MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 Oktober 2021 11:59
Praktik Prostitusi PSK Hamil di Kota Ini, Bumil Banyak Diminati Pejabat, Siap Layani Threesome
ilustrasi

Praktik prostitusi tak hanya dilakukan oleh perempuan biasa. Pekerja seks komersial (PSK) hamil alias bumil pun marak di Kota Semarang. Layanan bumil ini banyak diburu para pria hidung belang yang menginginkan sensasi berbeda.

 

 SABTU (9/10) pukul 23.00, koran ini sudah janjian bertemu dengan SL. Perempuan open BO (booking out) ini usianya 32 tahun. Koran ini mendapatkan kontak SL dari media sosial Facebook. Ia memang terang-terangan membuka open BO alias bisa diajak kencan. SL juga memposting foto wajah yang tampak cantik. Perutnya dalam kondisi bunting juga diperlihatkan. Ia membandrol tarif short time Rp 500 ribu. Durasi waktu kencan, maksimal 60 menit. 

"Iya, Tarif Rp 500 ribu sekali keluar. Sudah include sama kamar," kata SL kepada Jawa Pos Radar Semarang. SL stay di rumah kos di Jalan Supriyadi, Kalicari, Pedurungan. Koran ini pun mendatangi tempat kosnya. Hampir tengah malam. Rumah kosnya cukup mewah, dan mudah dijangkau. Di bawah terdapat area parkir roda empat yang luas. Kamarnya terletak di lantai bawah. Letaknya di depan. Dekat dengan gerbang masuk. 

Kos eksklusif itu terlihat sepi. Seperti tidak ada penghuninya. Mungkin sudah pada tidur. Hanya ada satu pintu kamar yang terbuka. SL tinggal di kamar itu. Rupanya SL sudah menunggu. Dia mengenakan daster warna cokelat. Sudah berdiri di pintu kamarnya. SL mempersilakan koran ini masuk. 

"Masuk aja Mas. Santai aja, sekalian minta tolong pintunya ditutup ya," pintanya sembari duduk di atas spring bed. Wajah SL tampak cantik. Sama dengan foto yang dipasang di media sosial. Rambut panjang sepunggung, sedikit bergelombang. Bibirnya merah. Kulit putih. Ia memakai softlens mata. "Mas, mau minum apa, mau kubuatkan kopi?" tawar wanita yang mengaku asli Kota Semarang ini. 

Ia duduk di spring bed dengan dua kaki bersimpuh. Perempuan ini mengaku tengah hamil tujuh bulan. Dia mengaku terpaksa mencari nafkah menjadi perempuan open BO karena tuntutan kebutuhan.  

"Ya masih melayani, gimana lagi namanya butuh duit. Sehari saya hanya melayani tiga tamu. Sekarang memang saya batasi. Kalau pas tidak hamil dulu, bisa sampai enam sampai tujuh tamu. Kalau sekarang eman-eman perutnya," akunya. 

Dikatakan, tarif Rp 500 ribu tersebut memang lebih mahal ketimbang tarif saat dirinya tidak hamil. "Lebih tinggi sekarang, sensasi bumil kan mahal, Mas. Kalau dulu sebelum hamil Rp 400 ribu nett. Kalau sekarang Rp 500 ribu. Kalau di luar kota bisa sampai Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu. Saya juga panggilan ke sana (luar kota, Red). Itu sudah include," jelasnya. 

SL mengaku, pelanggannya dari berbagai kalangan, mulai masyarakat umum, mahasiswa, pengusaha, hingga kalangan pejabat. Namun, secara tegas, dia menolak melayani tamu anak di bawah usia 17 tahun. "Yang mencari bumil itu rata-rata mereka bumillover. Bukan orang yang biasa-biasa. Jadi, sukanya nyari yang ibu-ibu hamil. Pejabat banyak. Rata-rata dia mencari sensasi. Pada penasaran," jelasnya. 

"Saya lebih tertarik sama laki-laki yang lebih tua. Yang penting bersih, wangi, dan yang pasti banyak duit. Mereka masuk sini, harus mandi dulu. Kalau pulang terserah mereka," sambungnya. 

Sebelum hamil, SL juga mengaku senang melakukan kencan dengan berbagai fantasi. Selain tamu perorangan, ia juga melayani kencan dengan dua orang sekaligus alias threesome. Tentu saja dengan tarif yang lebih tinggi dibanding pelayanan pada umumnya. 

"Kalau fantasi sama biasa kan harganya beda. Bisa sampai Rp 2 juta sekali kencan. Lebih mahal yang fantasi. Kadang sama dua cowok. Kadang sama satu cowok dan satu cewek. Pernah melayani pasutri juga. Kalau fantasi yang paling liar, ya sama suami istri. Threesome. Melayani gitu pernah, sebelum hamil pernah," katanya tanpa tedeng aling-aling. 

Setiap berkencan, SL selalu meminta tamunya memakai alat pengaman kondom. Alasannya, untuk kesehatan. Terlebih dalam kondisi hamil, agar bayi yang dilahirkan tetap terjaga kesehatannya. "Kalau tidak mau (pakai kondom), ya tidak jadi, tidak apa-apa. Harga segitu full service, pakai kondom juga. Karena jaga kebersihan itu harus. Wajib menggunakan kondom. Kadang ada tamu yang komplain, kan sudah hamil, kenapa pakai kondom? Tetap gak bisa, harus pakai kondom," tegasnya.  

Menanggapi adanya persaingan harga dengan sesama rekan kerja, SL mengaku mengutamakan service pelanggan. Sehingga tidak semata-mata mengejar uang. "Kalau tamu saya cerita. Misalnya di daerah lain, mbak di sana, sama-sama bumil harganya segini. Lebih murah. Pasti pelayanannya beda. Biasanya mainnya nyusu-nyusu (tergesa-gesa). Jadi, dia ngejar target. Nyari tamu sebanyak-banyaknya. Kalau saya kan nyantai. Satu tamu siang, lalu tamu kedua malam. Udah gitu aja. Makanya saya tidak basa-basi," jelasnya.

 Alasan memilih stay dan melayani tamu di rumah kos, menurut SL, karena lebih nyaman. Dikatakan, kencan di hotel, dinilainya lebih rawan. Karena sering ada razia petugas. Meski begitu, ia juga kerap melayani tamu di hotel di Semarang dan luar kota.  "Hotelnya yang berkelas, bukan yang RedDoorz. Ya, nyari suasana aja. Kadang-kadang ada yang tamu luar kota. Minta, mbak saya include hotel. Biasanya bayarnya tak tambahi aja. Jadi beda. Pihak hotel pun rata-rata gak tahu," bebernya.

Berapa tarifnya jika dibooking di hotel? SL mengatakan tergantung biaya sewa kamar hotelnya. Jika kencannya di hotel berbintang, jelas lebih mahal. "Biasanya kalo di hotel. Saya pakai seharian. Kalau tamu pertama selesai, ya nanti bisa nerima tamu lagi di kamar hotel itu. Pernah sehari di hotel, saya mendapat lima sampai enam tamu. Itu pas belum hamil. Tapi selama hamil ya tiga orang aja, supaya gak capek. Ya syukur tidak merasakan apa-apa,” katanya.

SL mengatakan, saat ini ia kos dengan tarif Rp 3,5 juta per bulan. Biaya segitu, sudah tertutup jika melayani tujuh tamu. Kamar kos SL berukuran 5x4 meter. Terdapat dapur mini, dan kamar mandi dalam. Juga AC dan TV LED. SL tidak merokok demi menjaga kesehatan bayi di perutnya. Rumah kos yang ditempati bebas. Yang penting tetap menjaga kesopanan. Para penghuni kos tidak semuanya saling kenal.

Selain mengutamakan service, SL juga menjaga privasi pelanggannya. Sehingga dia tak banyak tanya latar belakang pelanggannya. "Privasi tamu bagi saya nomor satu. Saya jarang nanya-nanya. Cuma rata-rata mereka yang datang bawa mobil. Alhamdulillah gak pernah menjumpai tamu yang rewel," kata SL yang mengaku terjun di dunia prostitusi sejak dua tahun lalu.

"Open BO sudah dua tahun, sebelum hamil. Hamil pertama tidak melayani, kan sebelumnya tidak kenal dunia kayak gini. Dulu sebelumnya (melayani) di hotel, tidak setiap hari open. Paling seminggu tiga hari open. Kalau nggak ya nggak. Awal pertama ya grogi, malu namanya manusia, tapi setelah dua tamu gitu biasa," jelasnya.

Selama melayani tamu, ia mengaku tidak pernah mengecewakan pelanggannya. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pelanggannya yang kembali kencan dengannya. "Kan bisa dilihat apakah mereka balik lagi apa gak? Kan setelah itu nomornya tak save. Masih mau komunikasi kan kelihatan," katanya.

Ia nekat menjadi perempuan open BO setelah gagal menjalin rumah tangga. Kehamilan ini merupakan yang kedua. Anak pertamanya, laki-laki. Sekarang ikut mantan suaminya. Sedangkan anak kedua, dia tak menyebutkan siapa ayahnya. Ia mengaku bingung dan tidak berani menceritakan kepada orang tuanya. Namun demikian, laki-laki yang menghamilinya sekarang tidak mempermasalahkan mencari uang dengan cara jalan pintas. "Gak protes, tapi bukan suami, saya gak bersuami,”ujarnya

Salah satu pria hidung belang yang biasa memboking PSK bumil, sebut saja Is, mengaku sengaja kencan dengan bumil karena mencari sensasi lain. Selain itu, lanjut Is, kenikmatan yang dirasakan lebih menggigit. "Perempuan hamil banyak dicari karena lebih menggigit. Apalagi kalau yang hamil pertama dan belum pernah melahirkan,” ungkap warga Gajahmungkur ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/10).

Diakui, tarif PSK hamil lebih tinggi dibanding pada umumnya. Rata-rata mereka mematok tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. "Kalau ibu hamil yang biasa saja paling Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Kalau mungkin yang belum pernah melahirkan ya bisa sampai Rp 1,5 juta, tergantung usia dan kecantikannya," jelasnya.

Menurutnya, rata-rata para PSK ini melayani tamu di hotel dan tempat kos. Sedangkan cara menggaet pelanggan, seringnya memanfaatkan media sosial. "Kebanyakan di Facebook dan MiChat. Ada yang hanya modus panggilan pijat atau massage. Ada yang terus terang, memang open BO," jelasnya.

"Kalau mijat saja kan paling Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Terus nanti menawarkan, kalau mau diservis sekalian ya nambah. Layanan mandi kucing atau petik mangga, paling nambah Rp 50 ribu, cuma nyentuh megang-megang, meraba," sambungnya.  Is mengaku, kencan dengan PSK sejak masih usia 18 tahun. Perjakanya hilang di salah satu lokalisasi di Kota Semarang yang kini telah ditutup. "Kalau ngamar dengan PSK hamil pernah dua kali, di lokalisasi dan open BO. Tarifnya ya segitu (Rp 500 ribu)," terangnya. (mha/mg15/aro)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…

Minggu, 28 November 2021 11:04
Di Balik Hilangnya Surat Panggilan Sidang yang Menguntungkan Perusahaan Tambang

Diduga Ada Pelaku Lain, Usut Oknum Penyuap di Dinas ESDM Kaltim

SAMARINDA–Diduga karena persekongkolan, izin usaha pertambangan (IUP) yang sebagian tak…

Kamis, 25 November 2021 23:37

Ada Mafia Tambang di ESDM Kaltim, Gelapkan Surat Persidangan, Tiga Pegawai Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA–Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim digugat perdata…

Kamis, 25 November 2021 23:20

BPKP Mulai Audit Kasus Pengondisian Muatan Feri

PRAKTIK pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan hingga kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers