MANAGED BY:
SELASA
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:00
Pungli PSTL Lurah, Tarif Pungli Berdasarkan Lokasi, Disesuaikan Klasifikasi Tanah
Dua tersangka pungli PSTL.

Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) bersama rekannya Rusli AS telah berstatus tersangka kasus pungutan luar. Polisi hingga kini masih mengusut kasus pungli keduanya. Pungli ditetapkan berdasarkan klasifikasi tanah dalam program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) di Kelurahan Sungai Kapih.

 

SAMARINDA–Untuk pengajuan awal formulir PTSL, biaya yang dipatok Rp 100 ribu dan Rp 1,5 juta sebagai biaya pengurusan. Diusut lebih jauh, indikasi adanya pungutan lain semakin terendus. Pungutan lain yang dilakukan berdasarkan letak strategis tanah yang dibagi dalam dua kelas.

Indikasi adanya pungutan berdasarkan kelas tanah itu mencuat dari para saksi yang terdiri dari 26 ketua RT setempat, dan 15 warga yang menjadi korban. Termasuk dari tersangka Rusli. Dalam keterangan yang dikumpulkan para saksi, Rusli kembali meminta pungutan berdasarkan klasifikasi tanah. "Tapi memang ada indikasi klasifikasi lokasi. Jadi ada perbedaan biaya. Tidak semua biaya disamakan," terang Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Abdillah Dalimunthe.

Dalam penentuan kategorinya, tanah yang berlokasi strategis di Jalan Sejati dan Jalan Pendekat Mahkota masuk kategori satu. Dipatok harga Rp 2,5 juta. Sedangkan bagi tanah yang berada di Jalan Tatako, Jalan Kehewanan dan Rapak Mahang, dikenakan biaya Rp 1,5 juta. Tarif itu ditentukan Rusli yang bertugas sebagai koordinator program PTSL. Pria yang mengaku sebagai orang BPN. "Berdasarkan klasifikasi tanah itu juga inisiatif Rusli, tapi diketahui lurah. Mungkin Rusli memang mau dilebihkan sendiri," ungkapnya. "Sementara dari keterangan warga yang mempunyai luasan tanah lebih dari satu kaveling akan dimintai biaya lebih. Sistemnya akumulasi, tapi warga juga masih banyak yang baru bayar setengahnya," terang dia.

Tak hanya mencari tahu kebenaran adanya pungutan berdasarkan klasifikasi tanah, aliran dana dari kasus pungli yang dilakukan Edi dan Rusli juga ditelusuri. Hal itu untuk mencari tahu ada tidaknya tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sebab, sebelumnya kedua tersangka sempat memungut biaya pengajuan formulir dengan total pendapatan Rp 170 juta. Bisa jadi dana tersebut tak hanya digunakan sebagai modal program PTSL, melainkan untuk membeli sejumlah barang.

"Untuk aliran dana dari biaya formulir yang berjumlah Rp 170 juta sejauh ini belum mengarah ke TPPU, tapi masih didalami. Pengakuan para tersangka dana itu digunakan untuk modal kontrak rumah dan operasional lain. Namun, jika terbukti ada TPPU, semua barang yang dibeli akan disita," tegasnya. "Untuk pembagian hasil dari pungli belum ada, itu menurut pengakuan tersangka. Tapi Rusli sempat transfer ke Edi tiga kali, dari percakapan mereka sih itu pinjam dana, tapi sumbernya dari uang pungli, bahasa seperti itu memang sering digunakan. Kalau lainnya belum dibagi, mungkin tunggu warga semua bayar," sebutnya.

"Saat ini sedang didalami yang klasifikasi, walaupun yang Rp 1,5 juta sudah bisa dijerat. Sementara dari keterangan warga yang mempunyai luasan tanah lebih dari satu kaveling akan dimintai biaya lebih juga, masih didalami," tukasnya. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Senin, 29 November 2021 21:39

Koperasi Binaan Pama Baya Sukses Gelar Gathering Tabungan Koin

TENGGARONG- Sebagai bentuk kekompakan seluruh anggota Koperasi yang tergabung kedalam…

Senin, 29 November 2021 20:47

Baristand Industri Samarinda Gelar BISa Priority Gathering 

SAMARINDA- Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Samarinda menggelar temu…

Senin, 29 November 2021 15:59

Ini Pengakuan Sarjana yang Menganggur Bagaimana Cara Membuat Uang Palsu

SAMARINDA - Tersangka MT 31 tahun yang lulusan sarjana komputer…

Senin, 29 November 2021 14:16

Membuat dan Edarkan Uang Palsu, Lulusan Sarjana tapi Pengangguran Ini Diringkus Polisi 

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Kota meringkus pria 31 tahun…

Senin, 29 November 2021 13:29

BPJS Ketenagakerjaan Laksanakan Vaksinasi Tahap Kedua

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) berkomitmen penuh mendukung percepatan cakupan program pemerintah…

Senin, 29 November 2021 12:28

DPW Gelora Kaltim Tanam 350 Pohon di DAS Muang Ilir

SAMARINDA- Melaksanakan intruksi Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia…

Senin, 29 November 2021 08:54

Pria Terjun ke Sungai Mahakam Kendarai Motor Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

SAMARINDA - Tim SAR Gabungan menemukan jasad pria yang Terjun…

Minggu, 28 November 2021 21:51

Majelis Wilayah KAHMI Kaltim Dilantik, Wagub: Pendiri HMI Sangat Ikhlas

Pelantikan pengurus dan presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan…

Minggu, 28 November 2021 20:59

Para Senator dan Legislator Kaltim Urunan Bantu Biaya Rumah Sakit Warga Samarinda di Jakarta

Berawal dari informasi yang diperoleh DR. H. Mahyudin, S.T.,M.M, Wakil…

Minggu, 28 November 2021 13:40

Laila Fatihah Sorot Potensi PAD di Sektor Pertambangan

Pemerintah Kota Samarinda bersama lembaga DPRD telah mengesahkan sebanyak 7 Rancangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers