MANAGED BY:
SELASA
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 Oktober 2021 13:28
Klaim Beri Contoh, ASDP Menolak Cashback

KANTOR ASDP Indonesia Ferry Balikpapan di Jalan Syarifuddin Yoes sepi ketika mega terlihat di ujung barat, Senin (11/10). Tanda sore segera pergi berganti senja. Media ini sore itu mencoba memperoleh konfirmasi dari General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan Cuk Prayitno. Ditemui di kantornya yang berdiri di kawasan B-Point itu, Prayitno tengah rapat bersama staf. Dia pun mengusulkan pertemuan pada keesokannya.

Saat kembali mendatangi kantornya, Prayitno bisa ditemui di ruangannya sekitar pukul 13.15 Wita. Dia terlihat santai ditemani Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Balikpapan Rahim. Obrolan ringan pun mengalir. Namun, perbincangan mulai serius saat membahas terkait cashback di feri.

Dia memastikan, ASDP Balikpapan tidak lagi memberikan cashback ke sopir truk, baik di Pelabuhan Feri Kariangau maupun Pelabuhan Feri Penajam. Menurutnya, kini mencari tumpangan sudah sulit, sehingga dengan memberikan cashback dianggap beban bagi perusahaan. “Kami tidak mendapat mandat atau instruksi dari direksi untuk memberikan cashback ke sopir. Itu tidak diizinkan,” tegasnya.

Dia sudah hampir tiga bulan memimpin ASDP Balikpapan sejak Agustus lalu. Dia menggantikan Ardy Ekapaty yang kini bertugas ke Kupang. “Kalau dulu ada cashback, biar itu jadi kisah pimpinan masa lalu. Kalau saya sekarang tidak,” ucapnya.

Menurutnya, bila ada cashback di Pelabuhan Feri Penajam itu hanya dilakukan oleh oknum. Secara korporasi, ASDP tidak memberikan cashback. Dirinya pun mempersilakan semua pihak, termasuk media melaporkan kepada dirinya bila mendapatkan anggotanya atau operator lain memberikan cashback ke sopir.

Prayitno mengaku berkomitmen penuh mengikuti kesepakatan antar-operator dan regulator untuk tidak memberikan cashback.

Diketahui pada Kamis (22/7) lalu dilakukan pertemuan dengan regulator, operator, kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, dan sejumlah pihak terkait di Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Dalam pertemuan itu, BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara dan Dishub Kaltim bersepakat. Keduanya melarang praktik cashback diberikan ke pengguna layanan transportasi laut tersebut.

Atas dasar itu pula, Prayitno tidak akan membenarkan cashback di pelabuhan feri. “Pokoknya tidak boleh ada cashback di pelabuhan saya (Pelabuhan Feri Penajam yang dimiliki ASDP). Kalau ada operator yang memberikan cashback di pelabuhan saya, saya enggak terima itu, karena saya menolak cashback,” ungkapnya.

Menurutnya, bila sistem cashback diterapkan, sejatinya ASDP yang paling siap ketimbang operator lain. Namun, bagi dia, sebagai perusahaan BUMN, ASDP tidak ingin mematikan operator lain.

“Kami harus memberikan contoh yang bagus. Begitu juga pengguna jasa jangan tergiur dengan cashback. Ingat, memberikan cashback yang rugi adalah operator. Dan mematikan operator lain yang tak kuat. Mari maju bersama. Semua operator harus solid bersatu. Sedangkan pemerintah memiliki fungsi untuk jadi penengah,” paparnya.

Prayitno juga membenarkan bahwa truk dilarang berlama-lama parkir di halaman kantor ASDP di Penajam. Truk harus masuk feri mengikuti jam operasional kapal. “Begitu masuk loket, truk harus masuk feri. Begitu seterusnya,” terang.

Namun, terkadang ada saja sopir truk yang bandel. Dia sengaja parkir di halaman karena menunggu teman atau beragam alasan, sehingga terkadang pihaknya juga tidak bisa terus-menerus mengawasi.

Dia juga selalu monitor aktivitas di Pelabuhan Feri Penajam lewat layar CCTV di ruangannya. Pemandangan dari layar televisi berukuran 42 inci itu juga beberapa kali diperlihatkan ke Kaltim Post sesaat setelah tiba di ruangannya. “Coba lihat layar CCTV ini. Sepi sekali di (Pelabuhan Feri) Penajam. Hampir tidak ada kendaraan. Karena memang jumlah kendaraan menurun,” ungkapnya.

Namun, sayang, hingga akhir-akhir perbincangan media ini dengan Prayitno pada pukul 15.35 Wita, gambar di monitor yang merekam tangkapan CCTV itu tidak berubah atau bergerak. Hanya seperti foto. “Iya, ya. Mungkin kameranya eror. Itu air laut ‘kan mestinya bergoyang. Tapi kok diam,” aku Prayitno.

Di sisi lain, selama pandemi, produksi kendaraan ASDP mengalami penurunan sekitar 60 persen dari 2019 sebelum pandemi. Prayitno juga tak tahu kapan bisnis feri bisa kembali pulih. Terlebih setelah Kaltim ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN) baru, pemerintah terus membenahi jalan menuju Sepaku, PPU.

Sebab itu yang membuat kendaraan dari Balikpapan atau Samarinda yang hendak menuju Paser atau Kalsel beralih ke jalan poros Sepaku. “Menurut saya lintas Kariangau-Penajam sudah kurang menarik. Kami mencari lintasan (rute) lain yang ekonomis di daerah lain,” bebernya.

Salah satu yang disasar ASDP adalah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Di sana, BUMN itu mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk mengoperasikan feri. “Mamuju mulai mengembangkan pariwisata dan melibatkan kami. Mungkin tahun depan kami bisa mengirim dua feri ke Mamuju dari empat feri yang kami operasikan di Balikpapan,” jelasnya. “Kami tak ingin jadi Suramadu kedua,” sambungnya.

Diketahui, dulu sebelum Jembatan Suramadu di Surabaya beroperasi, Pelabuhan Feri Ujung ramai hilir dan mudik feri. Kapal-kapal itu menuju Kemal, Madura. Namun setelah jembatan beroperasi dan mulai digratiskan, pelabuhan yang berlokasi di utaranya Surabaya itu sepi. (rom/k16)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…

Minggu, 28 November 2021 11:04
Di Balik Hilangnya Surat Panggilan Sidang yang Menguntungkan Perusahaan Tambang

Diduga Ada Pelaku Lain, Usut Oknum Penyuap di Dinas ESDM Kaltim

SAMARINDA–Diduga karena persekongkolan, izin usaha pertambangan (IUP) yang sebagian tak…

Kamis, 25 November 2021 23:37

Ada Mafia Tambang di ESDM Kaltim, Gelapkan Surat Persidangan, Tiga Pegawai Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA–Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim digugat perdata…

Kamis, 25 November 2021 23:20

BPKP Mulai Audit Kasus Pengondisian Muatan Feri

PRAKTIK pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan hingga kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers