MANAGED BY:
SELASA
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:13
Berucap Santun kepada yang Tua

Bambang Iswanto

Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

 

 

SI kakek terlihat bungkam seribu bahasa, setelah dihardik seorang youtuber terkemuka negeri ini berinisial BW. Raut muka sedih sangat kentara di wajah tua berambut penuh uban itu. Pertemuan dengan si pesohor yang usianya jauh lebih muda, ternyata berujung umpatan dan hinaan.

Wajah memelas itu tambah muram ketika si youtuber memberikan uang kepada orang lain untuk “memberi pelajaran” kepada si kakek. Tampak para pengemudi ojol dan pemilik warung yang berada di sekitar kejadian diberi uang seratus ribuan sambil diiringi ucapan, “kerja gini dong dapat uang, jangan ngejar-ngejar dan ngemis-ngemis, malu-maluin saja!”

Setelah video marah-marah itu beredar, youtuber yang memiliki hampir 20 juta subscriber itu mendapat banyak tanggapan, baik yang mengkritik maupun yang mendukung. Yang bereaksi tidak mendukung jauh lebih banyak dibanding dengan yang mendukung perbuatannya yang sudah tersebar luas.

Bagi pendukung BW, perlakuan yang terjadi dianggap wajar karena sudah membuat kesal BW dan dianggap memberikan pelajaran untuk orang yang malas. Orang malas harus diberi efek jera atas kelakuannya supaya tidak melakukannya lagi.

Sedangkan alasan yang mengkritik atau merespons negatif, sikap arogan dan tidak sopan yang ditunjukkan kepada orang yang jauh lebih tua. Tidak selayaknya orang tersebut mendapat makian atau cacian yang membuatnya dipermalukan di hadapan orang banyak yang ada di sekitar. Apalagi kejadiannya divideokan dan di-upload di media sosial. Sehingga disaksikan oleh jutaan masyarakat luas.

PELAJARAN DARI KAKEK

Masalah itu sebenarnya dianggap sudah selesai karena BW meminta maaf kepada si kakek, dan kakek pun memaafkan. Namun ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kejadian itu agar tidak diulangi oleh yang lain.

Pertama, jangan cepat suuzan (berburuk sangka) kepada orang lain, sebelum mengetahui maksud dan tujuannya. Dalam kasus itu, bapak tua dalam keterangannya ingin menawarkan BW buku-buku kerohanian Islam.

Barangkali mau dibeli oleh BW, karena si kakek kakinya sedang sakit dan perlu uang untuk berobat dari hasil penjualan buku-buku yang dijajakan. Menawarkan dagangan dengan mengemis dua hal yang sangat jauh maknanya. Si kakek, sejak pensiun beralih profesi menjadi penjaja buku bukan sebagai pengemis yang meminta-minta.

Dalam Al-Qur’an sudah ditegaskan bahwa berburuk sangka merupakan perbuatan dosa dan dilarang. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.” (QS Al-Hujurat: 12).

Apalagi ketika kecurigaan tidak terbukti, menimbulkan sakit hati dan merasa terzalimi bagi yang diburuksangkai.

Kedua, selalu mengucapkan kata-kata yang baik kepada orang lain, terlebih kepada orang yang lebih tua. Norma masyarakat dan tradisi Indonesia memosisikan orang yang lebih tua sebagai orang yang harus dihormati.

Ungkapan penghormatan diwujudkan dalam bentuk sikap dan tutur kata. Orang yang lebih tua apalagi seusia orang tua, sering diposisikan seperti orang tua sendiri. Tidak heran sejak kecil anak-anak diajarkan mencium tangan orang tua lainnya selain mencium tangan orang tua ketika bersalaman dengan istilah salim. Sudah akrab di telinga anak-anak ucapan, “ayo salim dengan teman Bapak atau Ibu.” Maksudnya disuruh mencium tangan orang tua yang sebaya.

Anak juga diajarkan mengucapkan kata-kata yang halus ketika menjawab pertanyaan atau bercakap dengan orang yang lebih tua. Dalam tradisi Banjar misalnya, tidak pantas seorang anak berkata aku kepada orang tua atau yang dianggap tua.

Kata aku diganti dengan ulun. Di Jawa juga sama, kata ganti saya diganti dengan diksi “kulo” atau “dalem”. Demikian pula kata jawab iya diganti dengan nggih, njih, dan kata halus lainnya yang menunjukkan penghormatan kepada yang lebih tua. Setiap daerah memiliki bahasanya sendiri-sendiri untuk menunjukkan sikap hormat dalam bertutur kepada orang yang lebih tua.

Dalam Islam, kata yang baik disebut kalimatun thayyibah. Ketika diterapkan dalam komunikasi ada beberapa konsep yang terjabar dari kalimatun thayyibah tersebut yaitu (1) qaulan ma’rufan: perkataan yang menghibur hati; (2) qaulan sadiidan: perkataan yang benar dan tepat sasaran, (3) qaulan baliighan: perkataan yang jelas dan efektif, tidak bertele-tele sehingga maksud dan tujuan diucapkan sampai, (4) qaulan kariiman: perkataan yang indah dan mulia, (5) qaulan maysuran: perkataan yang lembut, dan (6) qaulan layyinan: perkataan yang ramah dan penuh kedamaian. Keenam konsep berbicara ini semuanya bersumber dari Al-Qur’an.

Konsep itu diimplementasikan ketika berkomunikasi kepada siapa pun, baik yang muda terlebih kepada orang yang lebih tua. Keenamnya dicontohkan oleh Rasulullah dalam tuturan-tuturan beliau kepada siapa pun.

Pelajaran ketiga dari kejadian BW dan kakek adalah berani mengambil risiko dari perbuatan dan kebiasaan yang dilakukan. BW dikenal dengan konten YouTube-nya yang sering berbagi, dan itulah yang menjadi branding YouTube-nya.

Karena sudah tercitrakan sebagai orang yang suka berbagi, jangan pernah menyalahkan orang yang datang untuk meminta bantuan, apalagi memarahinya, karena secara otomatis citra sebagai pembagi sudah tertanam dalam pandangan banyak orang.

Menjadi aneh, membuat konten terkesan sulit mencari orang yang bisa dijadikan tempat menolong atau berbagi. Namun ketika ada orang yang datang memerlukan ditolak atau dimarahi. Dalam logika sederhana, harusnya berterima kasih karena tidak perlu repot mencari-cari lagi. (rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…

Rabu, 24 November 2021 09:09

Idealnya Nama IKN Mencerminkan Kaltim

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan     PEMINDAHAN ibu…

Selasa, 23 November 2021 13:53

Resistensi Antibiotik, Ancaman Bersama Mari Bijak Gunakan Obat

Oleh : Eka Siswanto Syamsul Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia…

Jumat, 19 November 2021 15:45

Memperbaiki Rantai Distribusi Minyak Goreng Kaltim

Siswandi Fungsional Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers