MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 13 Oktober 2021 13:07
Kasus Pungli Lurah Sungai Kapih, Usut Dugaan Keterlibatan Oknum dan Pungutan Lain
Dua tersangka yang diamankan polisi dalam kasus pungli PSTL.

SAMARINDA–Hukuman 20 tahun kurungan badan kini mengancam Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah dan rekannya, Rusli AS. Keduanya terbukti melakukan pungutan liar (pungli) program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL).

Dalam praktiknya, dua rekanan itu mematok tarif Rp 1,5 juta untuk satu kaveling tanah yang diajukan para pemohon dalam program PTSL. Bahkan, pada awal November 2020, para pemohon yang mengajukan diri juga dipungut Rp 100 ribu. Saat itu diperkirakan ada 1.500 pemohon.

Pungutan yang dilakukan keduanya bahkan diduga lebih dari itu. Menurut sumber Kaltim Post yang namanya enggan dikorankan, Rusli juga meminta uang pengurusan dokumen PTSL berdasarkan kelas tanah. Permintaan itu dilakukan setelah dokumen pemohon dikumpulkan.

"Surat asli (PPAT) dikumpulkan di aula kelurahan, setelah itu disuruh baca persyaratan, salah satunya bayar Rp 1,5 juta. Itu tanda tangan bermeterai. Setelah itu diberikan pengertian kembali oleh Rusli soal kelas tanah, dan disuruh bayar berdasarkan kelas tanah,” ucap pria yang juga merupakan korban pungli PTSL tersebut.

Dalam pembagian kelas tanah, Rusli mengaturnya dalam dua kategori. Bagi tanah yang berlokasi strategis di Jalan Sejati dan Jalan Pendekat Mahkota, masuk kategori satu. Dipatok harga Rp 2,5 juta. Sedangkan bagi tanah yang berada di Jalan Tatako, Jalan Kehewanan dan Rapak Mahang, dikenakan biaya Rp 1,5 juta. Jika ditotal dari pungutan yang dilakukan keduanya berkisar Rp 3,1–4,1 juta dari setiap berkas PTSL per kaveling, atau seluas 200 meter persegi.

“Tanah saya dibilang masuk kelas dua, jadi disuruh tambah biaya Rp 1,5 juta. Jadi totalnya saya diminta bayar Rp 3 juta," terangnya.

Terkait adanya dugaan pungutan lain, Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, pihaknya masih mendalami kebenaran informasi tersebut. Sebab, dari hasil penyidikan yang dilakukan hingga press rilis digelar pada Senin (11/10) lalu, pihaknya baru mendapati jika kedua pelaku hanya melakukan dua kali pungutan. “Kalau untuk penentuan kelas masih didalami,” jelas polisi berpangkat melati dua tersebut. Bukan hanya mendalami terkait adanya pungutan lain saja. Perwira yang juga menjabat sebagai Ketua Saber Pungli Samarinda itu menjelaskan, jika adanya keterlibatan oknum lain pun masih ditelusuri.

“Dalam proses penyidikan masih dua tersangka. Kami terus lakukan pengembangan untuk menyelidiki apakah ada keterlibatan oknum lain. Sebab, saat diringkus, dia (Rusli) kerja sendiri,” terangnya.

Terkait proses penyidikan yang masih terus dikembangkan, dipastikan tak akan mengganggu proses PTSL. Sebab, seluruh barang bukti yang diamankan hanyalah yang berkaitan dengan kasus pungli yang dilakukan. Sedangkan, dokumen penting dalam pengurusan PTSL yang akan diverifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak ikut diamankan dan proses administrasi masih terus berjalan. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:35

Komisi II DPRD Samarinda Dukung Langkah Pemkot Kurangi Kebocoran PAD

Terobosan baru yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait sistem…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:32

Afif Minta Antrean di SPBU Segera Ditindaklanjuti

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:27

Markaca Ajak Warga Ramaikan Gerakan Sadar Lingkungan

Reses masa sidang ke III tahun 2021 DPRD Samarinda dimanfaatkan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:24

Komisi III Mau Bikin Pansus Penanganan Banjir

Komisi III DPRD Kota Samarinda merencanakan akan membentuk Panitia Khusus…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:20

Revisi Raperda RTRW, Komisi III DPRD Samarinda Masih Pastikan Kesesuaian Tata Ruang di Lapangan

Revisi peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang Rancangan…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:18

Antrean BBM Mengular, Komisi III Akan Panggil Pertamina

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Eko Elyas Moko angkat…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:15

Komisi II Dorong Pemulihan Ekonomi di Sektor UMKM

Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong agar pemulihan ekonomi segera…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:12

Soal PKL, Fuad Dukung Aksi Pemkot

Pembenahan tata kota tentu memiliki banyak dampak bagi masyarakat. Terlebih…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:08

Soal Inventarisasi Aset Daerah, Komisi I DPRD Samarinda Dukung Penuh

Apresiasi kembali mengalir dari anggota DPRD Kota Samarinda, Joni Sinatra…

Rabu, 20 Oktober 2021 21:11

DPRD Samarinda Bahas APBD 2022 Bulan November

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers