuhan feri. “Di lingkungan pelabuhan penyeberangan tidak ada praktik cashback. Saya sudah memerintahkan Korsatpel (Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Feri Kariangau), dan sudah tidak ada. Artinya praktik transaksi ini adanya di jalan provinsi,” tegas Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Avi Mukti Amin.

Maka, pihaknya berkoordinasi dengan Dishub Kaltim untuk melakukan pengawasan. Terhadap praktik cashback yang diindikasikan dilakukan operator dan sopir di jalan provinsi itu.

Selain itu, mengenai sanksi yang akan diberikan kepada operator pelayaran yang masih melaksanakan praktik cashback, sepenuhnya diserahkan ke Dishub Kaltim. Untuk merumuskan hal tersebut, nantinya dibahas bersama BPTD dan pihak kepolisian.

“Pasti ada sanksi. Karena Pergub 45/2017 (tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Kariangau-Penajam untuk Penumpang Kelas Ekonomi, Kendaraan, dan Alat-Alat Berat/Besar) belum mengatur sanksi. Dan kami menunggu dari Dishub Kaltim, selanjutnya seperti apa,” tutup Avi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin menegaskan hal yang sama. Tidak menyetujui adanya praktik cashback bagi pengguna jasa pelayaran di Pelabuhan Feri Kariangau. Jika ada praktik cashback, membuat para operator pelayaran bersaing. Dan akan bermain pada besaran angka cashback untuk ditawarkan kepada calon penumpang.

“Yang memberikan cashback lebih rendah, akan kalah dengan cashback yang lebih tinggi. Apalagi di pergub (45/2017), tidak mengenal adanya istilah cashback. Artinya yang dibayarkan penumpang, sesuai tarif yang ada,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Arih Frananta Filifus Sembiring juga telah memastikan bahwa praktik cashback di pelabuhan feri dilarang. Sebelumnya dia juga sudah berkali-kali menyampaikan setiap ada pertemuan, baik itu kepada stakeholder maupun operator feri agar jangan memberikan cashback kepada sopir. Namun rupanya, apa yang ia sampaikan berbeda dengan fakta di lapangan.

Pria yang sebelumnya menjabat staf ahli Bidang Politik Hukum dan Keamanan Sekprov Kaltim itu menegaskan yang terpenting adalah aksi pengaturan muatan yang tidak sesuai dengan aturan harus ditindak. Apalagi ditengarai menggunakan jasa preman dan pemberian cashback kepada para sopir yang mau diatur oleh perusahaan pelayaran, harus dihentikan.

“Keterlibatan para petugas, preman, bahkan perusahaan kapal (terkait cashback) harus dimintai keterangan. Dan harus dilakukan penindakan. Karena melakukan pengaturan-pengaturan yang di luar ketentuan,” tegas Sembiring.

Larangan pemberian cashback dari BPTD Kaltim-Kaltara dan Dishub Kaltim itu direspons operator feri. Antrean truk yang kerap parkir di luar Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan sudah tak terlihat. Pengondisian muatan atau pemberian cashback di pelabuhan tersebut belakangan sudah tidak ada. Justru, kini pemberian cashback masih marak di Pelabuhan Feri Penajam.

Kamis (14/10), lalu Kaltim Post kembali menyambangi Pelabuhan Feri Penajam. Sekitar pukul 15.40 Wita, terlihat jejeran truk menunggu di halaman parkir Kantor ASDP Ferry Indonesia. Bahkan hingga pukul 16.50 Wita, truk-truk itu masih parkir di sana. Sejatinya kendaraan itu dilarang parkir berlama-lama di halaman parkir itu untuk menghindari pengondisian muatan untuk feri milik salah satu operator. (rom/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…

Minggu, 28 November 2021 11:04
Di Balik Hilangnya Surat Panggilan Sidang yang Menguntungkan Perusahaan Tambang

Diduga Ada Pelaku Lain, Usut Oknum Penyuap di Dinas ESDM Kaltim

SAMARINDA–Diduga karena persekongkolan, izin usaha pertambangan (IUP) yang sebagian tak…

Kamis, 25 November 2021 23:37

Ada Mafia Tambang di ESDM Kaltim, Gelapkan Surat Persidangan, Tiga Pegawai Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA–Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim digugat perdata…

Kamis, 25 November 2021 23:20

BPKP Mulai Audit Kasus Pengondisian Muatan Feri

PRAKTIK pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan hingga kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers