MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 13 Oktober 2021 13:07
Kasus Pungli Lurah Sungai Kapih, Usut Dugaan Keterlibatan Oknum dan Pungutan Lain
Dua tersangka yang diamankan polisi dalam kasus pungli PSTL.

SAMARINDA–Hukuman 20 tahun kurungan badan kini mengancam Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah dan rekannya, Rusli AS. Keduanya terbukti melakukan pungutan liar (pungli) program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL).

Dalam praktiknya, dua rekanan itu mematok tarif Rp 1,5 juta untuk satu kaveling tanah yang diajukan para pemohon dalam program PTSL. Bahkan, pada awal November 2020, para pemohon yang mengajukan diri juga dipungut Rp 100 ribu. Saat itu diperkirakan ada 1.500 pemohon.

Pungutan yang dilakukan keduanya bahkan diduga lebih dari itu. Menurut sumber Kaltim Post yang namanya enggan dikorankan, Rusli juga meminta uang pengurusan dokumen PTSL berdasarkan kelas tanah. Permintaan itu dilakukan setelah dokumen pemohon dikumpulkan.

"Surat asli (PPAT) dikumpulkan di aula kelurahan, setelah itu disuruh baca persyaratan, salah satunya bayar Rp 1,5 juta. Itu tanda tangan bermeterai. Setelah itu diberikan pengertian kembali oleh Rusli soal kelas tanah, dan disuruh bayar berdasarkan kelas tanah,” ucap pria yang juga merupakan korban pungli PTSL tersebut.

Dalam pembagian kelas tanah, Rusli mengaturnya dalam dua kategori. Bagi tanah yang berlokasi strategis di Jalan Sejati dan Jalan Pendekat Mahkota, masuk kategori satu. Dipatok harga Rp 2,5 juta. Sedangkan bagi tanah yang berada di Jalan Tatako, Jalan Kehewanan dan Rapak Mahang, dikenakan biaya Rp 1,5 juta. Jika ditotal dari pungutan yang dilakukan keduanya berkisar Rp 3,1–4,1 juta dari setiap berkas PTSL per kaveling, atau seluas 200 meter persegi.

“Tanah saya dibilang masuk kelas dua, jadi disuruh tambah biaya Rp 1,5 juta. Jadi totalnya saya diminta bayar Rp 3 juta," terangnya.

Terkait adanya dugaan pungutan lain, Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, pihaknya masih mendalami kebenaran informasi tersebut. Sebab, dari hasil penyidikan yang dilakukan hingga press rilis digelar pada Senin (11/10) lalu, pihaknya baru mendapati jika kedua pelaku hanya melakukan dua kali pungutan. “Kalau untuk penentuan kelas masih didalami,” jelas polisi berpangkat melati dua tersebut. Bukan hanya mendalami terkait adanya pungutan lain saja. Perwira yang juga menjabat sebagai Ketua Saber Pungli Samarinda itu menjelaskan, jika adanya keterlibatan oknum lain pun masih ditelusuri.

“Dalam proses penyidikan masih dua tersangka. Kami terus lakukan pengembangan untuk menyelidiki apakah ada keterlibatan oknum lain. Sebab, saat diringkus, dia (Rusli) kerja sendiri,” terangnya.

Terkait proses penyidikan yang masih terus dikembangkan, dipastikan tak akan mengganggu proses PTSL. Sebab, seluruh barang bukti yang diamankan hanyalah yang berkaitan dengan kasus pungli yang dilakukan. Sedangkan, dokumen penting dalam pengurusan PTSL yang akan diverifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak ikut diamankan dan proses administrasi masih terus berjalan. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Minggu, 24 Oktober 2021 12:37

Dua Pekerja Tambang dalam Mobil Tertimpa Longsor di Batuah

SAMARINDA - Dua pekerja tambang batubara, Kepala Teknik Tambang (KTT)…

Sabtu, 23 Oktober 2021 14:08

Bocah 8 Tahun Hilang Saat Banjir, Tim Penyelam dari SAR Dikerahkan

SAMARINDA - Seorang bocah 8 tahun atas nama Abdul Purnama…

Sabtu, 23 Oktober 2021 09:05

Kembangkan Growth Mindset, LP2M Unmul Gelar Pelatihan Softskill untuk Motivasi Kerja

SAMARINDA - Sebagian besar orang yang telah bekerja kerap terjebak…

Jumat, 22 Oktober 2021 21:06

Tinjau Dapur Umum Bencana Banjir, Afif Rayhan Harun Beri Bantuan Keperluan Dapur dan Uang Tunai

SAMARINDA - Anggota DPRD Kota Samarinda Andi Muhammad Afif Rayhan…

Jumat, 22 Oktober 2021 11:08

Masyarakat Diintimidasi, Koalisi Dosen Unmul ke Polres Samarinda Minta Tambang Ilegal Ditindak

SAMARINDA - Perwakilan Koalisi Dosen Universitas Mulawarman sebanyak 6 orang…

Kamis, 21 Oktober 2021 20:02

Pendirian ISBI Kaltim Mendapatkan Lampu Hijau Dari Kemendikbud dan Ristek

SAMARINDA - Rencana pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI)…

Kamis, 21 Oktober 2021 17:30

Enam Kelurahan di Samarinda Masih Terendam Banjir, 11.994 Jiwa Terdampak

SAMARINDA - Sebanyak enam Kelurahan dari dua Kecamatan di kota…

Kamis, 21 Oktober 2021 17:27

Disebut Bukan Kader Lagi, Begini Komentar Pihak Makmur HAPK

SAMARINDA - Sekretaris DPD Golkar Kaltim Husni Fahruddin menyebut Makmur…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:35

Komisi II DPRD Samarinda Dukung Langkah Pemkot Kurangi Kebocoran PAD

Terobosan baru yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait sistem…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:32

Afif Minta Antrean di SPBU Segera Ditindaklanjuti

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers