MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 13 Oktober 2021 12:08
Sampai Mana Peran PBB

Dalam Sengketa Kelautan Natuna Antara Indonesia dan Cina!

Uci Puspita Sari

Mahasiswa Hukum Unmul

 

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diketahui sebagai organisasi yang menaungi seluruh negara. Menjaga perdamaian dunia dan keseimbangan di antara negara-negara.

PBB memiliki otoritas membantu negara-negara yang terlibat konflik ketika dianggap sudah sampai tahap darurat, di mana negara yang terlibat tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahannya sendiri. Langkah yang dikerjakan PBB ialah mengirimkan pasukan perdamaian, menjadi negosiator, atau mediator.

Dalam hal ini, PBB sangat berperan dalam perdamaian dunia. PBB berusaha menciptakan struktur perdamaian dalam kesetaraan dan keadilan bagi pihak-pihak yang terjadi konflik yang nantinya menengahi konflik, dengan menyediakan beberapa alternatif penyelesaian.

Namun, dalam implementasinya masih saja terdapat negara-negara yang meluncurkan agresi ke negara lain, seperti konflik antara Indonesia dan Cina di wilayah Laut Natuna yang memiliki potensi ekonomi maritime yang cukup besar.

Laut Natuna merupakan lintas laut internasional atau memiliki hak lintas damai yang di mana pemberian hak kepada kapal asing untuk melintasi wilayah laut yang berada dalam yurisdiksi suatu negara dengan pembatasan-pembatasan tertentu. Cina kerap kali melakukan klaim wilayah Natuna miliknya. Setidaknya sampai saat ini, Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keuntungan hak kegunaan dan pengelolaan wilayah lautnya seluas 5,8 juta km2.

Pada umumnya penyelesaian sengketa internasional didasarkan pada Pasal 33 Ayat (1) Piagam PBB sebagai lex generalis. Penyelesaian sengketa Hukum Laut menggunakan mekanisme Pasal 287 yakni Konvensi Hukum Laut PBB 1982 yang dikenal sebagai United National Convention of The Sea atau UNCLOS 1982.

Dalam konvensi tersebut mencakup salah satunya terkait penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan masalah kelautan. PBB hadir untuk menengahi konflik kelautan dan memberikan solusi terkait dengan konflik tersebut.

Jika konflik ini terus berkelanjutan PBB akan memberikan pilihan kepada negara yang berkonflik untuk menentukan bentuk penyelesaian mana yang paling tepat dalam sengketa yang dihadapi.

Bentuk alternatif penyelesaian sengketa terdapat dua kerangka dalam UNCLOS 1982, yaitu penyelesaian sengketa secara damai dan penyelesaian sengketa dengan menggunakan prosedur wajib yang menghasilkan keputusan yang mengikat.

Namun dalam segi keamanan dan ketertiban yang di mana PBB dapat memberikan tindakan tegas bagi negara-negara yang melakukan klaim secara sepihak yang sekarang terjadi di laut Natuna. Sehingga memberikan kepastian dalam segi hukum laut internasional. Juga, memiliki kepastian yang jelas terkait dengan wilayah laut internasional yang di mana dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. (luc/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:13

Berucap Santun kepada yang Tua

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 15 Oktober 2021 17:50

KIP Kaltim: Citra dan Tantangan

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Wakil…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:35

Merekonstruksi Perbuatan Merendahkan Kehormatan Hakim

Genaro Samuel TW Banjarnahor Kader Klinik Etik dan Advokasi Fakultas…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:08

Sampai Mana Peran PBB

Uci Puspita Sari Mahasiswa Hukum Unmul     Perserikatan Bangsa-Bangsa…

Selasa, 12 Oktober 2021 09:59

Blue City dan Blue Economy IKN Sepakunegara

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan   BLUE city merupakan…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:25

Hukum Memakai BH

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Rabu, 06 Oktober 2021 13:36

Data Is The New Oil

Bronson Manik ASN di BPS Kaltim Dalam era globalisasi dan…

Senin, 04 Oktober 2021 12:11

Penguatan Sistem Logistik Pangan pada Era Covid-19

 Oleh: Bernatal Saragih Guru Besar Bidang Ilmu Pangan dan Gizi  Program…

Jumat, 01 Oktober 2021 10:35

Apakah Kebersihan bagian dari Iman?

SUGENG SUSILO, S.HSTAF BIRO HUKUM SETDA. PROVINSI KALIMANTAN UTARA  …

Jumat, 01 Oktober 2021 10:33

Jalan Poros Tenggarong Seberang Longsor, Salah Siapa?

Oleh: Lili Agustiani Pemerhati Masalah Sosial   “Jalan poros putus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers